གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Achmad Radit_2411011002

MKU Pancasila Manajemen A -> forum tanggapan video 2

Achmad Radit_2411011002 གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat Pagi Pak Roy dan teman-teman semuanya, izinkan saya memperkenalkan diri:
Nama = Achmad Radit Sitepu
NPM = 2411011002

Sebelumnya izinkan saya memberikan tanggapan terkait dengan video 2

Bagian 1: Pandangan tentang Ideologi
De Tracy: Ideologi adalah ilmu tentang ide-ide atau gagasan. Ilmu tentang pikiran manusia yang mampu menunjukkan arah yang benar menuju masa depan
Makna ideologi dalam konotasi negatif tersebut digunakan oleh Karl Marx. Alasannya karena ideologi merupakan hasil pemikiran tertentu yang dihasilkan oleh para pemikiran secara spekulatif.
De Tracy: Ideologi adalah gagasan yang sehat atau sesuai dengan realitas.
Karl Marx: Ideologi adalah kesadaran palsu yang digunakan sebagai dasar pembenaran.

Bagian 2: Urgensi Ketahanan Ideologi Pancasila di Era Digital
Salah satu elemen penting dalam menggapai ketahanan nasional adalah ketahanan ideologi
Pidato Ir. Soekarno dalam sidang BPUPKI tanggal 1 juni 1945 menegaskan bahwa pancasila satu-satunya ideologi yang mampu menyatukan bangsa indonesia.
Fenomena The Internet Of Things menjadikan ancaman paparan ideologi asing seperti liberalisme, komunisme, sosialisme dan radikalisme.
Serangan ideologis inilah disebut dengan perang modern.
Oleh karena itu, upaya memeranginya yaitu dengan ketahanan ideologi Pancasila di era digital.

Bagian 3: Siapakah yang Harus Menjaga Ketahanan Ideologi Pancasila di Era Digital?
Dalam Pasal 30 ayat (1) UUD NRI tahun 1945 secara tegas menyatakan,
"tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara".
Peran pemuda sangat penting dalam membangun peradaban dan kemajuan suatu bangsa.
Ketahanan ideologi harus menyasar pada generasi milenial yang rentan menjadi korban proyek disinformasi, desepsi, dan alat propaganda di era digital.
Jadi pada hakekatnya menjaga, melindungi, dan memelihara ketahanan ideologi Pancasila merupakan tugas bersama.

Bagian 4: Bagaimanakah Ketahanan Ideologi Pancasila di Era Digital?
Kita sepakat bahwa nilai-nilai pancasila yang terkandung didalamnya harus diamalkan bersama dalam kehidupan sehari-hari
Sehingga pengarusutamaan Pancasila menjadi suatu keharusan, baik secara kultural maupun struktural

Secara Struktural
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dilakukan oleh Lembaga MPR:
A. Dialog 4 pilar kehidupan berbangsa dan bemegara
B. Pagelaran seni budaya 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara
C. Pembuatan film animasi 3D sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
D. Training of trainer 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
E. Lomba 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara

Secara Kultural
Penguatan Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan, diantaranya:
A. Pembiasan nilai religius dengan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan sesuai dengan keyakinan
B. Menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan wawasan kebangsaan dengan menyanyikan lagu-lagu daerah dan nasional
C. Mengimplementasikan pendekatan cooperative learning untuk memupuk kebebasan berpendapat, gotong royong. toleransi, kerukunan dan hidup berdampingan
D. Mengadakan lomba video iklan layanan masyarakat tentang wawasan kebangsaan

Pada dasarnya untuk mencapai cita-cita bangsa agar terhindar dari ideologi-ideologi asing, maka setiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam usaha pertahanan dan keamanan nasional sesuai dengan kemampuan dan profesinya masing-masing.

Menurut Saya, Mempertahankan ideologi Pancasila di era digital membutuhkan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, mengingat pengaruh besar teknologi terhadap pola pikir dan perilaku masyarakat. Pendidikan menjadi kunci utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, baik melalui sistem pendidikan formal maupun program informal yang memanfaatkan media digital. Kurikulum yang dirancang secara cermat harus mampu mengintegrasikan pemahaman filosofis dan aplikatif tentang Pancasila dalam konteks modern.

