Nama: Zalfaa Dzakiyah Sephira
NPM: 2411011116
Assalamualaikum Ibu, Selamat Siang. izin memberikan jawaban terkait pertanyaan diatas
1. Analisis pertumbuhan popularitas tim dalam organisasi
Popularitas tim dalam organisasi tumbuh karena adanya kebutuhan untuk menghadapi kompleksitas pekerjaan, inovasi, dan tuntutan pasar. Organisasi menyadari bahwa tim lebih efektif dalam memecahkan masalah, menghasilkan ide kreatif, serta meningkatkan kolaborasi lintas fungsi dibandingkan kerja individu. Selain itu, tren digitalisasi dan globalisasi menuntut adanya tim lintas budaya dan virtual.
2. Bandingkan kelompok dengan tim
• Kelompok: sekumpulan individu yang berkumpul tanpa tujuan bersama yang jelas; interaksi lebih longgar, tidak selalu ada tanggung jawab kolektif.
• Tim: sekelompok individu dengan tujuan, visi, dan target yang sama; memiliki peran yang saling melengkapi serta tanggung jawab kolektif terhadap hasil.
3. Bandingkan 5 tipe tim
Tim Fungsional: terdiri dari orang-orang dalam departemen yang sama, fokus pada tugas rutin.
Tim Lintas Fungsi: menggabungkan anggota dari berbagai departemen untuk memecahkan masalah kompleks.
Tim Proyek: dibentuk sementara untuk menyelesaikan proyek tertentu, lalu dibubarkan.
Tim Virtual: bekerja jarak jauh menggunakan teknologi komunikasi.
Tim Self-managed (otonom): memiliki kebebasan mengatur pekerjaan sendiri tanpa pengawasan langsung manajer.
4. Identifikasi karakteristik dari tim yang efektif
• Tujuan jelas dan dipahami bersama.
• Peran dan tanggung jawab setiap anggota tegas.
• Komunikasi terbuka dan efektif.
• Kerja sama serta saling percaya antar anggota.
• Kepemimpinan yang mendukung.
• Adanya akuntabilitas kolektif terhadap hasil.
5. Bagaimana organisasi dapat menciptakan para pemain Tim
• Memberikan pelatihan kerja sama dan komunikasi.
• Menumbuhkan budaya kolaborasi, bukan kompetisi individu.
• Membangun sistem reward berbasis tim.
• Memberikan arahan tujuan yang jelas.
• Mendorong kepercayaan dan rasa memiliki antar anggota.
6. Jelaskan kapan menggunakan para individual dan bukannya tim
Individual lebih tepat digunakan ketika pekerjaan:
• Sifatnya rutin dan sederhana.
• Membutuhkan keahlian spesifik yang bisa dikerjakan sendiri.
• Harus diselesaikan dengan cepat tanpa koordinasi.
Tim digunakan ketika pekerjaan:
• Kompleks dan membutuhkan berbagai keahlian.
• Membutuhkan kreativitas, inovasi, dan pemecahan masalah.
• Melibatkan koordinasi lintas fungsi/departemen.
NPM: 2411011116
Assalamualaikum Ibu, Selamat Siang. izin memberikan jawaban terkait pertanyaan diatas
1. Analisis pertumbuhan popularitas tim dalam organisasi
Popularitas tim dalam organisasi tumbuh karena adanya kebutuhan untuk menghadapi kompleksitas pekerjaan, inovasi, dan tuntutan pasar. Organisasi menyadari bahwa tim lebih efektif dalam memecahkan masalah, menghasilkan ide kreatif, serta meningkatkan kolaborasi lintas fungsi dibandingkan kerja individu. Selain itu, tren digitalisasi dan globalisasi menuntut adanya tim lintas budaya dan virtual.
2. Bandingkan kelompok dengan tim
• Kelompok: sekumpulan individu yang berkumpul tanpa tujuan bersama yang jelas; interaksi lebih longgar, tidak selalu ada tanggung jawab kolektif.
• Tim: sekelompok individu dengan tujuan, visi, dan target yang sama; memiliki peran yang saling melengkapi serta tanggung jawab kolektif terhadap hasil.
3. Bandingkan 5 tipe tim
Tim Fungsional: terdiri dari orang-orang dalam departemen yang sama, fokus pada tugas rutin.
Tim Lintas Fungsi: menggabungkan anggota dari berbagai departemen untuk memecahkan masalah kompleks.
Tim Proyek: dibentuk sementara untuk menyelesaikan proyek tertentu, lalu dibubarkan.
Tim Virtual: bekerja jarak jauh menggunakan teknologi komunikasi.
Tim Self-managed (otonom): memiliki kebebasan mengatur pekerjaan sendiri tanpa pengawasan langsung manajer.
4. Identifikasi karakteristik dari tim yang efektif
• Tujuan jelas dan dipahami bersama.
• Peran dan tanggung jawab setiap anggota tegas.
• Komunikasi terbuka dan efektif.
• Kerja sama serta saling percaya antar anggota.
• Kepemimpinan yang mendukung.
• Adanya akuntabilitas kolektif terhadap hasil.
5. Bagaimana organisasi dapat menciptakan para pemain Tim
• Memberikan pelatihan kerja sama dan komunikasi.
• Menumbuhkan budaya kolaborasi, bukan kompetisi individu.
• Membangun sistem reward berbasis tim.
• Memberikan arahan tujuan yang jelas.
• Mendorong kepercayaan dan rasa memiliki antar anggota.
6. Jelaskan kapan menggunakan para individual dan bukannya tim
Individual lebih tepat digunakan ketika pekerjaan:
• Sifatnya rutin dan sederhana.
• Membutuhkan keahlian spesifik yang bisa dikerjakan sendiri.
• Harus diselesaikan dengan cepat tanpa koordinasi.
Tim digunakan ketika pekerjaan:
• Kompleks dan membutuhkan berbagai keahlian.
• Membutuhkan kreativitas, inovasi, dan pemecahan masalah.
• Melibatkan koordinasi lintas fungsi/departemen.