Kiriman dibuat oleh GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088

TA C2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088 -
Nama :Grescie Odelia Situkkir
Npm : 2413031088
Kelas : 2024C

Teori Akuntansi Positif (Positive Accounting Theory/PAT) bertujuan untuk menjelaskan dan memprediksi bagaimana perilaku akuntan dan manajer dalam memilih metode akuntansi di berbagai situasi. Teori ini dikembangkan oleh Watts dan Zimmerman pada akhir 1970-an dan 1990-an sebagai perubahan pendekatan dalam penelitian akuntansi, dari yang normatif (mengatur apa yang seharusnya dilakukan) menjadi positif (menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi).

PAT didasarkan pada tiga hipotesis utama:
· Hipotesis Bonus: Manajer yang mendapatkan bonus berdasarkan kinerja cenderung memanipulasi laporan keuangan untuk mendapatkan bonus yang lebih besar.
· Hipotesis Perjanjian Utang: Manajer berusaha menampilkan kondisi keuangan yang lebih baik agar tidak melanggar ketentuan pinjaman.
· Hipotesis Biaya Politik: Perusahaan besar sering melaporkan laba lebih rendah secara sengaja guna mengurangi pajak atau menghindari pengawasan politik.
Teori ini kuat karena berdasarkan riset empiris yang mengamati pola-pola perilaku nyata dalam pengelolaan laporan keuangan dan dampaknya terhadap berbagai pihak seperti investor dan kreditur. Namun, kritik terhadap PAT menyatakan bahwa teori ini terlalu menyederhanakan, karena mengabaikan faktor sosial, psikologis, dan etis dalam pengambilan keputusan akuntansi. Meski demikian, PAT tetap menjadi kerangka penting untuk menganalisis praktek akuntansi secara realistis dan memahami implikasi ekonominya.

TA C2025 -> DISKUSI

oleh GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088 -
‎Nama : Grescie Odelia Situkkir
‎Npm : 2413031088
‎Kelas : 2024C

‎Teori akuntansi adalah landasan penting yang terdiri dari kumpulan prinsip, asumsi, dan metode yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan yang akurat dan dapat dipercaya. Teori ini tidak hanya membahas sejarah dan dasar-dasar praktik akuntansi, tetapi juga terus berkembang sesuai dengan perubahan dalam dunia bisnis dan kemajuan teknologi. Selain itu, teori akuntansi selalu berpegang pada kerangka konseptual yang dibuat oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan, yang berfungsi sebagai pedoman utama dalam pembuatan standar pelaporan keuangan. Kerangka konseptual yang disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan menjadi acuan utama dalam pembentukan dan penyesuaian standar akuntansi serta praktik pelaporan keuangan. Ini menjamin keseragaman dan keterbandingan laporan keuangan di berbagai entitas dan periode waktu.
‎Dapat disimpulkan bahwa teori akuntansi adalah fondasi vital yang mengarahkan bagaimana informasi keuangan disajikan secara tepat dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga menciptakan laporan yang dapat diandalkan dan berguna bagi berbagai pihak berkepentingan.

AKM C2025 -> Diskusi

oleh GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088 -
Nama : Grescie Odelia Situkkir
​​‎Npm : 2413031088
‎Kelas : 2024C
‎ ‎1. Jika saya diminta menjelaskan prinsip-prinsip atau standar akuntansi yang umum diterima, saya akan menyampaikan karakteristik dasar diantaranya
‎- Relevan:Informasi yang disajikan harus berguna untuk pengambilan keputusan oleh pengguna laporan keuangan.
‎- Dapat Diandalkan: Informasi harus akurat, jujur, dan bebas dari kesalahan material.
‎- Konsisten: Standar harus diterapkan secara konsisten agar laporan keuangan dapat dibandingkan antar periode dan antar entitas.
‎- Keterpahaman:Informasi harus disajikan dengan jelas sehingga mudah dipahami oleh pengguna yang memiliki pengetahuan dasar tentang akuntansi.
‎- Kelengkapan: Semua informasi penting harus disajikan agar tidak memutar pengguna.
‎- Prinsip Entitas Ekonomi:Laporan keuangan harus mencerminkan aktivitas entitas tertentu, terpisah dari pemilik atau entitas lain.
‎- Prinsip Kesinambungan Usaha: Diasumsikan entitas akan terus beroperasi di masa depan.
‎- Prinsip Pengakuan dan Pengukuran:Mengatur kapan dan bagaimana transaksi dicatat dan diukur.

2. Perbedaan antara Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (FASR) dengan Pernyataan Konsep Akuntansi Keuangan (FASB)
‎-Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (FASR) Merupakan aturan resmi yang mengatur bagaimana transaksi dan peristiwa ekonomi harus dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan. FASR bersifat mengikat dan harus diikuti oleh entitas.
‎- Pernyataan Konsep Akuntansi Keuangan (FASB) Merupakan dokumen yang berisi kerangka dasar atau filosofi akuntansi yang menjadi landasan dalam penyusunan standar akuntansi. Pernyataan konsep ini tidak mengatur secara langsung bagaimana laporan keuangan disusun, tetapi memberikan panduan bagi pembuat standar.
‎Dengan kata lain, FASR adalah aturan praktis yang harus diterapkan, sedangkan pernyataan konsep adalah pedoman teoritis yang membantu dalam standar pengembangan tersebut.

TA C2025 -> DISKUSI

oleh GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088 -
‎Nama : Grescie Odelia Situkkir
‎Npm : 2413031088
‎Kelas : 2024C
‎Sejarah akuntansi bermula dari tahun 3000 SM di Mesopotamia dan Mesir Kuno, di mana transaksi ekonomi mulai dicatat pada tablet tanah liat dan papirus. Perkembangan terjadi pada 1494 ketika Luca Pacioli, seorang biarawan Italia, mempublikasikan buku pertama tentang sistem pembukuan Double-Entry yang menjadi fondasi akuntansi modern, sehingga ia dijuluki sebagai Bapak Akuntansi.

‎Revolusi Industri pada abad ke-18 mendorong kebutuhan akuntansi yang lebih sulit seiring dengan berkembangnya perusahaan. Pada 1887, dibentuklah asosiasi akuntan profesional di Amerika yang menjadi cikal bakal regulasi profesi. Peristiwa besar seperti Depresi Besar 1930-an dan skandal Enron pada 2001 semakin menegaskan pentingnya standar akuntansi, pengawasan, dan etika yang ketat, yang melahirkan lembaga seperti FASB (1973) dan undang-undang Sarbanes-Oxley (2002).

‎Di era globalisasi, standar akuntansi semakin terharmonisasi dengan diperkenalkannya IFRS (International Financial Reporting Standards) pada 2005. Krisis keuangan 2007 juga menjadi katalis bagi penyempurnaan standar pelaporan instrumen keuangan. Tren terbaru pada 2023 adalah integrasi isu keberlanjutan dan perubahan iklim ke dalam pelaporan keuangan melalui IFRS S1 dan S2 yang dikembangkan oleh International Sustainability Standards Board (ISSB), menandai babak baru dimana informasi keberlanjutan dianggap sama pentingnya dengan informasi finansial. Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan juga terus membentuk masa depan profesi akuntansi.