Nama : Grescie Odelia Situkkir
NPM : 2413031088
Kelas : 24C
Analisis keputusan akuntansi PT IndoEnergi Tbk dari sudut pandang Teori Akuntansi Positif.
1. Jelaskan bagaimana teori positif akuntansi menjelaskan perilaku PT IndoEnergi dalam mengubah kebijakan depresiasi. Gunakan pendekatan utama dari teori ini.
Jawab : Teori Akuntansi Positif (TAP) berupaya menjelaskan mengapa manajer memilih metode akuntansi tertentu. TAP didasarkan pada asumsi bahwa manajer bertindak demi kepentingan diri sendiri (oportunistik) dalam kerangka kontrak perusahaan (seperti kontrak bonus atau utang). Dalam kasus PT IndoEnergi yang mengubah metode depresiasi dari garis lurus depresiasi lebih lambat, laba lebih tinggi di awal menjadi menurun saldo ganda (depresiasi lebih cepat, laba lebih rendah di awal).
Hipotesis Utama TAP:
- Hipotesis Biaya Politik (Political Cost Hypothesis) Hipotesis ini berlaku untuk perusahaan besar yang diawasi ketat. Manajer akan memilih metode yang menurunkan laba saat ini untuk menghindari perhatian publik atau pemerintah yang bisa berujung pada regulasi, denda, atau pajak yang lebih tinggi. Penjelasan Kasus PT IndoEnergi sebagai perusahaan energi terbarukan yang terdaftar (Tbk), manajemen PT IndoEnergi mungkin memilih depresiasi yang dipercepat untuk mengurangi laba yang dilaporkan (dan laba kena pajak). Tujuannya adalah untuk menghindari biaya politik karena dianggap memiliki keuntungan yang terlalu besar di sektor strategis. Ini sesuai dengan kesimpulan analis bahwa tujuannya adalah menurunkan penghasilan pajak.
- Hipotesis Kontrak Bonus (Bonus Plan Hypothesis) Hipotesis ini menjelaskan bahwa manajer akan memilih metode yang memengaruhi laba agar sesuai dengan perjanjian bonus mereka. Perubahan yang menurunkan laba di awal bisa berarti dua hal: Manajer sudah mencapai batas maksimum bonus mereka, sehingga penurunan laba saat ini tidak merugikan dan justru menyimpan laba untuk periode mendatang. Manajer berusaha meratakan laba (income smoothing), dengan mengambil kerugian sekarang (depresiasi besar) untuk memastikan laba yang lebih stabil dan lebih mudah dicapai di tahun-tahun berikutnya .
- Hipotesis Kontrak Utang (Debt Covenant Hypothesis) Perusahaan dengan rasio utang tinggi akan memilih metode yang meningkatkan laba agar tidak melanggar perjanjian utang misalnya, rasio utang/ekuitas. Penjelasan Kasus PT IndoEnergi: Karena laba perusahaan menurun, TAP akan memprediksi bahwa PT IndoEnergi tidak sedang dalam bahaya melanggar perjanjian utang. Manajer merasa aman untuk mengorbankan laba demi keuntungan lain seperti penghematan pajak
3. Bandingkan pendekatan kebijakan akuntansi seperti yang dilakukan PT IndoEnergi dengan praktik serupa di negara lain, seperti AS (GAAP) atau di bawah IFRS. Apakah tindakan tersebut umum terjadi? Jelaskan.
Jawab :
- IFRS dianggap sebagai Perubahan Estimasi Akuntansi (IAS 8 dan IAS 16). IFRS mengizinkan perubahan jika metode baru lebih akurat mencerminkan pola konsumsi manfaat ekonomi aset alasan yang diklaim manajemen. Penerapannya adalah prospektif hanya memengaruhi periode berjalan dan masa depan.
- US GAAP (AS) Dianggap sebagai Perubahan Estimasi yang Diperoleh Melalui Perubahan Prinsip. GAAP juga mengizinkan perubahan jika metode baru lebih disukai dan lebih tepat dalam mencerminkan alokasi biaya aset. Penerapannya juga prospektif.
Perbandingan Keputusan PT IndoEnergi untuk menggunakan depresiasi yang dipercepat seperti menurun saldo ganda adalah praktik akuntansi yang sah di bawah standar global (IFRS dan GAAP), karena standar mengakui bahwa manajer harus menyesuaikan metode agar sesuai dengan pola penggunaan aset yang sebenarnya. Namun, fleksibilitas inilah yang menjadi celah bagi manajer untuk bertindak memanfaatkan situasi untuk kepentingan sendiri .
3. Buatlah penilaian kritis: Apakah Anda setuju bahwa teori positif cukup kuat dalam menjelaskan motivasi manajemen seperti kasus di atas? Atau adakah keterbatasan dari teori tersebut jika diterapkan dalam konteks global? Jelaskan dan beri argumen.
Jawab : Kekuatan TAP sangat kuat dalam menjelaskan motivasi manajer di studi kasus ini karena fokus pada mengapa TAP berhasil menjelaskan mengapa manajer memilih laba yang lebih rendah menghemat pajak, mengurangi dividen meskipun ada pilihan lain. Ini membuktikan bahwa angka akuntansi memiliki konsekuensi ekonomi riil yang memengaruhi perilaku manajer. Menurut saya, teori akuntansi positif cukup kuat untuk menjelaskan motivasi manajemen seperti yang dilakukan PT IndoEnergi. Teori ini realistis karena tidak menganggap manajer selalu bertindak ideal, tetapi memahami bahwa mereka bisa memilih kebijakan akuntansi yang menguntungkan dirinya atau perusahaan dalam jangka pendek. Dalam kasus ini, penurunan laba lewat metode depresiasi yang baru dapat dilihat sebagai bentuk strategi untuk mengurangi beban pajak dan mengatur ekspektasi investor.
Keterbatasan TAP dalam Konteks Global
- Terlalu Fokus pada Oportunisme TAP cenderung melihat semua keputusan manajer sebagai upaya oportunistik (untuk memaksimalkan keuntungan pribadi).Keterbatasan: TAP mengabaikan kemungkinan bahwa manajer benar-benar memilih metode yang efisien (misalnya, depresiasi saldo menurun benar-benar lebih akurat mencerminkan penggunaan aset pada proyek energi baru). Manajer juga memiliki motivasi untuk membangun reputasi pelaporan yang baik (kualitas pelaporan) untuk mengurangi biaya modal jangka panjang, yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan oportunisme.
- Mengabaikan Faktor Institusional TAP awalnya dikembangkan di AS dan berfokus pada kontrak swasta (bonus dan utang). Keterbatasan: Di banyak negara (termasuk Indonesia), sistem pajak dan akuntansi keuangan sering terkait erat.