Kiriman dibuat oleh Nadiya Alifa Firdaus

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Nadiya Alifa Firdaus -
Nadiya Alifa Firdaus
2413031066
Aset tak berwujud dicatat hanya ketika aset tersebut dapat diidentifikasi dengan jelas, mampu memberikan manfaat ekonomi di masa mendatang, dan biaya perolehannya dapat ditentukan secara tepat. Pada saat pertama kali diakui, aset tak berwujud dicatat sebesar biaya perolehannya, sementara aset yang terbentuk dari dalam perusahaan seperti reputasi atau citra merek tidak boleh diakui sebagai aset. Setelah dicatat, penilaian biasanya menggunakan model biaya, yaitu nilai perolehan dikurangi amortisasi serta penurunan nilai; sedangkan model revaluasi hanya diterapkan jika tersedia pasar aktif yang dapat menunjukkan nilai wajarnya. Aset yang memiliki masa manfaat terbatas akan diamortisasi secara teratur, sedangkan aset dengan masa manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi tetapi harus diuji penurunan nilainya setiap tahun. Dalam laporan keuangan, aset tak berwujud disajikan pada kelompok aset tidak lancar dengan mencantumkan nilai buku, akumulasi amortisasi, serta penjelasan menyangkut masa manfaat dan metode penilaian yang diuraikan lebih detail dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).