Selain itu, literasi digital yang kuat harus ditanamkan kepada masyarakat agar mereka mampu menyaring informasi secara kritis. Di tengah arus informasi yang masif, kemampuan untuk mengenali konten yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, seperti hoaks dan ujaran kebencian, sangat penting. Masyarakat harus diarahkan untuk menggunakan media digital sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai toleransi, gotong-royong, dan keadilan sosial.
Teknologi juga dapat menjadi alat strategis dalam mempertahankan Pancasila. Melalui pemanfaatan media sosial, konten kreatif yang mempromosikan nilai-nilai kebangsaan dapat menjangkau lebih banyak individu, khususnya generasi muda. Pemerintah dan perusahaan teknologi perlu bekerja sama dalam menciptakan ekosistem digital yang mendukung penyebaran nilai-nilai positif, termasuk melalui pengembangan algoritma yang mendorong interaksi dengan konten bermuatan edukasi dan kebangsaan.

Regulasi yang tegas juga diperlukan untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan selaras dengan semangat Pancasila. Penegakan hukum terhadap tindakan yang merusak nilai-nilai kebangsaan, seperti penyebaran radikalisme atau konten provokatif, harus dilakukan secara konsisten. Namun, hal ini harus seimbang dengan penghormatan terhadap kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab.

Dengan sinergi antara pendidikan, literasi, teknologi, dan regulasi, Pancasila dapat terus menjadi fondasi yang kokoh dalam menghadapi tantangan era digital, menjadikannya relevan dan bermakna bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mungkin cukup sekian tanggapan yang dapat saya sampaikan, lebih kurangnya saya mohon maaf. Saya ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

MKU Pancasila Manajemen A -> forum tanggapan video 2

Achmad Radit_2411011002 གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat Pagi Pak Roy dan teman-teman semuanya, izinkan saya memperkenalkan diri:
Nama = Achmad Radit Sitepu
NPM = 2411011002

Sebelumnya izinkan saya memberikan tanggapan terkait dengan video 2

Bagian 1: Pandangan tentang Ideologi
De Tracy: Ideologi adalah ilmu tentang ide-ide atau gagasan. Ilmu tentang pikiran manusia yang mampu menunjukkan arah yang benar menuju masa depan
Makna ideologi dalam konotasi negatif tersebut digunakan oleh Karl Marx. Alasannya karena ideologi merupakan hasil pemikiran tertentu yang dihasilkan oleh para pemikiran secara spekulatif.
De Tracy: Ideologi adalah gagasan yang sehat atau sesuai dengan realitas.
Karl Marx: Ideologi adalah kesadaran palsu yang digunakan sebagai dasar pembenaran.

Bagian 2: Urgensi Ketahanan Ideologi Pancasila di Era Digital
Salah satu elemen penting dalam menggapai ketahanan nasional adalah ketahanan ideologi
Pidato Ir. Soekarno dalam sidang BPUPKI tanggal 1 juni 1945 menegaskan bahwa pancasila satu-satunya ideologi yang mampu menyatukan bangsa indonesia.
Fenomena The Internet Of Things menjadikan ancaman paparan ideologi asing seperti liberalisme, komunisme, sosialisme dan radikalisme.
Serangan ideologis inilah disebut dengan perang modern.
Oleh karena itu, upaya memeranginya yaitu dengan ketahanan ideologi Pancasila di era digital.

Bagian 3: Siapakah yang Harus Menjaga Ketahanan Ideologi Pancasila di Era Digital?
Dalam Pasal 30 ayat (1) UUD NRI tahun 1945 secara tegas menyatakan,
"tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara".
Peran pemuda sangat penting dalam membangun peradaban dan kemajuan suatu bangsa.
Ketahanan ideologi harus menyasar pada generasi milenial yang rentan menjadi korban proyek disinformasi, desepsi, dan alat propaganda di era digital.
Jadi pada hakekatnya menjaga, melindungi, dan memelihara ketahanan ideologi Pancasila merupakan tugas bersama.

