Kiriman dibuat oleh Serli Priskila Putri 2411011080

Assalamualaikum Pak Roy, sebelumnya izin memperkenalkan diri :
NAMA : Serli Priskila Putri
NPM : 2411011080
KELAS : S-1 Manajemen
Izin memberikan analisis saya terkait jurnal tersebut pak :Jurnal “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19” membahas bagaimana kewajiban bela negara tetap relevan di masa krisis kesehatan. Penulis menjelaskan bahwa bela negara berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan UU No. 3/2002, terwujud tidak hanya lewat militer, melainkan melalui kepatuhan protokol kesehatan, solidaritas sosial (seperti distribusi sembako dan dukungan logistik tenaga medis), serta pemberantasan hoaks untuk menjaga ketertiban dan kepercayaan publik.

Di sisi lain, pandemi memunculkan hambatan signifikan seperti tekanan ekonomi yang memicu PHK dan kebangkrutan, ketimpangan akses informasi dan layanan kesehatan di wilayah terpencil, serta stigma terhadap pasien dan OTG yang mengurangi keinginan warga untuk melapor atau isolasi mandiri. Untuk itu, penulis merekomendasikan penguatan pendidikan kewarganegaraan sejak dini, sinergi pemerintah danmasyarakat melalui gugus tugas desa/kelurahan, dan kampanye literasi digital guna memperkuat kesadaran hukum serta memerangi disinformasi untuk langkah yang akan memperkokoh ketahanan nasional melalui peran aktif setiap warga.
Assalamualaikum Pak Roy, sebelumnya izin memperkenalkan diri :
NAMA : Serli Priskila Putri
NPM : 2411011080
KELAS : S-1 Manajemen
Izin memberikan analisis saya terkait video tersebut pak :
Video pembelajaran tentang Ketahanan Nasional dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan ini menyajikan uraian menyeluruh mengenai fondasi dan kerangka berpikir ketahanan nasional.
Ketahanan nasional adalah kemampuan bangsa untuk bertahan dan berkembang saat menghadapi berbagai gangguan dan hambatan, baik yang datang dari luar negeri maupun yang bersumber dari dalam negeri. Gangguan ini mencakup ancaman militer, terorisme, dan serangan siber pada infrastruktur kritis, serta gangguan tak terduga seperti bencana alam (gempa bumi dan banjir) yang menuntut kesiapsiagaan dan respons cepat dari seluruh lapisan masyarakat.

Dalam video dijelaskan pula empat komponen utama (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG)). Ancaman dapat bersifat militer maupun non-militer (seperti serangan siber), tantangan muncul dari ketergantungan ekonomi dan disrupsi teknologi, hambatan mencakup masalah internal seperti korupsi dan kesenjangan sosial, sedangkan gangguan meliputi bencana alam dan wabah penyakit yang mengganggu stabilitas nasional.
Untuk menganalisis ketahanan nasional secara menyeluruh, narasumber menghadirkan kerangka Astagatra, yang menggabungkan tiga elemen alam dan demografi serta lima elemen ideasional dan struktural. Di satu sisi, faktor alam dan penduduk (letak geografis sebagai negara kepulauan, kekayaan sumber daya alam, dan kondisi demografi) menentukan peluang serta kerawanan bangsa. Disisi lain, ideologi Pancasila, stabilitas politik, kekuatan ekonomi, keberagaman sosial-budaya, dan sistem pertahanan-keamanan bersama membentuk landasan kokoh bagi ketahanan nasional.

Video juga menyertakan contoh nyata untuk mengilustrasikan konsep ini seperti penenggelaman kapal ikan ilegal sebagai simbol penegakan kedaulatan laut, patroli rutin TNI AL di Natuna untuk menjaga Zona Ekonomi Eksklusif, serta latihan evakuasi dan koordinasi penanganan bencana oleh pemerintah daerah dan relawan. Contoh tersebut menegaskan bahwa ketahanan nasional mencakup aspek pertahanan, diplomasi, dan kerja sama masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman.
Secara keseluruhan, penyajian materi yang lengkap dan beragam ilustrasi membuat mahasiswa lebih memahami bahwa memperkuat ketahanan nasional bukan hanya tugas militer atau pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap warga negara. Melalui sikap kritis, partisipasi sosial, dan kedisiplinan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.