Nama: Radytha Nofitri Putri Agustin
Npm: 2413053080
1. Contoh masalah sosial
Ketidaksetaraan Pendidikan
2. solusi:
Masalah sosial ketidaksetaraan pendidikan merupakan isu yang masih sering terjadi di Indonesia, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan. Banyak anak di daerah terpencil yang belum mendapatkan akses pendidikan yang layak karena keterbatasan fasilitas, tenaga pendidik, dan sarana teknologi. Sementara di perkotaan, siswa cenderung memiliki kesempatan belajar yang lebih baik berkat dukungan ekonomi dan lingkungan yang mendukung. Ketimpangan ini berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia di daerah tertentu dan memperlebar kesenjangan sosial di masyarakat.
3. Dasar Teori
Berdasarkan teori fungsionalisme struktural yang dikemukakan oleh Talcott Parsons, pendidikan memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan sosial melalui proses sosialisasi dan pembagian peran yang adil. Namun, jika akses pendidikan tidak merata, maka fungsi tersebut tidak berjalan dengan baik dan menyebabkan ketidakharmonisan sosial. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketidaksetaraan pendidikan antara lain:
1. Pemerataan fasilitas pendidikan melalui pembangunan sekolah yang layak di daerah terpencil dan penyediaan sarana belajar digital.
2. Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan agar kualitas pengajaran setara antara daerah maju dan tertinggal.
3. Pemberian beasiswa dan bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan.
4. Pemanfaatan teknologi informasi (e-learning) untuk menjangkau daerah yang sulit diakses dengan sistem pembelajaran daring yang berkualitas.
Dengan menerapkan prinsip dari teori fungsionalisme struktural Parsons, pendidikan harus berfungsi sebagai alat untuk menciptakan keseimbangan sosial, bukan memperlebar kesenjangan. Pemerataan akses dan kualitas pendidikan akan membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil, produktif, dan berdaya saing.
Npm: 2413053080
1. Contoh masalah sosial
Ketidaksetaraan Pendidikan
2. solusi:
Masalah sosial ketidaksetaraan pendidikan merupakan isu yang masih sering terjadi di Indonesia, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan. Banyak anak di daerah terpencil yang belum mendapatkan akses pendidikan yang layak karena keterbatasan fasilitas, tenaga pendidik, dan sarana teknologi. Sementara di perkotaan, siswa cenderung memiliki kesempatan belajar yang lebih baik berkat dukungan ekonomi dan lingkungan yang mendukung. Ketimpangan ini berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia di daerah tertentu dan memperlebar kesenjangan sosial di masyarakat.
3. Dasar Teori
Berdasarkan teori fungsionalisme struktural yang dikemukakan oleh Talcott Parsons, pendidikan memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan sosial melalui proses sosialisasi dan pembagian peran yang adil. Namun, jika akses pendidikan tidak merata, maka fungsi tersebut tidak berjalan dengan baik dan menyebabkan ketidakharmonisan sosial. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketidaksetaraan pendidikan antara lain:
1. Pemerataan fasilitas pendidikan melalui pembangunan sekolah yang layak di daerah terpencil dan penyediaan sarana belajar digital.
2. Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan agar kualitas pengajaran setara antara daerah maju dan tertinggal.
3. Pemberian beasiswa dan bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan.
4. Pemanfaatan teknologi informasi (e-learning) untuk menjangkau daerah yang sulit diakses dengan sistem pembelajaran daring yang berkualitas.
Dengan menerapkan prinsip dari teori fungsionalisme struktural Parsons, pendidikan harus berfungsi sebagai alat untuk menciptakan keseimbangan sosial, bukan memperlebar kesenjangan. Pemerataan akses dan kualitas pendidikan akan membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil, produktif, dan berdaya saing.