betulll bangettt, jadi kenapa sii menurut teori maslow itu seseorang tetap bersemangat mengejar karya walaupun memiliki kebutuhan finansial yang sudah tercukupi, jadi, karena seseorang yang sudah mencapai tahap self-actualization akan memiliki motivasi yang berbeda dari mereka yang masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Pada tahap ini, dorongan utama bukan lagi soal mencari uang atau memenuhi kebutuhan finansial, melainkan bagaimana ia bisa mengekspresikan diri sepenuhnya, mengembangkan potensi yang dimiliki, serta memberikan kontribusi yang lebih luas bagi orang lain. Itulah sebabnya banyak orang tetap bersemangat mengajar atau berkarya meskipun secara materi mereka sudah cukup.
Mengajar, misalnya, bukan hanya sekadar pekerjaan bagi seseorang yang sudah sampai di tahap aktualisasi diri, melainkan sebuah panggilan hidup. Ada rasa puas dan bahagia ketika ia bisa membagikan ilmu, melihat orang lain berkembang, dan menyadari bahwa kehadirannya memberi makna. Begitu juga dalam berkarya, hasil yang dihasilkan bukan hanya untuk mendapatkan penghasilan, tetapi menjadi cara untuk meninggalkan jejak, menyampaikan ide, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Mengajar, misalnya, bukan hanya sekadar pekerjaan bagi seseorang yang sudah sampai di tahap aktualisasi diri, melainkan sebuah panggilan hidup. Ada rasa puas dan bahagia ketika ia bisa membagikan ilmu, melihat orang lain berkembang, dan menyadari bahwa kehadirannya memberi makna. Begitu juga dalam berkarya, hasil yang dihasilkan bukan hanya untuk mendapatkan penghasilan, tetapi menjadi cara untuk meninggalkan jejak, menyampaikan ide, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.