གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Olivia Rahma Dani

AKM B2025 -> Diskusi

Olivia Rahma Dani གིས-
Nama : Olivia Rahma Dani
NPM : 2413031039
Izin menjawab bu

Langkah-langkah dalam siklus akuntansi

1. Identifikasi dan Analisis Transaksi.
Mencatat semua transaksi yang terjadi dalam perusahaan (pembelian, penjualan, pembayaran, penerimaan kas) Mengumpulkan bukti transaksi seperti faktur, kuitansi, nota, atau bukti kas.

2. Pencatatan dalam Jurnal (Jurnal Umum).
Transaksi yang telah diidentifikasi dicatat secara kronologis dalam jurnal dengan sistem debit dan kredit.

3. Memposting ke Buku Besar.
Setiap akun dalam jurnal dipindahkan (diposting) ke akun yang sesuai di buku besar. 

4. Penyusunan Neraca Saldo.
Menjumlahkan saldo debit dan kredit dari buku besar untuk memastikan keseimbangan. 

5. Penyusunan Jurnal Penyesuaian.
Membuat penyesuaian pada akun-akun tertentu pada periode akhir (misalnya: penyusutan, biaya dibayar dimuka, pendapatan diterima dimuka).

6. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penyesuaian.
Menyusun kembali saldo saldo setelah dilakukan penyesuaian agar lebih akurat.

7. Penyusunan Laporan Keuangan.
Dari neraca saldo yang sudah disesuaikan, disusun laporan keuangan:
-Laporan Laba Rugi
-Laporan Perubahan Ekuitas
-Neraca
-Laporan Arus Kas

8. Penyusunan Jurnal Penutup.
Menutup akun-akun sementara (pendapatan, beban, ikhtisar laba rugi) agar saldo kembali nol untuk periode berikutnya.

9. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan.
mencerminkan bahwa saldo akun permanen (aset, kewajiban, ekuitas) sudah benar setelah penutupan.

10. Jurnal Pembalik.
Dibuat di awal periode berikutnya untuk membalik beberapa penyesuaian jurnal, agar pencatatan transaksi rutin lebih mudah.

AKM B2025 -> Diskusi

Olivia Rahma Dani གིས-
Nama : Olivia Rahma Dani
Npm : 2413031039
2024B

Menurut saya mengembangkan kerangka kerja definisional dalam akuntansi penting agar laporan keuangan disusun dengan cara yang konsisten, jelas, dan mudah dipahami. Dengan definisi yang tepat untuk unsur-unsur seperti aset, kewajiban, dan pendapatan, akuntansi bisa dijalankan secara seragam dan tidak membingungkan. Kerangka ini juga mempermudah penyusunan standar baru, membantu menghadapi situasi akuntansi yang belum diatur, dan membuat informasi keuangan lebih dapat dipercaya oleh pihak-pihak yang membutuhkannya, seperti investor dan regulator. Supaya, kerangka kerja ini menjaga agar akuntansi tetap logis, terpercaya, dan relevan.