གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ T.A. Nicholas Gland Gultom_2451011027

Nama : T.A. Nicholas Gland Gultom
NPM: 2451011027
Mempertahankan ideologi Pancasila di era digital memerlukan langkah konkret yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Era digital memberikan tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten negatif yang dapat menggerus nilai-nilai kebangsaan. Untuk menghadapi hal ini, literasi digital menjadi kunci utama. Dengan memahami cara menggunakan teknologi secara bijak, masyarakat dapat memilah informasi yang benar, mencegah penyebaran konten yang merusak, dan membangun perilaku digital yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila seperti keadilan, kemanusiaan, dan persatuan.
Nama : T.A. Nicholas Gland Gultom
NPM : 2451011027
Jaksa Jovi Andrea melaporkan ke DPR adanya dugaan kriminalisasi dan perlakuan tidak adil yang dialaminya. Ia menuduh mantan atasannya, Siti Kholijah Arahab, mantan Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan, berada di balik masalah ini. Jovi mengklaim dirinya dituduh secara tidak benar atas pernyataan yang ia sampaikan di media sosial terkait penggunaan mobil dinas oleh seorang rekan kerja. Ia menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk mencegah penyalahgunaan wewenang, bukan untuk menyerang pribadi.
Kasus ini menyoroti sisi gelap penggunaan media sosial. Kritik yang awalnya bertujuan baik justru berbalik menjadi masalah hukum. Hal ini menunjukkan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial dan mematuhi aturan yang berlaku. Lebih jauh lagi, kasus ini juga mengungkap adanya dugaan pelanggaran etika dan kekuasaan dalam sebuah institusi.

Intinya, Jaksa Jovi merasa dirinya diperlakukan tidak adil karena mengungkapkan kejanggalan di lingkungan kerjanya melalui media sosial. Kasus ini membuka diskusi tentang penggunaan media sosial, etika dalam berorganisasi, dan pentingnya menjaga integritas institusi.
Poin penting :
* Dugaan kriminalisasi: Jaksa Jovi merasa dirinya dituduh secara tidak adil.
* Perilaku tidak profesional: Ada dugaan tindakan sewenang-wenang dari atasan.
* Penggunaan media sosial: Media sosial menjadi alat untuk menyampaikan kritik, namun juga bisa menjadi bumerang.
* Pentingnya etika: Kasus ini menyoroti pentingnya menjaga etika, baik dalam berorganisasi maupun dalam menggunakan media sosial.