Nama: Mohammad Nabil Pasha
NPM: 2415061069
Kelas: PSTI A
Artikel ini membahas peran Pancasila sebagai etika politik di era pasca-kebenaran. Etika politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat bergantung pada nilai-nilai universal yang terkandung dalam Pancasila sebagai pedoman dasar. Etika politik yang dibangun berdasarkan prinsip-prinsip Pancasila harus menekankan pada kejujuran, keteladanan, sportivitas, disiplin, etos kerja, kemandirian, sikap toleransi, rasa malu, dan tanggung jawab.
Selain itu, artikel ini juga membahas permasalahan di era pasca-kebenaran. Era pasca-kebenaran yang erat dengan maraknya perkembangan teknologi menghadirkan ancaman baru yakni masifnya penyebaran hoax, ujaran kebencian, oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk menanggapi hal-hal tersebut, perlu adanya peningkatan literasi media dan cara berpikir kritis oleh masyarakat terutama generasi muda agar tidak terjebak pada berita-berita bohong yang dapat memecah belah persatuan. Salah satu cara untuk memulai pembelajaran literasi media adalah melalui lingkungan keluarga. Melalui bekal literasi media dari lingkungan keluarga, generasi muda akan memperoleh modal Utama bahwa sebagai warga negara yang baik harus memiliki cara berpikir kritis terhadap suatu informasi atau berita yang ada.
NPM: 2415061069
Kelas: PSTI A
Artikel ini membahas peran Pancasila sebagai etika politik di era pasca-kebenaran. Etika politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat bergantung pada nilai-nilai universal yang terkandung dalam Pancasila sebagai pedoman dasar. Etika politik yang dibangun berdasarkan prinsip-prinsip Pancasila harus menekankan pada kejujuran, keteladanan, sportivitas, disiplin, etos kerja, kemandirian, sikap toleransi, rasa malu, dan tanggung jawab.
Selain itu, artikel ini juga membahas permasalahan di era pasca-kebenaran. Era pasca-kebenaran yang erat dengan maraknya perkembangan teknologi menghadirkan ancaman baru yakni masifnya penyebaran hoax, ujaran kebencian, oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk menanggapi hal-hal tersebut, perlu adanya peningkatan literasi media dan cara berpikir kritis oleh masyarakat terutama generasi muda agar tidak terjebak pada berita-berita bohong yang dapat memecah belah persatuan. Salah satu cara untuk memulai pembelajaran literasi media adalah melalui lingkungan keluarga. Melalui bekal literasi media dari lingkungan keluarga, generasi muda akan memperoleh modal Utama bahwa sebagai warga negara yang baik harus memiliki cara berpikir kritis terhadap suatu informasi atau berita yang ada.