གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Zalfaa Dzakiyah Sephira

PO R20B Ganjil 2025 -> responsi 7 -> RESPONSI -> Re: RESPONSI

Zalfaa Dzakiyah Sephira གིས-
Nama: Zalfaa Dzakiyah Sephira
NPM: 2411011116

Assalamualaikum Ibu, Selamat Siang. izin memberikan jawaban terkait pertanyaan diatas

1. Analisis pertumbuhan popularitas tim dalam organisasi
Popularitas tim dalam organisasi tumbuh karena adanya kebutuhan untuk menghadapi kompleksitas pekerjaan, inovasi, dan tuntutan pasar. Organisasi menyadari bahwa tim lebih efektif dalam memecahkan masalah, menghasilkan ide kreatif, serta meningkatkan kolaborasi lintas fungsi dibandingkan kerja individu. Selain itu, tren digitalisasi dan globalisasi menuntut adanya tim lintas budaya dan virtual.

2. Bandingkan kelompok dengan tim
• Kelompok: sekumpulan individu yang berkumpul tanpa tujuan bersama yang jelas; interaksi lebih longgar, tidak selalu ada tanggung jawab kolektif.
• Tim: sekelompok individu dengan tujuan, visi, dan target yang sama; memiliki peran yang saling melengkapi serta tanggung jawab kolektif terhadap hasil.

3. Bandingkan 5 tipe tim
Tim Fungsional: terdiri dari orang-orang dalam departemen yang sama, fokus pada tugas rutin.
Tim Lintas Fungsi: menggabungkan anggota dari berbagai departemen untuk memecahkan masalah kompleks.
Tim Proyek: dibentuk sementara untuk menyelesaikan proyek tertentu, lalu dibubarkan.
Tim Virtual: bekerja jarak jauh menggunakan teknologi komunikasi.
Tim Self-managed (otonom): memiliki kebebasan mengatur pekerjaan sendiri tanpa pengawasan langsung manajer.

4. Identifikasi karakteristik dari tim yang efektif
• Tujuan jelas dan dipahami bersama.
• Peran dan tanggung jawab setiap anggota tegas.
• Komunikasi terbuka dan efektif.
• Kerja sama serta saling percaya antar anggota.
• Kepemimpinan yang mendukung.
• Adanya akuntabilitas kolektif terhadap hasil.

5. Bagaimana organisasi dapat menciptakan para pemain Tim
• Memberikan pelatihan kerja sama dan komunikasi.
• Menumbuhkan budaya kolaborasi, bukan kompetisi individu.
• Membangun sistem reward berbasis tim.
• Memberikan arahan tujuan yang jelas.
• Mendorong kepercayaan dan rasa memiliki antar anggota.

6. Jelaskan kapan menggunakan para individual dan bukannya tim
Individual lebih tepat digunakan ketika pekerjaan:
• Sifatnya rutin dan sederhana.
• Membutuhkan keahlian spesifik yang bisa dikerjakan sendiri.
• Harus diselesaikan dengan cepat tanpa koordinasi.
Tim digunakan ketika pekerjaan:
• Kompleks dan membutuhkan berbagai keahlian.
• Membutuhkan kreativitas, inovasi, dan pemecahan masalah.
• Melibatkan koordinasi lintas fungsi/departemen.

PO R20B Ganjil 2025 -> RESPONSI PERTEMUAN 4 -> responsi 4 -> Re: responsi 4

Zalfaa Dzakiyah Sephira གིས-
Assalamualaikum, izin menjawab pertanyaan bu.
nama: Zalfaa Dzakiyah Sephira
npm: 2411011116

1. Persepsi adalah proses menafsirkan dan memberi makna pada informasi yang diterima indera. Faktor yang memengaruhi: faktor penerima (sikap, pengalaman, motivasi), faktor target (penampilan, perilaku), dan faktor situasi (konteks, waktu).

2. Teori atribusi & tiga penentunya
Teori atribusi menjelaskan bagaimana orang menilai penyebab perilaku (internal/eksternal). Tiga penentu:
• Kekhususan (distinctiveness): apakah perilaku itu jarang terjadi.
• Konsensus (consensus): apakah orang lain bertindak sama.
• Konsistensi (consistency): apakah perilaku itu selalu terjadi.

3. • Stereotip
• Halo effect (kesan umum memengaruhi penilaian detail)
• Selective perception (hanya melihat info tertentu)
• Kontras / perbandingan

4. Persepsi memengaruhi cara seseorang memahami masalah, mengevaluasi alternatif, dan akhirnya menentukan keputusan.

5. • Rasional: keputusan logis, langkah sistematis, informasi lengkap.
• Rasionalitas terbatas: keterbatasan waktu/info, pakai “cukup baik” (satisficing).
• Intuisi: keputusan berdasarkan perasaan/pengalaman tanpa analisis penuh.

6. Overconfidence, anchoring, confirmation bias, availability bias, escalation of commitment (ngotot terus meski salah), hindsight bias.

7. Nilai, pengalaman, toleransi risiko memengaruhi cara individu memutuskan. Struktur, kebijakan, budaya, dan keterbatasan sumber daya organisasi juga membatasi pilihan.

8. Tiga kriteria keputusan etis
• Utilitarian: hasil terbaik bagi paling banyak orang.
• Hak individu: menghormati hak dasar tiap orang.
• Keadilan: distribusi adil atas manfaat & beban.

9. Kreativitas adalah kemampuan menghasilkan ide baru/berguna. Model tiga tahap:
1. Pemahaman masalah/persiapan
2. Inkubasi & insight (muncul ide)
3. Verifikasi & implementasi
Nama: Zalfaa Dzakiyah Sephira
NPM: 2411011116

Assalamualaikum, izin memberikan tanggapan mengenai materi tersebut.

Pancasila memiliki peran penting sebagai pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan, karena nilai-nilainya dapat memastikan ilmu tidak hanya berkembang secara teknis, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat. Sebagai ideologi yang fleksibel, Pancasila mampu beradaptasi dengan perubahan zaman sambil tetap menjaga prinsip dasar seperti kemanusiaan, keadilan sosial, dan keseimbangan antara nilai lokal dan global. Namun, penerapan Pancasila dalam pengembangan ilmu menghadapi tantangan, seperti dilema etika dalam penelitian, kurangnya pemahaman tentang pengintegrasian nilai Pancasila, serta dominasi kepentingan ekonomi global yang sering mengesampingkan kesejahteraan sosial. Untuk mengatasi hal ini, pendidikan nilai Pancasila harus diperkuat, khususnya dalam ilmu pengetahuan, dan kebijakan penelitian harus diarahkan pada kesejahteraan masyarakat, bukan hanya keuntungan ekonomi. Selain itu, kerja sama antara ilmuwan, pemerintah, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, Pancasila tetap relevan sebagai dasar pengembangan ilmu yang bermanfaat dan bermoral.