Posts made by SOLEKHA ARIFIA PUTRI

Nama : Solekha Arifia Putri
Npm. : 2413053229
Kelas. : 5G

1. Struktur pembelajaran IPS dalam kurikulum membantu guru karena pembelajaran menjadi lebih terarah dan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi. Guru dapat menentukan pengetahuan yang perlu dipahami siswa, keterampilan yang perlu dilatih, serta sikap yang ingin dibentuk melalui kegiatan pembelajaran. Ketiganya dapat dilakukan dalam satu kegiatan sehingga perkembangan siswa tidak hanya dilihat dari seberapa banyak materi yang mereka kuasai.

Contohnya, pada materi keberagaman sosial dan budaya, guru dapat menjelaskan berbagai bentuk keberagaman sebagai pengetahuan, kemudian mengajak siswa berdiskusi dalam kelompok untuk melatih kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi. Dari kegiatan tersebut, siswa juga belajar menghargai perbedaan dan tidak membeda-bedakan teman.

2. Menurut saya, jika guru hanya berfokus pada penyampaian materi, pembelajaran IPS akan menjadi kurang bermakna bagi siswa. Hal ini karena tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, dan asesmen seharusnya saling berhubungan. Kalau tujuan pembelajarannya ingin melatih siswa menganalisis suatu masalah, tetapi kegiatan di kelas hanya mendengarkan penjelasan dan menghafal materi, maka kemampuan yang diharapkan tidak benar-benar terlatih. Siswa mungkin bisa menjawab soal tentang materi tersebut, tetapi ketika menghadapi masalah yang sama dalam kehidupan sehari-hari, mereka belum tentu tahu bagaimana menyikapinya.

Contohnya, tujuan pembelajaran adalah agar siswa mampu memahami dan menyelesaikan masalah sosial tentang kebersihan lingkungan. Namun, guru hanya menjelaskan materi melalui ceramah dan pada akhirnya memberikan soal hafalan. Akibatnya, siswa mungkin bisa menjelaskan pengertian kebersihan lingkungan, tetapi belum tentu mampu menganalisis masalah sampah atau mencari solusi dari masalah tersebut.

3. Guru seharusnya menggunakan kurikulum sebagai pedoman untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa, bukan hanya sebagai dokumen yang harus dilengkapi. Dalam menentukan kegiatan pembelajaran, guru perlu melihat pengalaman dan permasalahan yang dekat dengan kehidupan siswa, kemudian menghubungkannya dengan materi IPS. Misalnya, saat membahas materi tentang kegiatan ekonomi, guru dapat mengaitkannya dengan kegiatan jual beli yang siswa temui di warung atau pasar. Siswa dapat memahami bagaimana kegiatan ekonomi berlangsung sekaligus melihat bahwa materi yang dipelajari memang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara tersebut, pembelajaran IPS menjadi lebih nyata, mudah dipahami, dan tidak hanya berhenti pada teori yang ada di dalam dokumen kurikulum.
Nama : Solekha Arifia Putri
Npm. : 2413053229
Kelas. : 5G

1. Pembelajaran IPS di SD perlu terus dikembangkan karena kehidupan masyarakat selalu berubah dan kebutuhan setiap peserta didik juga berbeda. Jadi, pembelajaran IPS tidak bisa hanya menggunakan materi dan cara mengajar yang sama terus-menerus. Materinya perlu dikaitkan dengan kehidupan siswa supaya lebih mudah dipahami dan terasa dekat dengan mereka.

Contohnya:
Saat belajar tentang kegiatan ekonomi, guru tidak hanya meminta siswa menghafal pengertian produksi, distribusi, dan konsumsi. Guru bisa mengajak siswa mengamati kegiatan jual beli di warung atau pasar sekitar. Dari situ siswa bisa melihat langsung bagaimana kegiatan ekonomi terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Hakikat pembelajaran IPS SD bukan hanya membuat siswa mengetahui atau menghafal konsep sosial, tetapi juga mengajarkan mereka bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran IPS ada pengetahuan, keterampilan, sikap, dan tindakan. Jadi, setelah memahami suatu materi, siswa diharapkan bisa berpikir, bersikap, dan melakukan tindakan yang sesuai.

Contohnya:
Saat belajar tentang keberagaman, siswa tidak hanya mengetahui bahwa Indonesia memiliki banyak suku dan budaya. Guru bisa memberikan contoh situasi ketika ada teman yang memiliki budaya berbeda. Siswa diajak berdiskusi tentang bagaimana cara menghargai teman tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, siswa bisa menerapkannya dengan tidak mengejek perbedaan dan tetap mau berteman serta bekerja sama.

3. Kalau pembelajaran IPS hanya berisi hafalan, siswa mungkin bisa mengingat materi, tetapi belum tentu benar-benar memahami bagaimana materi tersebut berhubungan dengan kehidupan mereka. Siswa juga menjadi kurang terbiasa untuk mengamati masalah, berpikir kritis, mencari penyebab, dan menemukan solusi. Padahal, IPS seharusnya tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga melatih siswa untuk menghadapi masalah sosial yang ada di lingkungan mereka.

Contohnya:
Ketika belajar tentang lingkungan, siswa hanya menghafal pengertian pencemaran tanpa pernah melihat masalah lingkungan secara langsung. Mereka mungkin tahu apa itu pencemaran, tetapi belum tentu tahu bagaimana cara mengatasinya. Akan lebih baik jika siswa diajak mengamati masalah sampah di sekolah, mencari penyebabnya, kemudian berdiskusi untuk menentukan solusi, misalnya melakukan pemilahan sampah. Dengan begitu, siswa tidak hanya tahu materinya, tetapi juga bisa menerapkannya dalam kehidupan nyata.