Nama: Maulin Fatricia
NPM: 2411011008
Kelas: MKU PKN
Prodi: Manajemen
Dalam jurnal berjudul “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19” karya Syahrul Kemal, saya melihat bahwa penulis berhasil menggambarkan makna bela negara secara luas dan relevan dengan kondisi krisis saat ini. Penulis menekankan bahwa bela negara tidak hanya identik dengan militer atau perang, tetapi juga bisa diwujudkan melalui tindakan sehari-hari, seperti mematuhi protokol kesehatan, tidak menyebarkan hoaks, dan saling membantu sesama warga. Penjelasan ini membuka pemahaman bahwa setiap warga negara punya peran penting dalam menjaga keutuhan dan keselamatan bangsa, terutama saat menghadapi situasi darurat seperti pandemi.
Selain itu, penulis juga menunjukkan bahwa bela negara adalah hak dan kewajiban yang diatur dalam konstitusi, dan dapat dijalankan dengan sikap solidaritas sosial. Saya menilai bahwa artikel ini sangat tepat dalam konteks pandemi karena menyadarkan masyarakat bahwa kontribusi kecil, seperti disiplin, empati, dan gotong royong, memiliki dampak besar bagi ketahanan nasional. Penekanan pada peran generasi muda juga menjadi hal penting, karena mereka adalah pilar masa depan bangsa. Secara keseluruhan, artikel ini sangat menginspirasi dan menyadarkan bahwa bela negara bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan dalam bentuk yang sederhana namun bermakna.
NPM: 2411011008
Kelas: MKU PKN
Prodi: Manajemen
Dalam jurnal berjudul “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19” karya Syahrul Kemal, saya melihat bahwa penulis berhasil menggambarkan makna bela negara secara luas dan relevan dengan kondisi krisis saat ini. Penulis menekankan bahwa bela negara tidak hanya identik dengan militer atau perang, tetapi juga bisa diwujudkan melalui tindakan sehari-hari, seperti mematuhi protokol kesehatan, tidak menyebarkan hoaks, dan saling membantu sesama warga. Penjelasan ini membuka pemahaman bahwa setiap warga negara punya peran penting dalam menjaga keutuhan dan keselamatan bangsa, terutama saat menghadapi situasi darurat seperti pandemi.
Selain itu, penulis juga menunjukkan bahwa bela negara adalah hak dan kewajiban yang diatur dalam konstitusi, dan dapat dijalankan dengan sikap solidaritas sosial. Saya menilai bahwa artikel ini sangat tepat dalam konteks pandemi karena menyadarkan masyarakat bahwa kontribusi kecil, seperti disiplin, empati, dan gotong royong, memiliki dampak besar bagi ketahanan nasional. Penekanan pada peran generasi muda juga menjadi hal penting, karena mereka adalah pilar masa depan bangsa. Secara keseluruhan, artikel ini sangat menginspirasi dan menyadarkan bahwa bela negara bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan dalam bentuk yang sederhana namun bermakna.