Posts made by GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088

AKM C2025 -> Diskusi

by GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088 -
Nama : Grescie Odelia Situkkir
​​Nomor telepon : 2413031088
Kelas : 2024C

‎ Siklus Akuntansi adalah proses berurutan yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan melaporkan transaksi keuangan suatu bisnis selama periode tertentu (biasanya satu tahun). 8 langkah utamanya diantaranya:
‎1. Identifikasi dan Analisis Transaksi Langkah pertama adalah mengidentifikasi semua transaksi keuangan yang terjadi (seperti penjualan, pembelian, pembayaran) dan menganalisis dampaknya terhadap persamaan akuntansi (Aset = Liabilitas + Ekuitas).
‎2. Pencatatan dalam Jurnal (Journalizing) Setiap transaksi yang telah dianalisis kemudian dicatat dalam Buku Harian (Jurnal) secara kronologis. Pencatatan ini menggunakan sistem pembukuan berpasangan (double-entry), dimana setiap transaksi mempengaruhi minimal dua akun (debit dan kredit yang jumlahnya harus seimbang).
‎3. Posting ke Buku Besar (Posting to Ledger) Data dari jurnal kemudian dipindahkan (diposting) ke dalam Buku Besar (General Ledger). Buku besar adalah kumpulan dari semua akun perusahaan (seperti Kas, Piutang, Utang, Modal, dll.) yang menunjukkan semua perubahan yang terjadi.
‎4. Menyusun Neraca Saldo (Unadjusted Trial Balance) Pada periode akhir, semua saldo dari masing-masing akun di Buku Besar dijumlahkan dan dicantumkan dalam sebuah daftar yang disebut Neraca Saldo. Tujuannya adalah untuk memeriksa keseimbangan antara total saldo debit dan total saldo kredit.
‎5. Membuat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entries) Jurnal penyesuaian dibuat pada akhir periode untuk mencatat transaksi yang sudah terjadi tetapi belum dicatat, serta untuk mengakumulasi pendapatan dan beban ke periode yang benar. Contohnya adalah penyesuaian untuk penyusutan aset, beban yang masih harus dibayar, dan pendapatan yang diterima di muka.
‎6. Menyusun Neraca Saldo setelah Penyesuaian (Adjusted Trial Balance) Setelah jurnal penyesuaian diposting, sebuah Neraca Saldo baru disusun. Neraca saldo yang telah disesuaikan ini menjadi dasar untuk menyusun laporan keuangan.
‎7. Menyusun Laporan Keuangan (Financial Statements) Langkah inti dari proses ini adalah menyusun laporan keuangan formal menggunakan saldo dari Neraca Saldo setelah Penyesuaian. Laporan keuangan utama terdiri dari:
‎ · Laporan Laba Rugi (menunjukkan kinerja perusahaan).
‎ · Laporan Perubahan Ekuitas (menunjukkan perubahan modal pemilik).
‎ · Neraca (menunjukkan posisi keuangan pada tanggal tertentu).
‎ · Laporan Arus Kas (menunjukkan arus kas masuk dan keluar).
‎8. Menutup Buku (Closing Entries) Langkah terakhir adalah membuat jurnal penutup untuk menutup akun-akun sementara (yaitu akun Pendapatan dan Beban) ke akun Laba Ditahan (dalam Ekuitas). Akun permanen (Aset, Liabilitas, Ekuitas) tidak ditutup. Setelah proses ini, Neraca Saldo setelah Penutupan disusun untuk memastikan kembali keseimbangan sistem sebelum memulai siklus akuntansi periode berikutnya.

TA C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088 -
‎Nama : Grescie Odelia Situkkir
‎Npm : 2413031088

‎Teori akuntansi yaitu fondasi penting dalam praktik pelaporan keuangan yang akuntabel dan dapat dipercaya. Penerapan teori akuntansi secara konsisten sangat penting untuk mencegah kecurangan keuangan dan menciptakan transparansi dalam informasi keuangan.
‎Secara struktur, teori akuntansi dibangun dari tiga lapisan utama: postulat (asumsi dasar seperti entity, going concern, dan money measurement), konsep (seperti akuntansi akrual dan penghasilan), serta prinsip (seperti konsistensi dan komparabilitas). Ketiganya membentuk kerangka logis untuk pengolahan data keuangan secara objektif dan konsisten.
‎Elemen-elemen kunci teori akuntansi mencakup relevansi, keandalan, konsistensi, dapat dibandingkan, dan kemanfaatan—semuanya bertujuan agar laporan keuangan bermanfaat bagi pengambil keputusan. Kerangka konseptual akuntansi (Conceptual Framework), yang dikembangkan oleh badan seperti IASB dan IFRS, menjadi alat strategis untuk menyusun standar akuntansi. Kerangka ini membantu dalam:
‎a. Pengembangan dan peninjauan standar akuntansi
‎b. Harmonisasi praktik akuntansi global
‎c. Mengurangi variasi dalam metode pelaporan
‎d. Membimbing para penyusun laporan, auditor, dan pengguna informasi keuangan
‎Fokusnya adalah pada laporan keuangan tahunan untuk entitas korporasi, dengan mempertimbangkan elemen seperti aset, kewajiban, pendapatan, dan beban, serta konsep modal.
‎Dengan penerapan yang benar atas teori dan kerangka konseptual, akuntan dapat membangun kepercayaan publik, meningkatkan kualitas informasi, dan menjaga integritas pelaporan. Hal ini sangat sesuai di era saat kecurangan keuangan semakin marak. Menekankan pentingnya akuntan menghayati dan menggambarkan teori yang mereka pelajari, bukan hanya menghafalnya.

AKM C2025 -> Diskusi

by GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088 -
Nama : Grescie Odelia Situkkir
​​‎Npm : 2413031088
‎Kelas : 2024C
‎ ‎Pandangan saya tentang mengapa mengembangkan kerangka kerja defenisional untuk elemen-elemen dasar dari akuntansi diperlukan karena mengembangkan kerangka kerja definisional untuk elemen-elemen dasar akuntansi sangat penting karena dapat memberikan pemahaman dan keseragaman dalam memahami dan menerapkan konsep akuntansi. Dengan adanya definisi yang jelas untuk elemen-elemen seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban, semua pihak yang terlibat dalam penyusunan dan penggunaan laporan keuangan dapat memiliki pemahaman yang sama. Hal ini membantu menghindari kebingungan, memastikan laporan keuangan dibuat dengan cara yang konsisten, serta meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap informasi yang disajikan.
Kerangka kerja definisional ini diperlukan untuk beberapa alasan yaitu:
‎- Menjamin konsistensi dalam penggunaan istilah dan konsep, sehingga mengurangi perbedaan interpretasi yang dapat menyebabkan ketidakakuratan laporan.
‎- Memudahkan penyusunan laporan keuangansebab semua elemen dasar sudah didefinisikan dengan jelas, sehingga laporan menjadi lebih relevan dan dapat dipercaya.
‎- Meningkatkan transparansi yang membantu pemakai laporan dalam membuat keputusan yang tepat karena mereka memahami setiap elemen yang disajikan.
‎- Mendukung regulasi dan pengawasan oleh badan terkait, yang dapat menetapkan standar yang lebih jelas dan efektif.
‎- Membangun kepercayaan dari investor, kreditor, dan pemangku kepentingan lain terhadap laporan keuangan.
Pengembangan kerangka kerja definisional adalah langkah penting untuk menciptakan kepastian, kejelasan, dan keseragaman dalam praktik akuntansi sehingga laporan keuangan yang dihasilkan menjadi andal dan bermakna. ‎ ‎