Posts made by Tiara Srinida Aprita_ 2411011064

Nama: Tiara Srinida Aprita
NPM: 2411011064

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat Pagi Bapak Roy dan teman-teman semua, Izin memberikan tanggapan mengenai video yang telah diberikan.

Video ini membahas ketahanan ideologi Pancasila di era digital, menyoroti tantangan yang dihadapi Indonesia akibat pengaruh ideologi asing melalui internet. Dengan 212,35 juta pengguna internet, ancaman terhadap ideologi nasional semakin nyata.

Era digital telah meningkatkan aksesibilitas dan interaktivitas global, sehingga ancaman ideologi asing seperti liberalisme, komunisme, sosialisme, dan radikalisme semakin dekat dan sulit dihindari. Penggunaan internet yang luas di Indonesia (212,35 juta orang pada Maret 2021) juga meningkatkan risiko paparan ideologi asing.

Untuk menindaklanjuti paparan ideologi asing kita perlu memertahankan Ideologi Pancasila.

Ideologi Pancasila merupakan prinsip dasar bagi bangsa Indonesia, ditetapkan oleh Bapa Bangsa Indonesia, Ir. Soekarno, dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 1 Juni 1945. Pancasila bertujuan untuk menyatukan bangsa Indonesia dan memberikan arah yang tepat menuju masa depan.

Untuk mempertahankan ideologi Pancasila di era digital, beberapa strategi dapat dilakukan:

-Struktur Melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

1. Dialog Empat Pilar: Dialog antara berbagai kelompok masyarakat untuk memperkuat kesadaran akan Pancasila.
2. Pagelaran Seni Budaya: Upaya melestarikan budaya dan seni yang relevan dengan nilai-nilai Pancasila.
3. Pembuatan Film Animasi 3 Dimensi: Konten visual yang edukatif tentang Pancasila.
4. Training of Trainer: Pelatihan bagi instruktur untuk memastikan mereka bisa menyampaikan materi Pancasila dengan efektif.
5. Lomba 4 Pilar: Kompetisi yang fokus pada penyebaran nilai-nilai Pancasila.

-Kultur Melalui Pendidikan

1. Pembelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan: Integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum sekolah.
2. Nilai Religius: Pembiasaan doa sebelum dan sesudah aktivitas.
3. Nasionalisme dan Wawasan Kebangsaan: Menyanyikan lagu-lagu daerah dan nasional.
4. Cooperative Learning: Pendekatan belajar bersama untuk memupuk kebebasan berpendapat, gotong royong, toleransi, dan kerukunan.
5. Mengadakan Lomba Video Iklan Layanan Masyarakat: Aktivitas yang menampilkan wawasan kebangsaan melalui konten video.

-Generasi Milenial Sebagai Motor Utama

Generasi milenial harus dibekali dengan jiwa Pancasila untuk menghadapi dinamika perubahan di masa depan. Mereka harus dijaga dari proyek-proyek misinformasi dan propaganda asing.

Kesimpulan

Memertahankan ideologi Pancasila di era digital membutuhkan upaya bersama dari seluruh warga negara. Dengan melakukan sosialisasi yang kuat melalui struktur dan kultur, serta memfokuskan pada generasi milenial, kita dapat memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dan kuat dalam menghadapi tantangan global.
Nama: Tiara Srinida Aprita
NPM: 2411011064

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat Pagi Bapak Roy dan teman-teman semua, Izin memberikan tanggapan mengenai video yang telah diberikan.

Video ini membahas ketahanan ideologi Pancasila di era digital, menyoroti tantangan yang dihadapi Indonesia akibat pengaruh ideologi asing melalui internet. Dengan 212,35 juta pengguna internet, ancaman terhadap ideologi nasional semakin nyata.

