Nama: Naswa Cahaya Nabila
Npm: 2411011151
Kelas: B
Assalamualaikum Wr. Wb, selamat pagi Bapak Roy. Izinkan saya memberi tanggapan terhadap artikel tersebut.
Menurut saya, fungsi filsafat Pancasila dalam pendidikan mengarahkan tujuan pembelajaran agar tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga bermoral, berkarakter, dan memiliki tanggung jawab sosial. Pancasila mengajarkan nilai-nilai keadilan, persatuan, dan kemanusiaan yang penting bagi kehidupan berbangsa. Dalam hal ini, pendidikan tidak hanya fokus pada pencapaian intelektual tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang utuh, yang menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa.
Sebagai mahasiswa, saya merasakan bahwa ketika nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam proses belajar, kita belajar untuk menghargai perbedaan, berkolaborasi dengan sesama, dan berpikir kritis tanpa kehilangan rasa nasionalisme. Misalnya, pada diskusi kelas atau kegiatan kampus, kita diajarkan untuk menerima perbedaan pendapat sebagai bagian dari proses demokrasi, sejalan dengan sila keempat Pancasila.
Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam penerapan filsafat Pancasila dalam pendidikan di Indonesia salah satunya adala pembelajaran Pancasila sering kali hanya bersifat teoritis tanpa penerapan praktis yang kuat. Banyak siswa hanya menghafal nilai-nilai Pancasila tanpa memahami bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menyebabkan nilai-nilai tersebut tidak tertanam secara mendalam.
Namun, tantangan yang saya lihat adalah bagaimana pendidikan dapat secara konsisten mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam semua aspek pembelajaran. Saat ini, masih ada kesenjangan dalam penerapan Pancasila, di mana sering kali pendidikan lebih menekankan aspek kognitif dan penguasaan materi daripada nilai-nilai moral. Sebagai generasi muda, kita diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas bangsa dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Terimakasih.