Nama : Amalia Syifa Urrohmah
NPM : 2413053221
1. Pemilihan bahan ajar dan media pembelajaran yang tepat itu penting, karena dapat membantu guru menyampaikan materi IPS secara lebih jelas, konkret, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik SD. Beberapa konsep dalam IPS bersifat abstrak, seperti interaksi sosial, keberagaman, kegiatan ekonomi, norma, dan perubahan sosial, sehingga peserta didik dapat mengalami kesulitan apabila materi hanya disampaikan melalui penjelasan verbal atau buku teks. Bahan ajar yang sistematis dan media yang sesuai dapat memberikan gambaran yang lebih nyata sehingga peserta didik lebih mudah memahami konsep yang dipelajari. Media pembelajaran juga dapat meningkatkan perhatian dan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Misalnya, materi tentang keragaman budaya dapat disampaikan melalui gambar, video, peta, atau benda budaya sehingga peserta didik tidak hanya menghafal informasi, tetapi dapat mengamati dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata.
2. Guru dapat memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dengan mengajak peserta didik mengamati berbagai aktivitas sosial yang ada di lingkungan mereka. Misalnya, peserta didik dapat mengamati kegiatan jual beli di pasar, kegiatan ekonomi masyarakat, keberagaman pekerjaan, bentuk interaksi sosial, atau kondisi lingkungan tempat tinggal. Hasil pengamatan tersebut kemudian dapat digunakan sebagai bahan diskusi dan dikaitkan dengan materi IPS yang sedang dipelajari. Cara ini membuat pembelajaran lebih kontekstual karena peserta didik mempelajari sesuatu yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Teknologi digital juga dapat dimanfaatkan melalui video pembelajaran, peta digital, gambar interaktif, presentasi, atau sumber informasi digital yang relevan dan sesuai usia peserta didik. Sementara itu, sumber belajar lokal seperti cerita sejarah daerah, tradisi masyarakat, tokoh lokal, tempat bersejarah, maupun kegiatan ekonomi masyarakat dapat digunakan untuk memperkuat pemahaman peserta didik terhadap materi. Penggunaan berbagai sumber tersebut sebaiknya tetap disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan kemampuan peserta didik, sehingga teknologi maupun lingkungan tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi benar-benar mendukung tercapainya kompetensi yang diharapkan.
3. Menurut pendapat saya, media tersebut belum dapat dikatakan efektif hanya karena memiliki tampilan visual yang menarik. Efektivitas media pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh daya tariknya, tetapi juga oleh kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran, materi, karakteristik peserta didik, serta kemampuan media tersebut dalam membantu mencapai kompetensi yang diharapkan. Media yang menarik tetapi tidak mendukung pemahaman materi justru dapat mengalihkan perhatian peserta didik dari tujuan pembelajaran.
Secara pedagogis, guru perlu mempertimbangkan tingkat perkembangan kognitif peserta didik, kemampuan memahami informasi, minat, kebutuhan belajar, serta konteks pembelajaran sebelum memilih media. Misalnya, media dengan animasi yang sangat menarik tetapi memuat informasi terlalu kompleks mungkin kurang sesuai untuk peserta didik SD. Sebaliknya, media sederhana tetapi mampu menyajikan konsep secara jelas, melibatkan peserta didik, dan membantu mereka mencapai tujuan pembelajaran dapat lebih efektif. Oleh karena itu, daya tarik visual merupakan salah satu pertimbangan, bukan ukuran utama efektivitas media. Media yang efektif adalah media yang menarik sekaligus fungsional, relevan, mudah dipahami, dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.