གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Murni Solekha

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

Murni Solekha གིས-
Assalamualaikum Wr.Wb
Nama: Murni Solekha
NPM: 2413031061

Jurnal “Restrictions in the Conceptual Framework for Financial Reporting: A Review of the Literature” karya Ali İhsan Akgün (2020), membahas mengenai keterbatasan dalam kerangka konseptual pelaporan keuangan (Conceptual Framework for Financial Reporting/CFW) yang dikembangkan oleh IASB dan FASB. Globalisasi mendorong harmonisasi standar akuntansi internasional, sehingga kedua lembaga tersebut bekerja sama membentuk kerangka konseptual bersama. CFW berfungsi sebagai “konstitusi” yang menetapkan prinsip dasar dalam pengembangan standar akuntansi serta pedoman bagi penyusunan laporan keuangan.
Namun, meskipun tujuan utamanya adalah memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan investor, kreditur, dan pihak lain, CFW memiliki beberapa keterbatasan yang berdampak pada kualitas pelaporan. Keterbatasan tersebut meliputi:
1. Comparability – laporan keuangan sulit benar-benar dapat diperbandingkan karena adanya perbedaan metode akuntansi, estimasi, dan kebijakan antarperusahaan maupun antarnegara.
2. Historical cost – penggunaan biaya historis sering dianggap kurang relevan dibandingkan nilai wajar, terutama di masa inflasi.
3. Accounting politics (policies) – perbedaan kebijakan akuntansi dan penggunaan judgment manajerial dapat memengaruhi reliabilitas informasi.
4. Accounting estimates – ketidakpastian dalam estimasi akuntansi menimbulkan risiko kesalahan.
5. Accounting error and frauds – kesalahan dan kecurangan mengurangi keandalan laporan.
6. Conservatism – meski dapat menekan perilaku oportunistik manajer, konservatisme akuntansi bisa menimbulkan bias dan understatement terhadap kinerja maupun posisi keuangan.

AKM B2025 -> Diskusi

Murni Solekha གིས-
Nama: Murni Solekha
NPM: 2413031061

a. Pengelolaan laba terhadap kualitas laba
Pengelolaan laba dapat mempengaruhi kualitas laba karena jumlah yang diperoleh mungkin tidak mencerminkan realitas yang sesungguhnya. Jika dilakukan secara berlebihan, contohnya dengan melebih-lebihkan pendapatan atau melakukan pengurangan biaya yang tidak wajar, maka laba tersebut menjadi kurang dapat dipercaya. Namun, jika dilakukan dalam batas yang wajar sesuai dengan standar akuntansi, pengelolaan laba masih dapat dianggap sah dan kualitas laba tidak terganggu secara signifikan.

b. Kehati-hatian dalam menggunakan angka laba
Kita harus waspada dalam menggunakan angka laba dari laporan laba-rugi karena sering kali dipengaruhi oleh perkiraan, kebijakan, atau bahkan manipulasi dari pihak manajemen. Oleh karena itu, prinsip akuntansi yang diakui secara umum diterapkan untuk memastikan bahwa laporan disusun dengan cara yang konsisten, adil, dan dapat dibandingkan, sehingga informasi tentang laba dapat lebih dipercaya sebagai landasan dalam pengambilan keputusan.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

Murni Solekha གིས-
Nama: Murni Solekha
NPM: 2413031061

Jurnal ini membahas mengenai teori akuntansi, unsur-unsur, struktur, dan kerangka konsepnya serta fungsinya dalam praktik pelaporan keuangan. Teori akuntansi dianggap sebagai kumpulan prinsip konsistensi yang menjadi dasar pengembangan praktik akuntansi yang sehat dan akurat. Tujuan utama adalah menyelaraskan teori dan praktik akuntansi guna meningkatkan kredibilitas laporan keuangan dan mencegah kondisi finansial.
Teori akuntansi memiliki berbagai pendekatan seperti pragmatis, sintaktik, semantik, normatif, positif, naturalistik, dan ilmiah. Elemen utama teori ini mencakup kegunaan informasi, serta karakteristik informasi seperti relevansi, reliabilitas, keterbandingan, dan konsistensi. Selain itu, terdapat empat asumsi dasar dalam penyusunan laporan keuangan: entitas bisnis, periodisitas, kelangsungan usaha, dan uang sebagai satuan pengukur.
Kerangka Konseptual untuk Pelaporan Keuangan berisi prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman dalam penyusunan dan penafsiran standar akuntansi. Tujuannya adalah untuk membantu pengembangan dan peninjauan standar, menyatukan prinsip dan prosedur akuntansi, serta mengurangi alternatif perlakuan akuntansi yang beragam. Selain itu, kerangka ini mendukung badan penyusun standar nasional, memandu penyusun laporan keuangan dalam penerapan IAS, membantu auditor menilai kepatuhan, serta memudahkan pengguna dalam memahami laporan keuangan. Kerangka ini juga memberikan gambaran tentang pendekatan IASC dalam merumuskan prinsip akuntansi.Memberikan informasi tentang pendekatannya dalam merumuskan prinsip akuntansi kepada pihak-pihak yang tertarik pada pekerjaan IASC (International Accounting Standards Committee).
Kerangka Konseptual berfokus pada laporan keuangan tujuan umum tahunan, termasuk laporan konsolidasian, dan tidak mencakup laporan khusus seperti prospektus atau pajak. Pengguna laporan keuangan meliputi investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok, pelanggan, pemerintah, dan masyarakat umum, masing-masing dengan kebutuhan informasi berbeda. Meski tidak semua kebutuhan bisa dipenuhi, laporan keuangan tetap menyediakan informasi dasar yang umum dibutuhkan semua pihak.