Rika Noviliana (2413053073)
Posts made by Rika Noviliana
P.pknsd26b -> ABSENSI AWAL
by Rika Noviliana -
P.pknsd26b -> ABSENSI AWAL
by Rika Noviliana -
DesainB3 -> FORUM DISKUSI 13
by Rika Noviliana -
izin menjawab menurut saya, mengubah KKO menjadi level HOTS belum tentu secara otomatis meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. KKO hanya menjadi indikator dalam perencanaan pembelajaran, sedangkan keberhasilan berpikir kritis lebih dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang diterapkan guru di kelas.
Jika guru hanya mengganti kata kerja seperti “menganalisis” atau “mengevaluasi” tetapi metode pembelajarannya masih berpusat pada ceramah dan hafalan, maka kemampuan berpikir kritis siswa belum tentu berkembang. Oleh karena itu, faktor yang lebih penting adalah bagaimana guru merancang aktivitas belajar, memberikan masalah kontekstual, membangun diskusi, serta menciptakan suasana belajar yang mendorong siswa aktif berpikir dan berpendapat. Jadi, KKO memang penting sebagai arah tujuan pembelajaran, tetapi implementasi pembelajaran yang bermakna tetap menjadi faktor utama dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Jika guru hanya mengganti kata kerja seperti “menganalisis” atau “mengevaluasi” tetapi metode pembelajarannya masih berpusat pada ceramah dan hafalan, maka kemampuan berpikir kritis siswa belum tentu berkembang. Oleh karena itu, faktor yang lebih penting adalah bagaimana guru merancang aktivitas belajar, memberikan masalah kontekstual, membangun diskusi, serta menciptakan suasana belajar yang mendorong siswa aktif berpikir dan berpendapat. Jadi, KKO memang penting sebagai arah tujuan pembelajaran, tetapi implementasi pembelajaran yang bermakna tetap menjadi faktor utama dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.
DesainB3 -> FORUM DISKUSI 13
by Rika Noviliana -
izin menjawab, Menurut saya guru tidak perlu langsung mengubah seluruh KKO menjadi level HOTS secara penuh karena kemampuan peserta didik dalam satu kelas cenderung beragam. Penerapan HOTS dapat dilakukan secara bertahap dengan mengawali kegiatan pada level LOTS, seperti menyebutkan atau menjelaskan konsep, kemudian diarahkan menuju kemampuan HOTS, seperti menganalisis, membandingkan, maupun memecahkan masalah sederhana. Dengan pendekatan tersebut, siswa yang masih berada pada tahap LOTS tetap mampu mengikuti proses pembelajaran, sementara tujuan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi tetap dapat tercapai secara optimal.