Posts made by Murni Solekha

AKM B2025 -> Diskusi

by Murni Solekha -
Nama: Murni Solekha
NPM; 2413031061

Aset tak berwujud dicatat ketika perusahaan diyakini akan mendapatkan keuntungan ekonomi di masa mendatang dan biayanya dapat diukur dengan akurat, contohnya termasuk hak paten, merek dagang, lisensi, atau perangkat lunak. Saat pertama kali diakui, aset tersebut dinilai berdasarkan biaya perolehannya. Kemudian, penilaian dilakukan menggunakan model biaya, yaitu harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan kerugian akibat penurunan nilai. Dalam laporan keuangan, aset yang tidak berwujud ditampilkan di bagian aset tidak lancar, dan detail seperti jenis aset, masa manfaat, metode amortisasi, serta nilai tercatat dijelaskan dalam catatan laporan keuangan untuk memastikan informasi yang diberikan lebih jelas dan dapat diandalkan.

TA B 2025 -> DISKUSI

by Murni Solekha -
Nama: Murni Solekha
NPM: 2413031061

Setelah saya menyimak video "Reporting on SDGs" saya memahami pentingnya 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) bagi bisnis dan bagaimana perusahaan dapat mengintegrasikan tujuan-tujuan ini ke dalam strategi mereka serta melaporkan pencapaiannya. Pelaporan SDGs membantu perusahaan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas terhadap dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang mereka hasilkan, serta membangun reputasi positif di mata konsumen, investor, dan pemangku kepentingan lainnya.
Pelaporan SDGs membantu bisnis mengelola risiko, mendorong inovasi dan efisiensi, memperkuat reputasi, serta membuka peluang pasar baru. Transparansi dalam pelaporan meningkatkan daya saing dan memudahkan akses pendanaan, sehingga menjadi langkah strategis untuk keberlanjutan dan pertumbuhan perusahaan.
Nama: Murni Solekha
NPM: 2413031061

Mengenai materi tentang aspek perilaku dalam akuntansi dan proses standard-setting & ekonomi politiknya, saya sudah membaca beberapa referensi terkait dengan topik yaitu:

Buku “Aspek Perilaku Manusia dalam Dunia Akuntansi” karya Tjiptohadi (2020) membahas bagaimana sikap, motivasi, etika, dan perilaku individu memengaruhi proses serta hasil akuntansi. Buku ini menekankan bahwa akuntansi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis dan sosial manusia, seperti pengambilan keputusan, tekanan organisasi, dan tanggung jawab etis dalam pelaporan keuangan.
Buku “Teori Akuntansi: Konsep dan Praktis” karya Harnoviansah, Anasta, dan Sopanah (2023) membahas bahwa standar setting adalah proses penetapan standar akuntansi untuk menciptakan keseragaman, relevansi, dan keandalan laporan keuangan. Proses ini dilakukan oleh lembaga seperti IASB dan DSAK-IAI, melalui tahapan mulai dari identifikasi isu hingga penerbitan standar akhir. Buku ini juga menekankan bahwa penyusunan standar dipengaruhi oleh faktor ekonomi, politik, dan perilaku manusia.