Posts made by Aulia Rahma Azzahra

ppipssd -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

Izin menjawab pertanyaan dari Ika, guru sebaiknya membuat pembelajaran IPS lebih aktif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Misalnya, guru bisa mengajak siswa berdiskusi, mengamati lingkungan sekitar, bermain peran, atau membahas masalah sosial yang mereka temui.
Dengan begitu, siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami, berpikir kritis, mencari solusi, dan menerapkan pengetahuan IPS dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan materi PPT bahwa pembelajaran IPS perlu aktif, kontekstual, dan berbasis pengalaman.

ppipssd -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab pertanyaan dari cahya, dan memperkuat jawaban rekan saya, saya sependapat bahwa bermain peran sangat membantu untuk meningkatkan kemampuan sosial karena siswa tidak hanya berbicara saja, tetapi juga langsung melatih cara berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain. Melalui kegiatan ini, siswa bisa belajar memahami peran dan cara melihat hal-hal dari sudut pandang orang lain, berbicara tentang pendapat mereka, mendengarkan dengan saksama, serta belajar untuk menghargai perbedaan di antara orang-orang. Ini sesuai dengan pembelajaran IPS yang fokus pada pengalaman langsung, berkomunikasi, bekerja sama, saling toleran, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

Contohnya, dalam materi tentang keberagaman di kelas V, siswa bisa bermain peran sebagai anggota masyarakat yang memiliki latar belakang yang berbeda. Setiap siswa diberi tugas tertentu dan harus berkerjasama dalam menyelesaikan suatu masalah. Dari kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memahami materi tentang keberagaman, tetapi juga belajar berkomunikasi dengan baik, menghargai perbedaan antar orang, bekerja sama dalam tim, bertanggung jawab atas tugasnya, serta menunjukkan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

ppipssd -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

Izin menjawab pertanyaan dari rika dan menambahkan jawaban dari rekan saya, penggabungan berbagai disiplin ilmu dalam IPS juga dapat membantu siswa melihat suatu permasalahan dari beberapa sudut pandang dan memahami hubungan sebab-akibatnya. Misalnya pada materi pasar tradisional, siswa dapat mempelajari kegiatan jual beli dari sisi ekonomi, interaksi penjual dan pembeli dari sisi sosial, serta kondisi lingkungan pasar dari sisi geografi. Jadi, siswa tidak hanya memahami satu konsep, tetapi dapat melihat keterkaitan antar konsep dalam kehidupan sehari-hari.

ppipssd -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab pertanyaan rodiyah, menurut saya, materi IPS perlu diperbarui setiap tahunnya, terutama contoh dan kasus sosial yang digunakan. Tidak semua materi harus diubah, karena konsep dasarnya tetap penting. Yang perlu diubah adalah contoh, kasus, dan fenomena yang terkait dengan perkembangan masyarakat dan teknologi.
Alasannya dikarenakan IPS bersifat dinamis dan harus dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Materi yang baru akan membantu siswa memahami dengan lebih baik bagaimana pelajaran terkait dengan situasi di sekitar mereka.

Misalnya, ketika mengajarkan aktivitas ekonomi, guru tidak hanya menjelaskan proses beli dan jual di pasar tradisional, tetapi juga bisa membahas transaksi jual beli melalui toko online yang kini sering dilakukan oleh masyarakat. Dengan cara itu, siswa menyadari bahwa kegiatan ekonomi bisa mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan teknologi.

Jadi, materi utama tetap dijaga, tetapi contoh dan masalah sosialnya perlu diperbarui secara teratur agar pembelajaran IPS tetap sesuai dengan kebutuhan.

ppipssd -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab pertanyaan dari sofi, nilai karakter tidak bisa diukur hanya dengan tes pengetahuan seperti soal pilihan ganda yang menguji pemahaman tentang toleransi atau tanggung jawab, karena jenis tes tersebut hanya menunjukkan sejauh mana seseorang memahami konsep, bukan bagaimana nilai itu diwujudkan dalam tindakan nyata. Mengevaluasi karakter seseorang perlu melalui pengamatan terhadap perilaku yang dilakukan secara terus-menerus dan konsisten, seperti kebiasaan membuang sampah di tempatnya sendiri serta secara aktif ikut membersihkan lingkungan sekolah tanpa harus diminta berulang kali, sebagai indikator sikap peduli lingkungan.Kemauan untuk berteman dan bekerja sama dengan siapa pun tanpa memandang perbedaan, merupakan indikator menghargai keberagaman dan toleransi.Sementara itu, konsistensinya dalam menyelesaikan tugas piket atau tugas kelompok sesuai peran yang diberikan, menunjukkan indikator tanggung jawab.

Alat yang tepat untuk mengevaluasi hal tersebut bukanlah ujian tertulis, melainkan lembar pengamatan harian atau mingguan yang mencakup indikator perilaku tertentu, jurnal sederhana yang ditulis atau diceritakan oleh siswa tentang pengalaman mereka, penilaian dari teman sejawat selama kegiatan kelompok, serta portofolio perkembangan sikap yang dicatat oleh guru secara rutin. Cara ini penting karena memahami nilai-nilai tersebut membutuhkan waktu yang lama, bukan sesuatu yang bisa langsung terlihat atau diukur hanya dalam satu kali pengecekan.