Posts made by Aditya Renaldi_2455021004

Mesin A MKU Pancasila -> Forum Tanggapan Vidoe

by Aditya Renaldi_2455021004 -
Tanggapan saya mengapa mahasiswa perlu memahami etika pancasila
Karena pancasila sebagai way of life,struktur pemikiran yang disusun untuk memberikan tuntunan kepada warga Negara inonesia dalam bersikap dan bertingkah laku.
Maksudnya adalah: Mahasiswa dituntut untuk mampu mengembangkan dimensi dan moralitas dalam diri sendiri sehingga mempunyai kemampuan untuk menampilkan sikap spiritualitas dalam berbangsa.
Pancasila sendiri bukan hanya sebagai teks atau jargon tetapi pancasila merupakan moral yang harus diaktualisasikan dalam tindakan.

Terdapat 2 istilah terhadap konsep pancasila sebagai sistem etika
Yaitu etika dan etiket
Etika : mengacu pada filsafat moral kajian baik atau buruk
Contohnya :Parkir kendaran sembaranggan hal ini berkaitan dengan etika seseorang.
Etiket : mengacu pada cara yang tepat.
Contoh : Tata cara pergaulan makan dengan tangan kanan diangap lebih sopan.

Ada 5 tantangan dalam pancasila sebagau etika :
1.Berubahnya tantanan kehidupan sosial budaya masyarakat Contoh :kenakalan remaja
2.Lunturnya wibawa pemerintahan
merujuk pada situasi di mana nilai-nilai dalam Pancasila tidak lagi dijadikan pedoman oleh pemerintah dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.
3.Muculnya konsep ekonomi liberalism dan kapitalisme (muncul kriminalitas akibat ketimpangan)
4.Penegakan hokum yang tidak menjunjung tinggi nilai nilai keadailaan
Contoh :main hakim sendiri jika ada kejadian seperti maling
5.Pemanfaatakan perekambangan iptek
Contoh : heker,penipuan lewat sms atau telepon, buyyling
Tanggapan mengenai materi "Fungsi Filsafat Pancasila dalam Ilmu Pendidikan di Indonesia" oleh Indra Gunawan dan Ayu Vinlandari Wahyudi dapat dilihat dari beberapa aspek penting. Relevansi Pancasila sebagai dasar negara dan filosofi hidup bangsa sangat penting dalam konteks pendidikan. Integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum membantu membangun karakter siswa secara komprehensif. Penekanan pada pendidikan karakter juga krusial. Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila, pendidikan dapat menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas tetapi juga beretika dan bertanggung jawab. Selain itu, pemahaman tentang Pancasila dapat mendorong siswa untuk menjadi warga negara yang aktif dan berkontribusi pada masyarakat.

Tanggapan terhadap pokok masalah mengenai fungsi filsafat Pancasila dalam ilmu pendidikan di Indonesia mencakup sebagai dasar nilai yang membentuk karakter dan moralitas siswa. Dalam konteks pendidikan, penerapan nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat menciptakan individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki etika yang kuat. Pancasila juga berfungsi sebagai penguat identitas nasional. Dalam menghadapi globalisasi, pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila dapat membantu generasi muda memahami dan menghargai budaya serta sejarah bangsa mereka.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai landasan moral dan etika dalam pendidikan, yang membantu membentuk karakter siswa. Nilai-nilai Pancasila, ketika diintegrasikan ke dalam kurikulum, terbukti efektif dalam membangun kesadaran kewarganegaraan dan tanggung jawab sosial. Pendidikan berbasis Pancasila berkontribusi pada penguatan identitas nasional, di mana siswa lebih memahami dan menghargai budaya serta sejarah bangsa.

Pendapat mengenai materi "Dinamika dan Tantangan dalam Pendidikan Pancasila di Era Globalisasi" menunjukkan bahwa meskipun pendidikan Pancasila memiliki tantangan signifikan, seperti krisis identitas dan kurangnya implementasi yang efektif, terdapat peluang untuk memperkuat relevansinya. Penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam konteks global, misalnya melalui pengajaran yang mengaitkan isu-isu kontemporer, seperti lingkungan dan hak asasi manusia, dengan nilai-nilai tersebut. Selain itu, pemanfaatan teknologi secara bijak dapat membantu menyebarluaskan pemahaman tentang Pancasila secara lebih luas dan menarik bagi generasi muda. Kerjasama antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat juga krusial untuk menciptakan pendekatan pendidikan yang lebih inovatif dan aplikatif, sehingga pendidikan Pancasila tidak hanya menjadi teori, tetapi juga praktik yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Isi masalah berupa krisis identitas, di mana pengaruh budaya asing dapat mengikis pemahaman dan penerimaan terhadap nilai-nilai Pancasila. Relevansi kurikulum juga menjadi masalah, karena tidak selalu mencerminkan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Teknologi dapat mendukung penyebaran nilai-nilai Pancasila, ada risiko penyebaran informasi yang tidak akurat atau negatif yang dapat mempengaruhi persepsi terhadap nilai-nilai tersebut. Kurangnya kolaborasi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat juga menjadi hambatan dalam mengembangkan pendidikan Pancasila yang lebih relevan dan kontekstual.

Hasil penelitian dari "Dinamika dan Tantangan dalam Pendidikan Pancasila di Era Globalisasi" menunjukkan bahwa meskipun Pancasila tetap relevan, implementasinya perlu disesuaikan dengan tantangan modern. Pendidikan Pancasila harus mengedepankan pendekatan multikultural dan memanfaatkan teknologi untuk menarik minat generasi muda. Keterlibatan berbagai stakeholder sangat penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang efektif, sehingga nilai-nilai Pancasila dapat diinternalisasi dan diaktualisasikan dalam konteks global yang terus berubah.