Kiriman dibuat oleh sulastri -

MKU ILMU Komunikasi 2024 A -> ANALISIS KASUS

oleh sulastri - -
Nama : Sulastri
NPM : 2456031029
Kelas : Mandiri A
Prodi : Ilmu Komunikasi
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Fakultas : I.S.I.P (Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)

1. Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami banyak permasalahan dan tantangan. Di era globalisasi kemajuan IPTEK saat ini tidak hanya menimbulkan dampak positif namun juga negatif yang tentunya menjadi tantangan integrasi bangsa Indonesia. Globalisasi membuat batas-batas wilayah negara menjadi tidak terlihat yang kemudian menimbulkan perubahan sikap dan perilaku masyarakat atau bangsa dikarenakan tidak mampu membendung pengaruh dari kemajuan IPTEK. Contohnya saat ini bangsa Indonesia telah mengalami degradasi moral, banyak penyimpangan terhadap identitas bangsa salah satunya terhadap nilai-nilai dalam pancasila, padahal pancasila merupakan pedoman atau dasar bangsa Indonesia sendiri. Hal-hal tersebut membuat disintegrasi bangsa karena dapat melunturkan identitas nasional, dan berbagai konflik serta berubahnya gaya hidup. Hal ini bisa terjadi karena kita belum sadar akan pentingnya identitas bangsa kita sendiri. Bangsa Indonesia sering kehilangan arah dan fomo(fear of missing out) atau ikut-ikutan saja, padahal tidak semua harus di ikuti. Seharusnya kita menanamkan sikap dan moral nilai-nilai pancasila, mencintai bangsa sendiri dan menerima bahwasannya Indonesia merupakan negara multikultur dan plural.

2. Dengan tetap mempertahankan dan melestarikan budaya daerah tetapi tidak untuk menonjolkan dan bersaing dengan budaya daerah lain melainkan menciptakan suatu kolaborasi antar budaya daerah yang dapat memperkaya budaya nasional.

MKU ILMU Komunikasi 2024 A -> FORUM ANALISIS VIDEO

oleh sulastri - -
Nama : Sulastri
NPM : 2456031029
Kelas : Mandiri A

Dalam video ini membahas peran penting Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pancasila, yang terdiri dari lima sila, merupakan dasar negara Indonesia dan menjadi pandangan hidup bagi seluruh rakyatnya. Kelima sila tersebut adalah:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Setiap sila dalam Pancasila memiliki makna yang mendalam. Sila pertama menegaskan bahwa bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai ketuhanan, memberikan kebebasan beragama, serta menghormati keberagaman kepercayaan. Sila kedua menekankan pentingnya nilai kemanusiaan, di mana setiap individu harus diperlakukan dengan adil dan beradab. Sila ketiga mengutamakan persatuan dalam keberagaman, yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Sila keempat menekankan pentingnya demokrasi dan musyawarah dalam pengambilan keputusan. Sementara itu, sila kelima menegaskan bahwa keadilan sosial harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pandangan hidup yang memandu perilaku dan sikap masyarakat Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan. Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi sumber dari segala hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Sementara itu, sebagai pandangan hidup, Pancasila menjadi pedoman moral dan etika bagi individu maupun kelompok dalam berinteraksi satu sama lain.

MKU ILMU Komunikasi 2024 A -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

oleh sulastri - -
NAMA : Sulastri
NPM : 2456031029
KELAS : Mandiri A

Identitas nasional merupakan konsep yang menggambarkan ciri khas suatu bangsa yang membedakannya dari bangsa lain. Identitas ini terbentuk melalui sejarah panjang yang mencakup berbagai aspek, seperti budaya, bahasa, agama, adat istiadat, serta nilai dan norma yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya.
Identitas ini menjadi fondasi bagi persatuan dan kesatuan sebuah bangsa serta menentukan bagaimana suatu negara memposisikan dirinya dalam percaturan global.
Salah satu unsur utama dalam identitas nasional adalah bahasa. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol pemersatu bangsa. Di Indonesia, Bahasa Indonesia menjadi identitas nasional yang menyatukan beragam suku dan budaya yang ada di seluruh nusantara. Selain itu, Pancasila sebagai ideologi negara juga merupakan bagian dari identitas nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Selain bahasa dan ideologi, faktor lain yang membentuk identitas nasional adalah budaya dan sejarah. Budaya suatu bangsa meliputi berbagai tradisi, kesenian, kuliner, serta sistem kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sejarah juga berperan penting dalam membentuk identitas nasional karena melalui sejarah, masyarakat dapat memahami perjuangan dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu. Oleh karena itu, menjaga dan melestarikan warisan budaya serta memahami sejarah bangsa sangat penting dalam memperkuat identitas nasional. Video ini juga fokus pada bagaimana identitas nasional dapat terancam oleh berbagai faktor, seperti globalisasi, pengaruh budaya asing, serta lunturnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terus-menerus dalam menjaga dan memperkuat identitas nasional, baik melalui pendidikan, media, maupun kebijakan pemerintah.

MKU ILMU Komunikasi 2024 A -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

oleh sulastri - -
Nama : Sulastri
NPM : 2456031029
Kelas : Mandiri A

"Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia"

Pada artikel jurnal tersebut menitikberatkan pembahasan ke arah integrasi nasional, etnosentrisme, dan konflik kepentingan. Suatu identitas yang menjadi sarana pembentukan pola pikir masyarakat tentu perlu adanya suatu kesadaran nasional yang ditujukan dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Hal ini menjadi dasar dari adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa.

Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa sebagai satu kesatuan. Pada satu sisi integrasi terbentuk jika ada identitas yang mendukung seperti kesamaan pandangan hidup. Namun disisi lain juga karena terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama.

Pada dasarnya pluralitas bagi bangsa ialah takdir. Namun ketika gambaran pluralitas disebut sebagai takdir, muncul pertentangan di kalangan masyarakat yang memunculkan paham sentrisme seperti etnosentrisme yang kemudian memunculkan konflik-konflik kepentingan. Karena hal tersebut, konsep integrasi nasional menjadi penting untuk strategi kebudayaan bagi bangsa. Cita-cita menerapkan konsep ini akan terwujud apabila sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya yang kemudian membuka kemungkinan pembentukan integrasi yang lebih luas.

Dengan demikian, integrasi nasional dapat dikatakan sebuah jalan keluar menghadapi berbagai konflik kepentingan yang tak semestinya terjadi jika pelaku menyadari bahwa pluralitas suatu bangsa itu ialah takdir atau niscaya.