Posts made by Roro Anggun Trihapsari_2411011035

Nama : Roro Anggun Trihapsari
Npm : 2411011035
Kelas : MKU PANCASILA 2025
Prodi : S1 Manajemen

Dari jurnal yang telah di berikan saya menganalisis yaitu sebagai berikut :

Artikel karya Syahrul Kemal berjudul “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19” menjelaskan pentingnya menanamkan semangat bela negara dalam kehidupan sehari-hari, terutama di masa pandemi. Bela negara bukan hanya soal berperang, tapi juga bisa diwujudkan dengan disiplin, mematuhi aturan pemerintah, dan peduli pada sesama.

Bela negara adalah hak dan kewajiban semua warga negara, seperti diatur dalam UUD 1945 dan Undang-Undang Pertahanan Negara. Saat pandemi, bela negara berarti mengikuti protokol kesehatan, seperti tinggal di rumah, jaga jarak, cuci tangan, dan tidak menyebarkan hoaks.

Pandemi ini menjadi ujian solidaritas dan cinta tanah air. Meski banyak yang kesulitan, semangat bela negara bisa ditunjukkan lewat gotong royong, membantu tetangga, memberi dukungan kepada tenaga medis, dan menjaga lingkungan tanpa diskriminasi terhadap pasien COVID-19.

Masyarakat juga bisa berkontribusi dengan menyisihkan bantuan untuk yang membutuhkan, menyebarkan semangat positif, dan taat pada imbauan pemerintah. Semua tindakan sederhana ini merupakan bentuk bela negara yang berdampak besar dalam menangani krisis.

Penulis menegaskan, bela negara adalah tanggung jawab moral setiap warga. Tidak harus dengan cara militer, cukup dengan tindakan kecil yang bermanfaat dan peduli sesama. Semakin banyak yang sadar bela negara, terutama generasi muda, semakin kuat pula negara kita menghadapi berbagai ancaman, termasuk pandemi COVID-19.
Nama : Roro Anggun Trihapsari
NPM : 2411011035
Kelas : MKU PANCASILA 2025
Prodi. : S1 MANAJEMEN

ANALISIS VIDEO
Video YouTube berjudul “Ketahanan Nasional - Pendidikan Kewarganegaraan” membahas tentang pentingnya konsep ketahanan nasional bagi suatu negara, khususnya Indonesia. Ketahanan nasional dijelaskan sebagai kemampuan suatu bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, baik dari dalam maupun luar negeri, demi menjaga kelangsungan hidup negara dan rakyatnya. Dalam video ini, dijelaskan bahwa ketahanan nasional terdiri dari dua bagian utama yang disebut Asta Gatra, yaitu tiga gatra alamiah dan lima gatra sosial. Gatra alamiah meliputi kondisi geografis, kekayaan alam, dan jumlah serta kualitas penduduk. Sementara itu, gatra sosial mencakup ideologi negara (Pancasila), politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Ketahanan nasional bertujuan untuk menjaga kedaulatan, persatuan, dan kemakmuran bangsa. Dengan memahami konsep ini, masyarakat, terutama generasi muda, diharapkan memiliki kesadaran untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas negara serta memperkuat rasa cinta tanah air. Video ini menyampaikan bahwa ketahanan nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia agar negara tetap utuh, kuat, dan sejahtera dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

Menurut saya, video ini sangat bermanfaat karena menjelaskan konsep ketahanan nasional secara ringkas namun padat. Topik ini sering kali terasa abstrak atau sulit dipahami oleh pelajar, tetapi penyampaiannya dalam video cukup jelas dan mudah diikuti. Ini sangat membantu terutama bagi siswa SMP atau SMA yang sedang belajar Pendidikan Kewarganegaraan.
Nama : Roro anggun trihapsari
Npm : 2411011035
Kelas : Manajemen

Tanggapan terhadap Jurnal: “Demokrasi sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum Daerah di Indonesia”

Menurut saya Jurnal ini membahas bagaimana pemilihan umum daerah (pilkada) seharusnya menjadi cerminan dari nilai-nilai sila keempat Pancasila, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Artinya, rakyat seharusnya punya peran besar dalam memilih pemimpin, dan pemimpin yang terpilih harus benar-benar bijaksana serta mendengarkan aspirasi rakyat.

Namun, penulis jurnal menunjukkan bahwa kenyataannya tidak seperti itu. Banyak masalah yang muncul dalam pelaksanaan pilkada di Indonesia. Misalnya:
• Calon independen atau calon dari luar partai sulit untuk ikut bersaing, karena aturan yang berat dan kurang dukungan dari sistem yang ada.
• Partai politik terlalu dominan dan sering lebih mementingkan kepentingan kelompok daripada rakyat.
• Politik uang masih marak. Banyak calon yang membeli suara untuk menang, padahal ini jelas merusak makna demokrasi.
• Konflik antarpendukung sering terjadi, bahkan kadang sampai menyebabkan perpecahan di masyarakat.

Penulis menekankan bahwa jika demokrasi ingin berjalan dengan baik, maka kita harus kembali kepada nilai-nilai Pancasila. Pemilu bukan hanya soal menang atau kalah, tapi soal memilih pemimpin yang adil, bijak, dan berpihak pada rakyat.

Pendapat Pribadi

Menurut saya, isi jurnal ini sangat penting dan menggugah. Jurnal ini mengingatkan kita bahwa demokrasi bukan hanya soal memilih pemimpin lima tahun sekali, tapi bagaimana pemilihan itu benar-benar mencerminkan suara rakyat dan semangat gotong royong.

Saya setuju bahwa banyak hal harus dibenahi, terutama di dalam partai politik. Partai seharusnya menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah, bukan malah menjadi alat segelintir orang untuk mencari kekuasaan. Selain itu, calon independen juga seharusnya diberi ruang yang adil untuk bersaing, karena mereka juga bisa membawa aspirasi rakyat secara langsung.

Agar demokrasi kita semakin sehat, rakyat juga harus kritis dan tidak tergoda oleh iming-iming uang atau janji palsu. Pendidikan politik sangat penting agar masyarakat bisa memilih dengan bijak, dan para pemimpin benar-benar bertanggung jawab.

Demokrasi yang sesuai dengan Pancasila harus mengedepankan musyawarah, keadilan, dan kepentingan bersama. Jadi, pembenahan sistem pemilu adalah langkah penting agar cita-cita bangsa bisa terwujud dengan baik.