Nama : Gita Fatimah
Npm : 2413053059
Izin menjawab bapak
1. Menurut saya, teori konstruktivisme memandang bahwa setiap peserta didik membangun pemahamannya sendiri berdasarkan pengalaman dan lingkungan tempat mereka berada. Dalam pendidikan multikultural, pengalaman dari keluarga, masyarakat, dan budaya masing-masing dapat menjadi sumber belajar. Jadi, siswa tidak hanya menerima materi dari guru, tetapi juga bisa saling berbagi pengalaman dan belajar memahami perbedaan budaya satu sama lain.
2. Menurut saya, perbedaannya terletak pada cara memasukkan keberagaman ke dalam pembelajaran. Pendekatan aditif hanya menambahkan materi tentang budaya atau keberagaman ke dalam pembelajaran tanpa mengubah materi utamanya. Sedangkan pendekatan transformasi lebih mendalam, yaitu mengubah cara pandang dan proses pembelajaran agar siswa dapat melihat suatu materi dari berbagai sudut pandang budaya. Jadi, pendekatan aditif lebih sebatas mengenalkan keberagaman, sedangkan transformasi mengajak siswa memahami dan menghargai perbedaan.
Npm : 2413053059
Izin menjawab bapak
1. Menurut saya, teori konstruktivisme memandang bahwa setiap peserta didik membangun pemahamannya sendiri berdasarkan pengalaman dan lingkungan tempat mereka berada. Dalam pendidikan multikultural, pengalaman dari keluarga, masyarakat, dan budaya masing-masing dapat menjadi sumber belajar. Jadi, siswa tidak hanya menerima materi dari guru, tetapi juga bisa saling berbagi pengalaman dan belajar memahami perbedaan budaya satu sama lain.
2. Menurut saya, perbedaannya terletak pada cara memasukkan keberagaman ke dalam pembelajaran. Pendekatan aditif hanya menambahkan materi tentang budaya atau keberagaman ke dalam pembelajaran tanpa mengubah materi utamanya. Sedangkan pendekatan transformasi lebih mendalam, yaitu mengubah cara pandang dan proses pembelajaran agar siswa dapat melihat suatu materi dari berbagai sudut pandang budaya. Jadi, pendekatan aditif lebih sebatas mengenalkan keberagaman, sedangkan transformasi mengajak siswa memahami dan menghargai perbedaan.