Kiriman dibuat oleh Olivia Rahma Dani

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Olivia Rahma Dani -
Nama : Olivia Rahma Dani
Npm : 2413031039

Nilai waktu uang adalah prinsip yang menyatakan bahwa uang saat ini lebih berharga daripada jumlah yang sama di masa depan karena dapat diinvestasikan untuk menghasilkan keuntungan. Konsep ini menjadi dasar dalam perhitungan nilai kini dan nilai masa depan, serta digunakan dalam akuntansi dan keputusan investasi.
Assalamualaikum Wr. Wb
Nama: Olivia Rahma Dani
Npm: 2413031039

Teori pengukuran dalam laporan keuangan menguraikan metode untuk menetapkan nilai pada aset, kewajiban, serta komponen lainnya sehingga informasi yang diberikan dapat relevan dan dapat dipercaya. Prinsip pengukuran yang sering diterapkan meliputi biaya masa lalu, nilai pasar, biaya saat ini, serta nilai guna atau nilai realisasi, sesuai dengan karakteristik dan tujuan penyajian elemen-elemen tersebut.

TA B 2025 -> DISKUSI

oleh Olivia Rahma Dani -
Nama : Olivia Rahma Dani
Npm : 2413031039

Video diatas membahas tentang Pengukuran merupakan bagian penting dalam penyusunan laporan keuangan karena menentukan seberapa besar jumlah yang akan diakui atas aset dan liabilitas. Proses ini harus didasarkan pada prinsip-prinsip dalam Kerangka Konseptual, yaitu relevansi dan representasi yang setia, serta mempertimbangkan materialitas dan ketidakpastian pengukuran. Terdapat beberapa basis pengukuran utama yang digunakan dalam pelaporan keuangan. biaya historis mencerminkan nilai perolehan awal suatu aset atau kewajiban, yang kemudian disesuaikan melalui depresiasi, amortisasi, atau penurunan nilai. Nilai wajar adalah harga pasar saat ini yang digunakan dalam transaksi teratur antara pelaku pasar, dan mencerminkan nilai keluar (exit value); pengaturannya terdapat dalam IFRS 13. Biaya kini merupakan jumlah yang harus dibayar saat ini untuk memperoleh aset serupa, dan mencerminkan nilai masuk (entry value), umumnya digunakan untuk aset khusus yang tidak memiliki pasar aktif. Nilai pakai mengukur nilai kini dari manfaat ekonomi masa depan dari penggunaan aset, sementara untuk liabilitas, pendekatan serupa dikenal sebagai nilai pemenuhan, yaitu nilai kini dari arus kas yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kewajiban. Pemilihan metode pengukuran yang tepat bergantung pada sifat aset atau liabilitas dan tujuan pelaporan, serta ditentukan lebih lanjut oleh standar akuntansi yang berlaku.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Olivia Rahma Dani -
Nama : Olivia Rahma Dani
NPM : 2413031039

Jurnal diatas membahas tentang teori pengukuran merupakan elemen penting dalam ilmu sosial, termasuk akuntansi, karena menetapkan tujuan, metode, dan standar dalam proses pengukuran. Dalam konteks sosial, pengukuran harus mencerminkan atribut yang jelas dan diketahui dari objek yang diukur, serta dilakukan menggunakan skala yang tepat dan representatif. Teori pengukuran representasional menekankan bahwa pengukuran adalah proses penugasan angka atau entitas matematis terhadap struktur konseptual yang memiliki dasar empiris dan tujuan jelas.

Dalam akuntansi, pengukuran memainkan peran sentral dalam pengakuan elemen-elemen laporan keuangan. Standar akuntansi seperti kerangka kerja IASB (2009) menyatakan bahwa suatu item harus dapat diukur secara andal dalam satuan moneter agar bisa diakui dalam laporan keuangan. Dengan demikian, tidak ada laporan keuangan yang bisa disusun tanpa proses pengukuran. Namun, meskipun akuntansi disebut sebagai disiplin pengukuran, terdapat kritik bahwa pengukuran dalam akuntansi tidak selalu memenuhi prinsip teori pengukuran representasional. Misalnya, konsep "nilai" dalam akuntansi sering dianggap ambigu dan subjektif, sehingga sulit dipastikan bahwa angka dalam laporan keuangan benar-benar merepresentasikan realitas ekonomi secara akurat.

Selain itu, laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi berguna bagi pengambilan keputusan ekonomi oleh pengguna eksternal, seperti investor dan kreditur. Akan tetapi, ketidakpastian dalam kebutuhan informasi serta fokus pada kelompok pengguna tertentu dapat menyebabkan informasi akuntansi menjadi bias dan kurang bermakna secara universal. Terlebih lagi, jika pengukuran akuntansi digunakan untuk tujuan prediktif, maka seharusnya didasarkan pada teori yang kuat dan memenuhi prinsip-prinsip ilmiah pengukuran, yang masih diragukan dalam praktik akuntansi saat ini. Oleh karena itu, walaupun akuntansi menggunakan istilah dan metode pengukuran, banyak aspek konseptualnya belum sepenuhnya selaras dengan teori pengukuran modern.