Assalamualaikum Wr.Wb
Nama: Murni Solekha
NPM: 2413031061
Jurnal “Restrictions in the Conceptual Framework for Financial Reporting: A Review of the Literature” karya Ali İhsan Akgün (2020), membahas mengenai keterbatasan dalam kerangka konseptual pelaporan keuangan (Conceptual Framework for Financial Reporting/CFW) yang dikembangkan oleh IASB dan FASB. Globalisasi mendorong harmonisasi standar akuntansi internasional, sehingga kedua lembaga tersebut bekerja sama membentuk kerangka konseptual bersama. CFW berfungsi sebagai “konstitusi” yang menetapkan prinsip dasar dalam pengembangan standar akuntansi serta pedoman bagi penyusunan laporan keuangan.
Namun, meskipun tujuan utamanya adalah memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan investor, kreditur, dan pihak lain, CFW memiliki beberapa keterbatasan yang berdampak pada kualitas pelaporan. Keterbatasan tersebut meliputi:
1. Comparability – laporan keuangan sulit benar-benar dapat diperbandingkan karena adanya perbedaan metode akuntansi, estimasi, dan kebijakan antarperusahaan maupun antarnegara.
2. Historical cost – penggunaan biaya historis sering dianggap kurang relevan dibandingkan nilai wajar, terutama di masa inflasi.
3. Accounting politics (policies) – perbedaan kebijakan akuntansi dan penggunaan judgment manajerial dapat memengaruhi reliabilitas informasi.
4. Accounting estimates – ketidakpastian dalam estimasi akuntansi menimbulkan risiko kesalahan.
5. Accounting error and frauds – kesalahan dan kecurangan mengurangi keandalan laporan.
6. Conservatism – meski dapat menekan perilaku oportunistik manajer, konservatisme akuntansi bisa menimbulkan bias dan understatement terhadap kinerja maupun posisi keuangan.
Nama: Murni Solekha
NPM: 2413031061
Jurnal “Restrictions in the Conceptual Framework for Financial Reporting: A Review of the Literature” karya Ali İhsan Akgün (2020), membahas mengenai keterbatasan dalam kerangka konseptual pelaporan keuangan (Conceptual Framework for Financial Reporting/CFW) yang dikembangkan oleh IASB dan FASB. Globalisasi mendorong harmonisasi standar akuntansi internasional, sehingga kedua lembaga tersebut bekerja sama membentuk kerangka konseptual bersama. CFW berfungsi sebagai “konstitusi” yang menetapkan prinsip dasar dalam pengembangan standar akuntansi serta pedoman bagi penyusunan laporan keuangan.
Namun, meskipun tujuan utamanya adalah memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan investor, kreditur, dan pihak lain, CFW memiliki beberapa keterbatasan yang berdampak pada kualitas pelaporan. Keterbatasan tersebut meliputi:
1. Comparability – laporan keuangan sulit benar-benar dapat diperbandingkan karena adanya perbedaan metode akuntansi, estimasi, dan kebijakan antarperusahaan maupun antarnegara.
2. Historical cost – penggunaan biaya historis sering dianggap kurang relevan dibandingkan nilai wajar, terutama di masa inflasi.
3. Accounting politics (policies) – perbedaan kebijakan akuntansi dan penggunaan judgment manajerial dapat memengaruhi reliabilitas informasi.
4. Accounting estimates – ketidakpastian dalam estimasi akuntansi menimbulkan risiko kesalahan.
5. Accounting error and frauds – kesalahan dan kecurangan mengurangi keandalan laporan.
6. Conservatism – meski dapat menekan perilaku oportunistik manajer, konservatisme akuntansi bisa menimbulkan bias dan understatement terhadap kinerja maupun posisi keuangan.