Nama: Murni Solekha
NPM: 2413031061
Berdasarkan kedua jurnal tersebut, Muhammad Daham Sabbar dan Concepts of Behavioral Accounting from Psychological, Social, and Human Behavior Aspects, aspek perilaku dalam akuntansi menekankan bahwa perilaku manusia, baik individu maupun kelompok, sangat memengaruhi bagaimana informasi akuntansi dihasilkan, dipersepsikan, dan digunakan dalam pengambilan keputusan. Akuntansi tidak dapat dipisahkan dari faktor psikologis, sosial, dan budaya yang memengaruhi respons manusia terhadap sistem, aturan, serta tekanan organisasi. Urgensinya terletak pada pentingnya memahami perilaku agar kebijakan akuntansi lebih realistis, transparan, dan dapat diterapkan secara efektif di lingkungan yang kompleks.
Sementara itu, dalam proses standard-setting, aspek perilaku dan ekonomi politik sangat berperan karena penyusunan standar akuntansi sering kali dipengaruhi oleh kepentingan ekonomi, kekuasaan, dan tekanan politik dari berbagai pihak, seperti regulator, perusahaan besar, dan investor. Proses ini bukan hanya teknis, tetapi juga refleksi dari interaksi sosial dan kekuatan politik global. Oleh karena itu, akuntan perlu memahami dinamika perilaku dan politik dalam pembentukan standar agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aturan formal, tetapi juga mencerminkan keadilan, akuntabilitas, dan kebutuhan pengguna laporan keuangan secara luas.
NPM: 2413031061
Berdasarkan kedua jurnal tersebut, Muhammad Daham Sabbar dan Concepts of Behavioral Accounting from Psychological, Social, and Human Behavior Aspects, aspek perilaku dalam akuntansi menekankan bahwa perilaku manusia, baik individu maupun kelompok, sangat memengaruhi bagaimana informasi akuntansi dihasilkan, dipersepsikan, dan digunakan dalam pengambilan keputusan. Akuntansi tidak dapat dipisahkan dari faktor psikologis, sosial, dan budaya yang memengaruhi respons manusia terhadap sistem, aturan, serta tekanan organisasi. Urgensinya terletak pada pentingnya memahami perilaku agar kebijakan akuntansi lebih realistis, transparan, dan dapat diterapkan secara efektif di lingkungan yang kompleks.
Sementara itu, dalam proses standard-setting, aspek perilaku dan ekonomi politik sangat berperan karena penyusunan standar akuntansi sering kali dipengaruhi oleh kepentingan ekonomi, kekuasaan, dan tekanan politik dari berbagai pihak, seperti regulator, perusahaan besar, dan investor. Proses ini bukan hanya teknis, tetapi juga refleksi dari interaksi sosial dan kekuatan politik global. Oleh karena itu, akuntan perlu memahami dinamika perilaku dan politik dalam pembentukan standar agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aturan formal, tetapi juga mencerminkan keadilan, akuntabilitas, dan kebutuhan pengguna laporan keuangan secara luas.