Era digital telah meningkatkan aksesibilitas dan interaktivitas global, sehingga ancaman ideologi asing seperti liberalisme, komunisme, sosialisme, dan radikalisme semakin dekat dan sulit dihindari. Penggunaan internet yang luas di Indonesia (212,35 juta orang pada Maret 2021) juga meningkatkan risiko paparan ideologi asing.

Untuk menindaklanjuti paparan ideologi asing kita perlu memertahankan Ideologi Pancasila.

Ideologi Pancasila merupakan prinsip dasar bagi bangsa Indonesia, ditetapkan oleh Bapa Bangsa Indonesia, Ir. Soekarno, dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 1 Juni 1945. Pancasila bertujuan untuk menyatukan bangsa Indonesia dan memberikan arah yang tepat menuju masa depan.

Untuk mempertahankan ideologi Pancasila di era digital, beberapa strategi dapat dilakukan:

-Struktur Melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

1. Dialog Empat Pilar: Dialog antara berbagai kelompok masyarakat untuk memperkuat kesadaran akan Pancasila.
2. Pagelaran Seni Budaya: Upaya melestarikan budaya dan seni yang relevan dengan nilai-nilai Pancasila.
3. Pembuatan Film Animasi 3 Dimensi: Konten visual yang edukatif tentang Pancasila.
4. Training of Trainer: Pelatihan bagi instruktur untuk memastikan mereka bisa menyampaikan materi Pancasila dengan efektif.
5. Lomba 4 Pilar: Kompetisi yang fokus pada penyebaran nilai-nilai Pancasila.

-Kultur Melalui Pendidikan

1. Pembelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan: Integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum sekolah.
2. Nilai Religius: Pembiasaan doa sebelum dan sesudah aktivitas.
3. Nasionalisme dan Wawasan Kebangsaan: Menyanyikan lagu-lagu daerah dan nasional.
4. Cooperative Learning: Pendekatan belajar bersama untuk memupuk kebebasan berpendapat, gotong royong, toleransi, dan kerukunan.
5. Mengadakan Lomba Video Iklan Layanan Masyarakat: Aktivitas yang menampilkan wawasan kebangsaan melalui konten video.

-Generasi Milenial Sebagai Motor Utama

Generasi milenial harus dibekali dengan jiwa Pancasila untuk menghadapi dinamika perubahan di masa depan. Mereka harus dijaga dari proyek-proyek misinformasi dan propaganda asing.

Kesimpulan

Memertahankan ideologi Pancasila di era digital membutuhkan upaya bersama dari seluruh warga negara. Dengan melakukan sosialisasi yang kuat melalui struktur dan kultur, serta memfokuskan pada generasi milenial, kita dapat memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dan kuat dalam menghadapi tantangan global.
Nama: Tiara Srinida Aprita
NPM: 2411011064

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat Pagi Bapak Roy dan teman-teman semua, Izin memberikan tanggapan mengenai video yang telah diberikan.

Video diatas membahas mengenai masalah yang muncul di media sosial terkait kritik seorang jaksa. Video tersebut membahas kasus Jaksa Jovi yang viral di media sosial setelah mengkritik rekannya, Nella Marsela, terkait penggunaan mobil dinas untuk kepentingan pribadi. Jovi mengekspresikan kritiknya di TikTok, namun dituduh oleh Kejaksaan Agung telah mencemarkan nama baik Nella, yang berujung pada proses hukum.

Permasalahan yang diangkat dalam Vidio diatas, mencakup etika penggunaan media sosial dan tanggung jawab dalam menyampaikan kritik, terutama dalam konteks nilai-nilai Pancasila yang mengedepankan keadilan dan penghormatan terhadap orang lain. Tanggapan terhadap kasus ini menunjukkan pentingnya pemahaman etika digital dalam perkembangan teknologi saat ini. Materi ini mencakup pentingnya etika dalam menggunakan media sosial dan bagaimana konten yang disebarkan harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan dan penghormatan terhadap hak orang lain. Singkatnya penggunaan media sosial haruslah bertanggung jawab dan tidak merugikan orang lain.