Bagian 4: Bagaimanakah Ketahanan Ideologi Pancasila di Era Digital?
Kita sepakat bahwa nilai-nilai pancasila yang terkandung didalamnya harus diamalkan bersama dalam kehidupan sehari-hari
Sehingga pengarusutamaan Pancasila menjadi suatu keharusan, baik secara kultural maupun struktural

Secara Struktural
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dilakukan oleh Lembaga MPR:
A. Dialog 4 pilar kehidupan berbangsa dan bemegara
B. Pagelaran seni budaya 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara
C. Pembuatan film animasi 3D sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
D. Training of trainer 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
E. Lomba 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara

Secara Kultural
Penguatan Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan, diantaranya:
A. Pembiasan nilai religius dengan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan sesuai dengan keyakinan
B. Menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan wawasan kebangsaan dengan menyanyikan lagu-lagu daerah dan nasional
C. Mengimplementasikan pendekatan cooperative learning untuk memupuk kebebasan berpendapat, gotong royong. toleransi, kerukunan dan hidup berdampingan
D. Mengadakan lomba video iklan layanan masyarakat tentang wawasan kebangsaan

Pada dasarnya untuk mencapai cita-cita bangsa agar terhindar dari ideologi-ideologi asing, maka setiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam usaha pertahanan dan keamanan nasional sesuai dengan kemampuan dan profesinya masing-masing.

Menurut Saya, Mempertahankan ideologi Pancasila di era digital membutuhkan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, mengingat pengaruh besar teknologi terhadap pola pikir dan perilaku masyarakat. Pendidikan menjadi kunci utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, baik melalui sistem pendidikan formal maupun program informal yang memanfaatkan media digital. Kurikulum yang dirancang secara cermat harus mampu mengintegrasikan pemahaman filosofis dan aplikatif tentang Pancasila dalam konteks modern.

Selain itu, literasi digital yang kuat harus ditanamkan kepada masyarakat agar mereka mampu menyaring informasi secara kritis. Di tengah arus informasi yang masif, kemampuan untuk mengenali konten yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, seperti hoaks dan ujaran kebencian, sangat penting. Masyarakat harus diarahkan untuk menggunakan media digital sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai toleransi, gotong-royong, dan keadilan sosial.
Teknologi juga dapat menjadi alat strategis dalam mempertahankan Pancasila. Melalui pemanfaatan media sosial, konten kreatif yang mempromosikan nilai-nilai kebangsaan dapat menjangkau lebih banyak individu, khususnya generasi muda. Pemerintah dan perusahaan teknologi perlu bekerja sama dalam menciptakan ekosistem digital yang mendukung penyebaran nilai-nilai positif, termasuk melalui pengembangan algoritma yang mendorong interaksi dengan konten bermuatan edukasi dan kebangsaan.

Regulasi yang tegas juga diperlukan untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan selaras dengan semangat Pancasila. Penegakan hukum terhadap tindakan yang merusak nilai-nilai kebangsaan, seperti penyebaran radikalisme atau konten provokatif, harus dilakukan secara konsisten. Namun, hal ini harus seimbang dengan penghormatan terhadap kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab.

Dengan sinergi antara pendidikan, literasi, teknologi, dan regulasi, Pancasila dapat terus menjadi fondasi yang kokoh dalam menghadapi tantangan era digital, menjadikannya relevan dan bermakna bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mungkin cukup sekian tanggapan yang dapat saya sampaikan, lebih kurangnya saya mohon maaf. Saya ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

MKU Pancasila Manajemen A -> forum tanggapan video 1

Achmad Radit_2411011002 གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat Pagi Pak Roy dan teman-teman semuanya, izinkan saya memperkenalkan diri:
Nama = Achmad Radit Sitepu
NPM = 2411011002

Sebelumnya izinkan saya memberikan tanggapan terkait dengan video 1:
Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik yang menjeratnya dan melibatkan seorang rekan kerjanya, pegawai di Kejaksaan Negeri Tapsel bernama Nella Marsela.

Jovi merasa ada intervensi dalam laporan yang dibuat Nella. Bahkan, dia mengeklaim terdapat intervensi dari pihak Kejaksaan Negeri Tapsel dan Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara yang mempengaruhi kesaksian di persidangan.

Jovi Andrea Bachtiar didakwa berdasarkan Pasal 45 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kasus ini bermula ketika Jovi mengunggah foto Nella Marsela yang sedang menggunakan mobil dinas milik Kepala Kejaksaan Negeri Tapsel, Siti Holija Harahap.
Nella lantas menganggap unggahan tersebut mencemarkan nama baiknya, sehingga dia melaporkan Jovi ke polisi.

