Nama: Intan Safitri
NPM: 2415061036
Kelas: PSTI B
Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan kewarganegaraan sebagai upaya pembentukan karakter bangsa Indonesia yang berlandaskan demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan konsep masyarakat madani. Penulis menyoroti peran pendidikan kewarganegaraan dalam mendidik warga negara yang kritis, aktif, demokratis, dan beradab, serta menyadari hak dan kewajibannya di tengah masyarakat. Jurnal ini juga mengaitkan pendidikan kewarganegaraan dengan transisi Indonesia menuju demokrasi yang lebih matang, terutama pasca-rezim Orde Baru, di mana pendidikan ini harus mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam membangun karakter nasional.
Penulis menjelaskan relevansi pendidikan kewarganegaraan dalam konteks globalisasi, dengan fokus pada penguatan wawasan kebangsaan berbasis empat konsensus nasional, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pendidikan kewarganegaraan diposisikan sebagai laboratorium bagi penerapan prinsip demokrasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai lokal, sehingga menciptakan sintesis kreatif antara nilai global dan nasional.
Jurnal ini memberikan analisis yang kuat tentang bagaimana pendidikan kewarganegaraan dapat menjadi sarana strategis dalam membangun budaya demokrasi dan HAM, tetapi juga mencatat tantangan-tantangan yang dihadapi dalam implementasinya, seperti rendahnya literasi politik dan apatisme masyarakat. Secara keseluruhan, jurnal ini menekankan urgensi reformasi pendidikan kewarganegaraan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih demokratis dan berkeadaban.
NPM: 2415061036
Kelas: PSTI B
Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan kewarganegaraan sebagai upaya pembentukan karakter bangsa Indonesia yang berlandaskan demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan konsep masyarakat madani. Penulis menyoroti peran pendidikan kewarganegaraan dalam mendidik warga negara yang kritis, aktif, demokratis, dan beradab, serta menyadari hak dan kewajibannya di tengah masyarakat. Jurnal ini juga mengaitkan pendidikan kewarganegaraan dengan transisi Indonesia menuju demokrasi yang lebih matang, terutama pasca-rezim Orde Baru, di mana pendidikan ini harus mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam membangun karakter nasional.
Penulis menjelaskan relevansi pendidikan kewarganegaraan dalam konteks globalisasi, dengan fokus pada penguatan wawasan kebangsaan berbasis empat konsensus nasional, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pendidikan kewarganegaraan diposisikan sebagai laboratorium bagi penerapan prinsip demokrasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai lokal, sehingga menciptakan sintesis kreatif antara nilai global dan nasional.
Jurnal ini memberikan analisis yang kuat tentang bagaimana pendidikan kewarganegaraan dapat menjadi sarana strategis dalam membangun budaya demokrasi dan HAM, tetapi juga mencatat tantangan-tantangan yang dihadapi dalam implementasinya, seperti rendahnya literasi politik dan apatisme masyarakat. Secara keseluruhan, jurnal ini menekankan urgensi reformasi pendidikan kewarganegaraan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih demokratis dan berkeadaban.