གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Aisyah Diah Subekti

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Diskusi video Pertemuan 12

Aisyah Diah Subekti གིས-
Nama: Aisyah Diah Subekti
NPM: 2411011101
Kelas B

Assalamualaikum pak roy, Saya ingin menyampaikan pandangan mengenai video dalam mata kuliah hari ini yang berjudul “Pancasila sebagai Sistem Etika.”

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa pemahaman Pancasila sebagai sistem etika sangatlah penting, terutama bagi mahasiswa. Sebagai panduan hidup bangsa Indonesia, Pancasila bukan hanya sekadar ideologi tetapi juga panduan moral yang berfungsi membentuk karakter dan sikap sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Pemahaman ini penting bagi mahasiswa agar mereka dapat mengembangkan moralitas dan spiritualitas yang tercermin dalam tindakan nyata, baik di lingkungan sosial maupun akademik. Dengan memahami Pancasila sebagai sistem etika, mahasiswa diharapkan dapat membuat keputusan yang memperhatikan moralitas serta memiliki rasa tanggung jawab sosial sebagai bagian dari masyarakat.

Pancasila sebagai sistem etika juga mencakup dua konsep utama, yaitu etika dan etiket. Etika adalah ilmu yang membahas nilai baik dan buruk secara sistematis dan filosofis, sedangkan etiket berhubungan dengan norma kesopanan yang diakui masyarakat. Pancasila menyatukan etika sebagai pedoman moral yang membentuk perilaku individu, sementara etiket berfungsi sebagai aturan sosial untuk menjaga keharmonisan hubungan antarmasyarakat. Dengan memahami perbedaan ini, mahasiswa dapat menilai tindakan mereka bukan hanya dari segi kesopanan, tetapi juga berdasarkan aspek moral yang mendalam.

Namun, penerapan Pancasila sebagai sistem etika menghadapi sejumlah tantangan dalam kehidupan bermasyarakat. Tantangan tersebut antara lain perubahan sosial budaya yang cepat, yang berdampak negatif pada generasi muda, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan kenakalan remaja; penurunan wibawa pemerintah yang menyebabkan masyarakat cenderung apatis terhadap program-program pemerintah; penerapan ekonomi liberal dan kapitalisme yang memicu ketimpangan sosial dan meningkatkan angka kriminalitas; ketidakadilan dalam penegakan hukum yang memicu tindakan main hakim sendiri; dan penyalahgunaan teknologi, seperti penipuan online dan cyberbullying, yang menunjukkan adanya kemunduran nilai moral di masyarakat digital.

Mengingat berbagai tantangan ini, Pancasila sebagai sistem etika harus terus dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila dapat menjadi landasan untuk membentuk masyarakat yang tertib, aman, dan sejahtera. Sebagai mahasiswa dan generasi penerus, kita memiliki peran penting dalam menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap keputusan dan tindakan kita, agar mampu mencerminkan pribadi yang bermoral dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Menjawab Artikel

Aisyah Diah Subekti གིས-
Nama: Aisyah Diah Subekti
NPM: 2411011101

Jawaban:
Menurut pendapat saya, artikel ini membuka mata kita tentang betapa pentingnya Pancasila dalam dunia pendidikan kita.
Pertama, soal masalah yang diangkat. Saya sangat setuju bahwa kita perlu menjadikan Pancasila sebagai "jiwa" pendidikan Indonesia. Bayangkan kalau sekolah dan kampus kita kehilangan nilai-nilai ke-Indonesiaannya pasti akan jadi masalah besar. Apalagi sekarang ini kan kita dibanjiri berbagai sistem pendidikan dari luar yang kadang kurang cocok dengan budaya kita.
lalu yang menarik dari hasil penelitiannya adalah tekanan pada pentingnya "menghayati" Pancasila dalam pendidikan. Menurut saya, kita butuh contoh nyata bagaimana caranya guru-guru bisa menerapkan nilai Pancasila ini dalam mengajar sehari-hari. Misalnya, bagaimana cara mengajarkan gotong royong di era digital seperti sekarang?
Saya juga memperhatikan metode penelitian yang digunakan. Tapi menurut saya, akan lebih bagus kalau peneliti juga terjun langsung ke sekolah-sekolah, lihat bagaimana guru-guru menerapkan nilai Pancasila, atau tanya langsung ke siswa-siswa bagaimana mereka memahami Pancasila dalam pembelajaran mereka.
Yang paling penting, saya setuju dengan kesimpulan bahwa pendidikan kita harus tetap berpegang pada Pancasila. Tapi kita juga harus realistis - dunia pendidikan sekarang menghadapi tantangan yang kompleks. Bagaimana caranya menyeimbangkan nilai-nilai Pancasila dengan kebutuhan siswa di era digital? Bagaimana membuat Pancasila tetap relevan bagi generasi yang sudah akrab dengan media sosial dan internet?
Secara keseluruhan, artikel ini sudah bagus dalam memberikan landasan pemikiran. mungkin perlu penelitian lanjutan yang lebih fokus pada praktek di lapangan. Kita perlu tahu bagaimana caranya membuat nilai-nilai Pancasila ini benar-benar "hidup" dalam pendidikan modern kita, bukan cuma jadi teori yang bagus di atas kertas.
Intinya, tantangan kita sekarang adalah membuat Pancasila tetap relevan dan menarik bagi generasi muda, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai luhurnya. Tidak mudah memang, tapi justru ini yang membuat topik ini sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Jawab pertanyaan

Aisyah Diah Subekti གིས-
Nama: Aisyah Diah Subekti
NPM: 2411011101

Assalamualaikum wr.wb pak roy selaku dosen pengajar MKU pancasila. Pada sore hari ini izinkan saya menjawab pertanyaan bapak.

Pertanyaan:
1. jelaskan seberap penting pancasila sebagai filsafat negara.

2. mengapa pancasila menjadi filsafat negara yang harus kita pelajari hingga saat ini sampai di perguruan tinggi.

Jawaban:

1. Pancasila sebagai filsafat negara memiliki peran vital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Kedudukan Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman yang melandasi seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia.
Pentingnya Pancasila dapat dilihat dari tiga aspek utama yaitu aspek filosofis, aspek historis dan juga aspek praktis

2. Pembelajaran Pancasila hingga perguruan tinggi penting karena,
Sebagai mahasiswa perlu pemahaman mendalam sebagai calon pemimpin. Selain itu tantangan zaman yang semakin kompleks membutuhkan pemahaman kuat tentang ideologi bangsa.
Degradasi nilai kebangsaan juga perlu ditangani melalui pendidikan formal

Dengan demikian, Pancasila sebagai filsafat negara bukan sekadar konsep teoretis, melainkan panduan praktis yang harus dipahami secara mendalam oleh seluruh elemen bangsa, khususnya mahasiswa sebagai generasi penerus.