Namun, Jovi mengungkapkan bahwa Nella sering memamerkan foto dirinya yang sedang naik mobil dinas seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Innova.
Tindakan itu, menurut Jovi, menunjukkan penggunaan fasilitas negara secara tidak semestinya. “Saya hanya melakukan, yang pertama mengkritik saudara Nella Marsela yang suka pamer foto atau flexing menggunakan mobil dinas Pajero Sport Kajari Tapsel supaya berhenti melakukan hal tersebut,” ujar Jovi

Dalam kesempatan itu, Jovi membantah tuduhan yang menyebutkan bahwa dia menuduh Nella menggunakan mobil dinas untuk berkencan atau berhubungan intim.
"Betapa jahatnya Kejaksaan Republik Indonesia memframing bahwa saya telah menuduh Nella Marsela menggunakan mobil dinas kepada Kajari Tapanuli Selatan untuk berhubungan badan. Padahal, sebenarnya bukan hal itu." Jovi menjelaskan bahwa unggahannya bertujuan untuk mengkritik penggunaan fasilitas negara yang tidak sesuai aturan.

Menurut Saya Dari Kasus dalam video pembelajaran hari ini, Media sosial sangat tepat dan luas digunakan buat menyampaikan kritik terkait hal-hal yang tidak bertanggung jawab dan tidak seharusnya.

Kasus Jaksa Jovi Andrea menjadi cerminan tantangan yang dihadapi dalam era digital, terutama terkait penggunaan media sosial. Pentingnya bertindak bijak dalam menyampaikan kritik serta menjaga etika komunikasi menjadi pelajaran penting dari kasus ini. Dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan sosial, kemanusiaan yang beradab, dan persatuan bangsa, individu maupun lembaga dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik, transparan, dan berintegritas.

Mungkin cukup sekian tanggapan yang dapat saya sampaikan, lebih kurangnya saya mohon maaf. Saya ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Diskusi video Pertemuan 12

Achmad Radit_2411011002 གིས-

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat Siang Pak Roy dan teman-teman semuanya

Sebelumnya izinkan saya memperkenalkan diri:

Nama = Achmad Radit Sitepu

NPM = 2411011002

Izin memberikan tanggapan terkait video materi pembelajaran pada pertemuan ke 12 yang berjudul "Pancasila Sebagai Sistem Etika"

Menurut saya, Pancasila sebagai sistem etika berarti Pancasila berfungsi sebagai panduan moral dan etika bagi masyarakat Indonesia. Kelima sila dalam Pancasila mencakup nilai-nilai luhur yang mengarahkan pada perilaku baik, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Sebagai sistem etika, Pancasila mengarahkan masyarakat untuk menghormati sesama, menjaga persatuan, dan bertindak adil dalam kehidupan bermasyarakat. Pancasila membantu menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan adil serta menjadi dasar bagi norma dan aturan yang mengatur kehidupan bangsa.

Pancasila selain sebagai way of life bangsa Indonesia, juga merupakan struktur pemikiran yang disusun untuk memberikan tuntutunan atau panduan kepada warga negara Indonesia pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya dalam bersikap dan bertingkah laku.Maksudnya, mahasiswa dituntut untuk mampu mengembangkan dimensi moralitas dalam dirinya sehingga memiliki kemampuan untuk menampilkan sikap spiritualitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan harapan, mahasiswa sebagai masyarakat ilmiah-akademik pada akhirnya mampu mengambil keputusan yang komprehensif dengan pertimbangan moralitas.

Pancasila tidak hanya sebagai dasar hidup bangsa, tetapi juga sebagai kerangka etika yang membimbing perilaku warga negara, khususnya mahasiswa. Mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan moralitas dalam diri mereka, menumbuhkan spiritualitas, serta mempertimbangkan aspek moral dalam mengambil keputusan. Sebagai kelompok akademis, mahasiswa didorong untuk memiliki pemikiran yang menyeluruh dengan mempertimbangkan nilai-nilai Pancasila, sehingga mampu berperan aktif dalam kehidupan sosial, berbangsa, dan bernegara dengan integritas moral.

Mungkin cukup sekian tanggapan yang bisa saya sampaikan, jikalau terdapat kesalahan saya mohon maaf sebesar-besarnya. Saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh