Nama : Rizca Adzani Putri
NPM : 2415014045
Jurnal ini membahas dinamika politik, sosial, dan budaya Indonesia sejak kemerdekaan hingga era reformasi. Penulis mengeksplorasi perubahan ideologi, disintegrasi nasional, dan upaya integrasi nasional dalam konteks pluralitas bangsa Indonesia.
Berikut analisis saya mengenai jurnal tsb :
1. Perubahan Ideologi dan Disintegrasi Nasional
Sejak kemerdekaan, Indonesia mengalami berbagai perubahan ideologi, dari orde lama ke orde baru, dan akhirnya ke reformasi. Perubahan ini seringkali menimbulkan disintegrasi dan instabilitas nasional. Misalnya, peralihan dari orla ke orba ditandai dengan peristiwa G30S/PKI dan lahirnya supersemar, yang mengantarkan Soeharto ke tampuk kekuasaan. Pemerintahan orba yang sentralistik dan represif berusaha menekan perbedaan dan pluralitas, yang justru memicu perlawanan dan akhirnya runtuh pada tahun 1998.
2. Era Reformasi dan Tantangan Baru
Era reformasi membawa harapan baru dengan demokratisasi dan desentralisasi. Namun, kebebasan yang diberikan justru menimbulkan ketidakpastian dan kekacauan. Konflik antaretnis, antardaerah, dan antaragama semakin marak. Reformasi yang tidak memiliki platform jelas menyebabkan ketidakpatuhan sosial dan meningkatnya kriminalitas. Hal ini menunjukkan bahwa demokrasi tanpa pengelolaan yang baik justru dapat memperburuk situasi.
3. Identitas Nasional dan Pluralitas
Identitas nasional Indonesia awalnya dibangun melalui simbol-simbol seperti bendera, lagu kebangsaan, dan bahasa Indonesia. Namun, di era modern, identitas nasional perlu direinterpretasi karena pluralitas tidak lagi hanya tentang perbedaan etnis atau daerah, tetapi juga kepentingan. Media massa, terutama televisi, memainkan peran besar dalam membentuk identitas baru melalui konstruksi budaya populer.
4. Integrasi Nasional vs Otonomi Daerah
Integrasi nasional adalah kunci untuk mengatasi konflik dan perpecahan. Namun, kebijakan otonomi daerah dan pemekaran daerah justru memperkuat etnosentrisme dan menyempitkan rasa kebangsaan. Misalnya, pendirian sekolah dan birokrasi yang hanya melayani kepentingan daerah dapat mengurangi rasa persatuan nasional. Integrasi nasional memerlukan kesadaran untuk melampaui identitas lokal dan mengutamakan kepentingan bersama.
5. Strategi Kebudayaan untuk Integrasi Nasional
Untuk mencapai integrasi nasional, diperlukan strategi kebudayaan yang mengakomodasi pluralitas dan membangun kesadaran nasional. Identitas nasional harus dilihat sebagai sesuatu yang dinamis dan terus berkembang, bukan sebagai sesuatu yang statis. Pendidikan dan media memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan sikap mental yang mendukung integrasi nasional.
Kesimpulan
Jurnal ini menunjukan pentingnya integrasi nasional dalam menghadapi tantangan pluralitas dan disintegrasi di Indonesia. Perubahan ideologi, sentralisme orba, dan desentralisasi reformasi telah menciptakan dinamika yang kompleks. Integrasi nasional tidak dapat dicapai hanya dengan kebijakan politik, tetapi juga melalui strategi kebudayaan yang mengakui dan merangkul pluralitas. Identitas nasional harus dilihat sebagai proses dinamis yang terus berkembang, bukan sebagai sesuatu yang statis. Untuk itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk melampaui kepentingan lokal dan mengutamakan persatuan nasional.