Selamat sore ibu, izin menjawab pertanyaan di atas.
Nama: Shakila Yuliandini
NPM: 2411011006
1. Analisis pertumbuhan popularitas tim dalam organisasi
Dalam beberapa dekade terakhir, tim semakin populer dalam organisasi karena mampu menggabungkan berbagai keterampilan, pengalaman, dan perspektif untuk menyelesaikan masalah yang kompleks. Jika dulu pekerjaan lebih banyak didelegasikan ke individu, sekarang banyak organisasi menyadari bahwa kerja tim mampu meningkatkan kreativitas, mempercepat pengambilan keputusan, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil kerja. Popularitas tim juga tumbuh karena dunia kerja modern menuntut fleksibilitas, kolaborasi lintas fungsi, dan inovasi berkelanjutan yang sulit dicapai jika hanya mengandalkan individu semata
2. Bandingkan kelompok dengan tim
Sebuah kelompok pada dasarnya adalah kumpulan orang yang berkumpul untuk tujuan tertentu, tetapi belum tentu memiliki interaksi yang intens atau tujuan yang sama. Sedangkan tim adalah bentuk kelompok yang lebih terikat: setiap anggota saling bergantung, memiliki tujuan bersama, tanggung jawab kolektif, serta koordinasi yang lebih erat. Singkatnya, kelompok bisa sekadar "bersama-sama", sementara tim benar-benar "bekerja bersama" untuk mencapai hasil tertentu.
3. Bandingkan 5 tipe tim
-Tim Fungsional → Dibentuk dari satu divisi atau departemen yang sama, dengan tugas sesuai bidang spesialisasi masing-masing.
-Tim Lintas Fungsional → Anggotanya berasal dari berbagai departemen, dibentuk untuk menyelesaikan proyek tertentu agar perspektif lebih beragam.
-Tim Virtual → Anggota bekerja dari lokasi berbeda dengan bantuan teknologi komunikasi, cocok untuk organisasi global.
-Tim Proyek → Bersifat sementara, dibentuk untuk menyelesaikan satu proyek tertentu dan bubar setelah proyek selesai.
-Tim Mandiri (Self-managed team) → Anggotanya memiliki otonomi tinggi, mengatur sendiri tugas dan tanggung jawab tanpa pengawasan langsung.
4. Karakteristik tim yang efektif
Tim yang efektif biasanya memiliki tujuan yang jelas, peran anggota yang terdefinisi dengan baik, komunikasi terbuka, serta adanya saling percaya antar anggota. Selain itu, tim yang efektif mampu menyelesaikan konflik secara sehat, mendukung satu sama lain, memiliki kepemimpinan yang adaptif, serta berorientasi pada hasil. Yang tidak kalah penting, mereka menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama, bukan hanya individu.
5. Bagaimana organisasi dapat menciptakan para pemain tim
Organisasi bisa menciptakan para pemain tim dengan menanamkan budaya kolaborasi, memberikan pelatihan kerja sama, serta menciptakan sistem penghargaan yang menilai kontribusi kolektif, bukan hanya prestasi individu. Selain itu, pemimpin perlu memberikan teladan dalam kerja sama, mendorong komunikasi terbuka, dan memberikan ruang bagi setiap anggota untuk berpartisipasi aktif. Dengan begitu, individu akan terbiasa berpikir tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk keberhasilan tim.
6. Kapan menggunakan individu dan bukan tim
Tidak semua pekerjaan memerlukan tim. Jika tugas bersifat rutin, sederhana, atau membutuhkan spesialisasi khusus yang bisa dikerjakan satu orang dengan lebih efisien, maka lebih baik diberikan kepada individu. Misalnya pekerjaan administratif, analisis data tertentu, atau pekerjaan teknis yang tidak butuh koordinasi kompleks. Sebaliknya, tim lebih tepat digunakan ketika pekerjaan membutuhkan kreativitas, ide beragam, atau kolaborasi lintas bidang.
