གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ T.A. Nicholas Gland Gultom_2451011027

T.A. Nicholas Gland Gultom
2451011027

  •           Video ini memberikan wawasan yang penting mengenai Pancasila sebagai sistem etika yang seharusnya menjadi panduan moral bagi bangsa Indonesia. Dari perspektif etika, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang membentuk hubungan sosial dan perilaku kita. Nilai-nilai seperti keadilan sosial, kemanusiaan yang adil dan beradab, serta persatuan, jika dihayati dengan baik, dapat membantu kita membangun masyarakat yang lebih harmonis dan adil.
  •            Namun, melihat Pancasila dari perspektif etika ini juga mengingatkan kita tentang tantangan yang dihadapi dalam menerapkannya di era modern. Misalnya, dalam konteks sila kedua dan kelima yang berbicara tentang keadilan dan kemanusiaan, kita dihadapkan pada tantangan-tantangan seperti kesenjangan sosial, intoleransi, dan masih banyaknya kasus ketidakadilan. Tantangan-tantangan ini menguji sejauh mana Pancasila benar-benar berfungsi sebagai etika hidup bangsa. Saya merasa bahwa jika prinsip-prinsip ini diterapkan lebih konsisten, kita bisa menghadapi masalah-masalah tersebut dengan lebih baik.
  •             Selain itu, tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi sering kali mengaburkan nilai-nilai lokal yang terkandung dalam Pancasila. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami Pancasila tidak hanya sebagai ideologi, tetapi juga sebagai pedoman moral yang tetap relevan dan harus kita jaga dalam menghadapi pengaruh budaya luar. Video ini mengingatkan kita bahwa Pancasila perlu terus ditanamkan dalam diri setiap warga negara agar tetap menjadi landasan etika yang kuat dalam menghadapi perubahan zaman.
Nama : T.A. Nicholas Gland Gultom
NPM : 2451011027

Artikel tersebut membahas tentang peran dan fungsi Pancasila sebagai filosofi dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pancasila diposisikan sebagai landasan fundamental yang berfungsi sebagai roh dan identitas pendidikan nasional. Permasalahan yang diangkat dalam artikel ini meliputi tantangan dalam implementasi nilai-nilai Pancasila di bidang pendidikan, seperti menurunnya etos kolektif, krisis moral, dan keterbatasan pemahaman para pendidik dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam pembelajaran lintas bidang studi.

Hasil penelitian dalam artikel ini menunjukkan bahwa agar pendidikan nasional efektif dalam membentuk karakter bangsa, nilai-nilai Pancasila harus diinternalisasikan bukan hanya dalam mata pelajaran khusus, tetapi dalam semua aspek pembelajaran. Pengembangan pendidikan yang berbasis Pancasila diharapkan mampu menciptakan generasi yang memiliki moral, etika, dan komitmen kebangsaan yang kuat. Penerapan ini juga disarankan melalui "hidden curriculum" untuk memperkuat penanaman nilai tanpa terlihat secara eksplisit.

Secara keseluruhan, artikel ini menegaskan bahwa integrasi filsafat Pancasila dalam pendidikan bukan hanya menjadi pilihan, melainkan suatu keharusan untuk menjaga karakter bangsa dan menciptakan pendidikan yang relevan dengan identitas nasional.
Nama : T.A. Nicholas Gland Gultom
NPM : 2451011027

Pancasila memiliki peran yang sangat penting sebagai filsafat negara karena menjadi landasan nilai serta pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila mengandung nilai-nilai mendasar seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang membentuk prinsip moral dalam perilaku individu maupun sosial. Melalui etika Pancasila, setiap warga negara didorong untuk menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut sebagai pedoman yang menjaga keharmonisan, persatuan, dan keadilan di masyarakat.

Pembelajaran Pancasila hingga tingkat perguruan tinggi bertujuan agar generasi muda memahami dan mendalami nilai-nilai ini, membentuk karakter yang kuat dan kesadaran yang tinggi sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Dengan memahami Pancasila, mahasiswa diharapkan memiliki landasan moral yang kokoh untuk menghindari tindakan merugikan, seperti korupsi, serta berperilaku sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa.