Nama : Aulia Rahma Azzahra
Npm : 2413053048
Izin menjawab pertanyaan manda, jika siswa tidak tertarik dengan masalah sosial di sekitar mereka, guru harus mengubah metode pengajaran agar lebih relevan dengan kehidupan siswa. Guru tidak hanya menjelaskan materi dengan berbicara di depan kelas, tetapi juga harus membimbing siswa untuk melihat dan memahami masalah sosial yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, dalam topik perhatian terhadap lingkungan, guru bisa mengajak siswa untuk melihat kondisi kebersihan di sekolah. Setelah itu, para siswa mendiskusikan dalam kelompok mengenai penyebab dari lingkungan yang kotor, dampak yang timbul, serta solusi yang bisa dilakukan. Siswa juga dapat melakukan kegiatan yang sederhana, misalnya membantu membersihkan lingkungan kelas dengan bekerja bakti. Melalui kegiatan itu, siswa tidak hanya memahami apa itu masalah sosial, tetapi juga belajar berpikir secara kritis, bekerja sama dengan teman, bertanggung jawab atas tindakan mereka, serta peduli terhadap lingkungan sekitar.
Ini sesuai dengan tujuan pembelajaran IPS untuk SD, yaitu tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga melatih kemampuan sosial, sikap, nilai, serta kemampuan siswa dalam menghadapi berbagai permasalahan di kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung membuat materi IPS lebih bermakna bagi siswa.
Jadi, menurut saya, jika siswa tidak tertarik dengan masalah sosial, guru perlu mengaitkan materi dengan pengalaman yang pernah dialami siswa dan membuat mereka aktif serta terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Dengan cara itu, siswa akan lebih mudah menyadari bahwa pelajaran IPS tidak hanya tentang materi yang harus dipelajari, tetapi juga berkaitan erat dengan kehidupan mereka sehari-hari sebagai anggota masyarakat
Npm : 2413053048
Izin menjawab pertanyaan manda, jika siswa tidak tertarik dengan masalah sosial di sekitar mereka, guru harus mengubah metode pengajaran agar lebih relevan dengan kehidupan siswa. Guru tidak hanya menjelaskan materi dengan berbicara di depan kelas, tetapi juga harus membimbing siswa untuk melihat dan memahami masalah sosial yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, dalam topik perhatian terhadap lingkungan, guru bisa mengajak siswa untuk melihat kondisi kebersihan di sekolah. Setelah itu, para siswa mendiskusikan dalam kelompok mengenai penyebab dari lingkungan yang kotor, dampak yang timbul, serta solusi yang bisa dilakukan. Siswa juga dapat melakukan kegiatan yang sederhana, misalnya membantu membersihkan lingkungan kelas dengan bekerja bakti. Melalui kegiatan itu, siswa tidak hanya memahami apa itu masalah sosial, tetapi juga belajar berpikir secara kritis, bekerja sama dengan teman, bertanggung jawab atas tindakan mereka, serta peduli terhadap lingkungan sekitar.
Ini sesuai dengan tujuan pembelajaran IPS untuk SD, yaitu tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga melatih kemampuan sosial, sikap, nilai, serta kemampuan siswa dalam menghadapi berbagai permasalahan di kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung membuat materi IPS lebih bermakna bagi siswa.
Jadi, menurut saya, jika siswa tidak tertarik dengan masalah sosial, guru perlu mengaitkan materi dengan pengalaman yang pernah dialami siswa dan membuat mereka aktif serta terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Dengan cara itu, siswa akan lebih mudah menyadari bahwa pelajaran IPS tidak hanya tentang materi yang harus dipelajari, tetapi juga berkaitan erat dengan kehidupan mereka sehari-hari sebagai anggota masyarakat