Nama: Shakila Yuliandini
NPM: 2411011006
1. Analisis pertumbuhan popularitas tim dalam organisasi
Dalam beberapa dekade terakhir, tim semakin populer dalam organisasi karena mampu menggabungkan berbagai keterampilan, pengalaman, dan perspektif untuk menyelesaikan masalah yang kompleks. Jika dulu pekerjaan lebih banyak didelegasikan ke individu, sekarang banyak organisasi menyadari bahwa kerja tim mampu meningkatkan kreativitas, mempercepat pengambilan keputusan, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil kerja. Popularitas tim juga tumbuh karena dunia kerja modern menuntut fleksibilitas, kolaborasi lintas fungsi, dan inovasi berkelanjutan yang sulit dicapai jika hanya mengandalkan individu semata
2. Bandingkan kelompok dengan tim
Sebuah kelompok pada dasarnya adalah kumpulan orang yang berkumpul untuk tujuan tertentu, tetapi belum tentu memiliki interaksi yang intens atau tujuan yang sama. Sedangkan tim adalah bentuk kelompok yang lebih terikat: setiap anggota saling bergantung, memiliki tujuan bersama, tanggung jawab kolektif, serta koordinasi yang lebih erat. Singkatnya, kelompok bisa sekadar "bersama-sama", sementara tim benar-benar "bekerja bersama" untuk mencapai hasil tertentu.
3. Bandingkan 5 tipe tim
-Tim Fungsional → Dibentuk dari satu divisi atau departemen yang sama, dengan tugas sesuai bidang spesialisasi masing-masing.
-Tim Lintas Fungsional → Anggotanya berasal dari berbagai departemen, dibentuk untuk menyelesaikan proyek tertentu agar perspektif lebih beragam.
-Tim Virtual → Anggota bekerja dari lokasi berbeda dengan bantuan teknologi komunikasi, cocok untuk organisasi global.
-Tim Proyek → Bersifat sementara, dibentuk untuk menyelesaikan satu proyek tertentu dan bubar setelah proyek selesai.
-Tim Mandiri (Self-managed team) → Anggotanya memiliki otonomi tinggi, mengatur sendiri tugas dan tanggung jawab tanpa pengawasan langsung.
4. Karakteristik tim yang efektif
Tim yang efektif biasanya memiliki tujuan yang jelas, peran anggota yang terdefinisi dengan baik, komunikasi terbuka, serta adanya saling percaya antar anggota. Selain itu, tim yang efektif mampu menyelesaikan konflik secara sehat, mendukung satu sama lain, memiliki kepemimpinan yang adaptif, serta berorientasi pada hasil. Yang tidak kalah penting, mereka menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama, bukan hanya individu.
5. Bagaimana organisasi dapat menciptakan para pemain tim
Organisasi bisa menciptakan para pemain tim dengan menanamkan budaya kolaborasi, memberikan pelatihan kerja sama, serta menciptakan sistem penghargaan yang menilai kontribusi kolektif, bukan hanya prestasi individu. Selain itu, pemimpin perlu memberikan teladan dalam kerja sama, mendorong komunikasi terbuka, dan memberikan ruang bagi setiap anggota untuk berpartisipasi aktif. Dengan begitu, individu akan terbiasa berpikir tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk keberhasilan tim.
6. Kapan menggunakan individu dan bukan tim
Tidak semua pekerjaan memerlukan tim. Jika tugas bersifat rutin, sederhana, atau membutuhkan spesialisasi khusus yang bisa dikerjakan satu orang dengan lebih efisien, maka lebih baik diberikan kepada individu. Misalnya pekerjaan administratif, analisis data tertentu, atau pekerjaan teknis yang tidak butuh koordinasi kompleks. Sebaliknya, tim lebih tepat digunakan ketika pekerjaan membutuhkan kreativitas, ide beragam, atau kolaborasi lintas bidang.