Posts made by Achmad Radit_2411011002

izin menjawab pertanyaan.dari husnul

Pendekatan langsung lebih tepat digunakan ketika pesan negatif perlu kejelasan cepat dan tidak boleh menimbulkan kebingungan. Misalnya saat menyampaikan penolakan, peringatan, keputusan penting, atau informasi yang berbasis aturan jelas. Dalam situasi seperti ini, bertele-tele justru membuat penerima salah paham; karena itu, lebih baik menyampaikan inti pesan secara jelas, sopan, dan tetap empatik.
izin menjawab pertanyaan rachel salsabila adimsi

Cara menjaga keaslian dalam pesan positif adalah dengan fokus pada detail nyata dan menghindari pujian yang terlalu umum. Sebutkan hal spesifik yang benar-benar kamu hargai, gunakan bahasa yang sederhana dan sesuai gaya bicaramu sendiri, serta ucapkan dengan waktu yang tepat (tidak dipaksakan). Dengan begitu, pujian terasa jujur, bukan sekadar formalitas atau basa-basi.
izin menjawab pertanyaan taruna

Pesan positif penting karena membantu menciptakan iklim kerja yang sehat dan saling menghargai. Ucapan apresiasi, dukungan, atau pengakuan terhadap usaha rekan kerja dapat meningkatkan motivasi, memperkuat rasa percaya, dan membangun kerja sama yang lebih lancar. Ketika komunikasi dilakukan dengan nada positif, konflik lebih mudah dicegah, kesalahpahaman berkurang, dan hubungan profesional menjadi lebih kuat serta produktif.
izin menjawab pertanyaan carisa

Ketika pesan positif terbaca sebagai sarkasme, biasanya masalahnya ada pada nada tulisan—terlalu singkat, terlalu datar, atau memakai pilihan kata yang ambigu. Untuk memperbaikinya, gunakan bahasa yang lebih hangat dan jelas, tambahkan sedikit konteks, dan pilih kata yang menunjukkan ketulusan seperti “terima kasih ya, kami benar-benar menghargainya.”
Selain itu, hindari tanda baca berlebihan (seperti “??” atau “...”), emoji yang tidak tepat, atau kalimat yang terlalu singkat.
Intinya, buat pesan terasa natural, ramah, dan konsisten antara maksud dan gaya penulisannya.
izin menjawab pertanyaan naura

Dalam situasi pesan negatif seperti refund atau pembatalan pesanan, seller perlu menyesuaikan cara penyampaian berdasarkan kondisi emosional pembeli dan kejelasan aturan Shopee.
Kalau faktanya jelas dan perlu penegasan (misalnya tidak ada video unboxing sesuai aturan), gunakan komunikasi langsung tapi tetap sopan dan empatik.
Namun kalau situasinya sensitif dan berpotensi memicu emosi, seller bisa memakai komunikasi tidak langsung: mulai dengan apresiasi, jelaskan alasan secara halus, lalu tawarkan solusi alternatif.

Kuncinya adalah: ramah di nada, tegas di aturan.
Sampaikan bahwa keputusan bukan semata kehendak seller, tapi mengikuti prosedur Shopee. Dengan begitu pembeli tetap merasa dihargai meski pesannya mengecewakan.