གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ dila syafa nadila fortuna

nama : syafa nadila fortuna
npm : 2455031007
kelas : Man A

menurut saya jurnal ini membahas dinamika politik menjelang Pemilu Serentak 2019 di Indonesia, yang untuk pertama kalinya menyatukan pemilu legislatif dan presiden isu isu nya di antaranya penguatan sistem presidensial, mobilisasi perempuan, populisme, demokrasi dan pilpres 2019, dll .jurnal ini mengkritisi tantangan konsolidasi demokrasi di Indonesia dan menyerukan perlunya pembenahan aktor politik, partai, birokrasi, serta peningkatan kepercayaan publik untuk mendukung demokrasi yang lebih substansial dan inklusif.
nama : syafa nadila fortuna
npm : 2456031007
kelas : man A

dari vidio yang saya amati pentingnya menjaga ketenangan dan menghindari kontroversi yang tidak perlu dalam masyarakar yang demokratis, mengakui bahwa demokrasi pada dasarnya berisik dan argumentatif.namun mereka menekankan bahwa hal ini harus tetap berada dalam batasan proses demokrasi. mereka merujuk pada studi dari freedom house dan the economist inteligenceunit, yang menunjukan penurunan peringkat demokrasi indonesia selama bertahun tahun dengan mencatat bahwa ini adalah tren global bukan di negara negara demokrasi mapan seperti AS vidio tersebut menyoroti tantangan berkelanjutan yang di hadapi sisten demokrasi di seluruh dunia

MKU ILMU Komunikasi 2024 A -> ANALISIS KASUS

dila syafa nadila fortuna གིས-
nama : syafa nadila fortuna
kelas : mandiri a
npm : 2456031007

1. Berita mengenai 123 mahasiswa yang dikabarkan positif Covid-19 setelah mengikuti unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja menunjukkan dampak serius dari pengumpulan massa di tengah pandemi. Hal positif yang dapat diambil adalah kesadaran akan pentingnya protokol kesehatan dalam setiap aksi publik. Ini menjadi pengingat bahwa meskipun ada hak untuk menyampaikan pendapat, keselamatan kesehatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.

2.Demonstrasi yang merusak fasilitas umum mencerminkan kurangnya kesadaran akan tanggung jawab sosial. Meskipun para demonstran mungkin merasa tidak bersalah, tindakan tersebut dapat mengganggu ketertiban umum dan memperburuk situasi. Untuk menyalurkan aspirasi dengan lebih baik di tengah pandemi, alternatif seperti diskusi virtual, petisi online, atau forum akademis dapat dipertimbangkan. Ini memungkinkan penyampaian pendapat tanpa risiko penularan virus.

3. Untuk mengatasi benturan kepentingan antara pengusaha dan buruh, perlu adanya dialog terbuka dan mediasi yang melibatkan kedua belah pihak. Penerapan peraturan yang adil dan seimbang serta perlindungan hak-hak buruh harus diperkuat, sementara pengusaha juga diberikan ruang untuk berkembang. Program pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi buruh dapat membantu menciptakan keseimbangan antara hak dan kewajiban.

4. Dalam rangka menjunjung tinggi hak dan kewajiban antara negara dan warga negara, penting untuk meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan pemerintah. Masyarakat harus dilibatkan dalam proses legislasi melalui konsultasi publik yang efektif. Selain itu, pendidikan tentang hak dan kewajiban warga negara perlu ditingkatkan agar semua pihak memahami peran mereka dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.