Kiriman dibuat oleh Dwita Zahra Pramesti

MKU Pancasila Manajemen A -> forum tanggapan video 1

oleh Dwita Zahra Pramesti -
Nama : Dwita Zahra Pramesti
NPM : 2411011063

Assalamualaikum wr.wb. Selamat malam Bapak Roy, mohon maaf mengganggu waktu istirahatnya. Izin menjawab video yang telah bapak lampirkan.

Dalam video yang ditayangkan, menghimpunkan kronologi kasus Prostitusi Kasus Jaksa Jovi, menjelaskan perilaku masyarakat pencari hobi di media sosial dan etika berkomunikasi. Video tersebut, menaampilkan Jaksa Jovi yang mengolok-olok salah satu koleganya yang membawa mobil dinas pulang yang akhirnya menyebar ke publik. Masalah ini menunjukkan bagaimana relasi media sosial, yang normanya bersifat keakhiran, bisa berinteraksi dengan relasi yang bersifat hukum, dan bisa disalahgunakan di hadapan publik. Hal-hal semacam ini merefleksikan media sosial sebagai senjata untuk menyerang dan menyerang orang secara pribadi, pembangkit emosi berdasarkan imaji sosial selebriti dll.

Dalam pengertian ini, perkembangan teknologi yang nyaris tak terhindar dari kehidupan manusia memungkinkan perluasan pola pola interaksi semacam itu. Dengan ini dalam praktik apapun, muatan konten yang ada di media sosial mematuhi etika dan nilai nilai Pancasila. Nilai-nilai ini juga berupaya meningkatkan kesinambungan perilaku yang gerakan, sinergal dan menghormati hak asasi manusia. Akibatnya, pengguna media sosial sebagai salah satu bagian dari manusia beradab harus mematuhi etika berkomunikasi yang tidak mencemari tala, tidak berdaya provokasi.
Nama : Dwita Zahra Pramesti
NPM : 2411011063

Assalamualaikum wr.wb.
Selamat siang Bapak Roy, izin menanggapi video pada pertemuan ke 12 yang telah bapak berikan.

1. Pancasila sebagai Panduan Moral
Pancasila harus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dihafal atau dijadikan simbol. Mahasiswa, sebagai generasi penerus, diharapkan dapat menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dan menerapkannya dalam keputusan dan tindakan mereka.

2. Tantangan Pancasila
Beberapa tantangan yang dihadapi Pancasila di era modern:
  • Perubahan Sosial: Globalisasi dan modernisasi membawa perubahan yang cepat dalam masyarakat. Nilai-nilai tradisional sering kali tergerus oleh budaya asing.
  • Lunturnya Wibawa Pemerintah: Kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah menurun, yang dapat mengganggu penerapan nilai-nilai Pancasila.
  • Dampak Negatif Teknologi: Teknologi membawa kemudahan, tetapi juga menyebarkan informasi yang tidak akurat dan memicu konflik sosial


3. Etika vs. Etiket

Etika berkaitan dengan prinsip moral dan nilai-nilai yang mendasari tindakan kita, sedangkan etiket lebih berfokus pada norma sosial dan sopan santun. Pemahaman ini penting agar mahasiswa tidak hanya mematuhi aturan sosial tetapi juga memahami alasan di balik tindakan mereka.

4. Peran Mahasiswa
Mahasiswa memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan. Mereka harus mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Pendidikan karakter yang berbasis pada Pancasila sangat penting untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki integritas moral.

Pendapat :
Saya percaya bahwa pemahaman dan penerapan Pancasila sebagai sistem etika sangat relevan di zaman sekarang. Dalam dunia yang semakin kompleks dan penuh tantangan, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi landasan yang kuat untuk membangun karakter bangsa yang lebih baik. Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara, namun juga pancasila sebagai panduan hidup yang harus diterapkan oleh setiap individu. Dengan memahami tantangan-tantangan yang ada dan berkomitmen untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Menjawab Artikel

oleh Dwita Zahra Pramesti -

Nama : Dwita Zahra Pramesti 

NPM : 2411011063


Assalamualaikum wr.wb. Selamat malam Bapak Roy, izinkan saya untuk menanggapi artikel yang sudah bapak berikan.



Analis peran dan fungsi Filsafat Pancasila dalam pendidikan di Indonesia:

1.Filsafat Pancasila sebagai Landasan Pendidikan

Filsafat Pancasila berfungsi sebagai landasan filosofis yang mengarahkan sistem pendidikan di Indonesia. Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi sumber nilai yang harus diinternalisasi dalam proses pendidikan. 


2.Proses Pembudayaan dalam Pendidikan

Pendidikan diartikan sebagai proses pembudayaan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan kepribadian manusia. Filsafat Pancasila memberikan kerangka kerja untuk memahami bagaimana pendidikan dapat berfungsi sebagai alat untuk membentuk identitas nasional dan karakter bangsa. 


3.Pendekatan Interdisipliner dalam Pendidikan

Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan harus melibatkan berbagai disiplin ilmu untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada siswa. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar dari satu perspektif, tetapi dapat mengaitkan pengetahuan dari berbagai bidang, yang pada gilirannya dapat memperkaya pengalaman belajar mereka 


4.Relevansi dan Daya Guna Pendidikan

Pendidikan harus mampu memberikan manfaat yang signifikan bagi kehidupan siswa, baik secara personal maupun sosial. Ini berarti bahwa kurikulum dan metode pengajaran harus dirancang untuk tidak hanya memenuhi standar akademis, tetapi juga untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan kehidupan nyata.


5.Identitas Ilmu Pendidikan

Nilai-nilai Pancasila menjadi acuan dalam menyusun sistem pendidikan yang mencerminkan karakter dan budaya bangsa. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berfungsi untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga untuk membangun karakter dan identitas nasional.


6.Metode Penelitian Deskriptif-Analitis

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis, yang memungkinkan penulis untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang relevan mengenai Pancasila dan pendidikan. Metode ini membantu dalam menghasilkan ide dan gagasan yang dapat diterapkan dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, serta memberikan wawasan yang lebih dalam tentang hubungan antara filsafat dan praktik pendidikan.