Posts made by Muhammad Ma'wa Nurrahman

MKU Pancasila Manajemen A -> forum tanggapan video 1

by Muhammad Ma'wa Nurrahman -
Nama :Muhammad Ma'wa Nurrahman
Npm : 2451011037

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pak Roy izinkan saya memberikan tanggapan terkait materi video yg telah dikirimkan

Video tersebut menyoroti masalah yg sedang dialami jaksa Jovi Andrea Bachtiar yg merasa dirinya sebagai korban kriminalisasi. Upaya kriminalisasi yg dihadapi oleh jaksa Jovi adalah masalah serius yg dimana kejaksaan republik indonesia memframing dalam setiap publikasinya yg menyatakan bahwa jaksa Jovi menuduh Nella Marsela menggunakan mobil dinas untuk berhubungan badan dengan pacarnya. Padahal jaksa Jovi hanya mengkritik si Nella Marsela yg sering memamerkan mobil dinas yg dipakai dan di upload ke media sosial pribadinya si Nella.
Permasalahan ini berkaitan dengan etika dalam bermedia sosial, ujaran kebencian, menyebarkan dugaan yg tidak benar.
Dalam konteks perkembangan teknologi yg harus sesuai dengan nilai pancasila, yaitu sebagai berikut.
▪︎Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Media sosial harus menjadi platform yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Perilaku cyberbullying, penyebaran informasi hoaks yang merugikan orang lain, dan ujaran kebencian yang melanggar hak asasi manusia harus dihindari. Sebaliknya, media sosial dapat digunakan untuk memperjuangkan keadilan, membela yang lemah, dan menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
▪︎Persatuan Indonesia: Media sosial dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dengan menjadi wadah untuk berbagi informasi positif dan mempererat tali silaturahmi antar warga negara. Sebaliknya, penyebaran berita bohong yang memecah belah bangsa, propaganda yang menimbulkan perpecahan, dan ujaran kebencian yang menargetkan kelompok tertentu ataupun individu harus dicegah.
▪︎Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Media sosial dapat menjadi platform untuk berdiskusi dan bertukar pikiran secara demokratis. Namun, perlu dijaga agar diskusi tetap berjalan dengan tertib, menghormati pendapat orang lain, dan mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat. Penyebaran informasi yang menyesatkan apalagi sampai menyudutkan salah satu pihak untuk mempengaruhi opini publik secara tidak demokratis harus dihindari.

*Kesimpulan
Agar media sosial selaras dengan nilai-nilai Pancasila, diperlukan kesadaran dan tanggung jawab dari seluruh pengguna, serta peran aktif pemerintah dan lembaga terkait dalam mengatur dan mengawasi penggunaan media sosial. Regulasi yang tepat dan edukasi publik yang efektif sangat penting untuk menciptakan ruang digital yang positif, produktif, dan mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

MKU Pancasila Manajemen A -> forum tanggapan video 2

by Muhammad Ma'wa Nurrahman -
Nama : Muhammad Ma'wa Nurrahman
Npm : 2451011037


Video tersebut menjelaskan tentang cara mempertahankan ideologi pancasila di era digital.

Era digital telah mengantarkan fenomena the Internet of things, mengindikasikan ancaman ideologi luar yg terasa begitu dekat yg dimana jarak dan waktu tidak lagi menjadi hambatan dan kendala. Berdasarkan data internet quotes text pengguna indonesia itu mencapai 212,35 juta pada maret 2021, dengan jumlah tersebut menunjukkan indonesia berada di urutan ke-3 dengan pengguna internet terbanyak di asia. Jumlah tersebut bukanlah jumlah yg sedikit maka dari itu indonesia harus menjaga dirinya agar tidak terjerumus ke ideologi asing yg dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Berikut dijelaskan bagaimana cara kita sebagai warga negara digital untuk mempertahankan ideologi pancasila.

*Pandangan tentang ideologi
Sebelum memahaminya lebih jauh kita harus tahu dulu yg dimaksud dengan ideologi, ideologi adalah ilmu tentang ide-ide atau gagasan ilmu tentang pikiran manusia yg mampu menunjukkan arah yg benar menuju masa depan.
Menurut De Trecy mengenai ideologi dia berpandangan bahwa ideologi adalah gagasan yg sehat atau sesuai dengan realitas sedangkan Karl Marx berpandangan bahwa ideologi adalah kesadaran palsu yg digunakan sebagai dasar pembenaran.

*Urgensi ketahanan ideologi pancasila di era digital
Suatu kewajaran bahwa perdebatan dan perselisihan ideologi besar yg berakhir pada dominannya ideologi tertentu, ini menunjukkan bahwa setiap negara memiliki cara dalam berpikir untuk mencapai cita-citanya. Ketahanan ideologi juga merupakan hal penting dalam mempertahankan ketahanan nasional, di indonesia sendiri yg dimaksud dengan ketahanan ideologi adalah ideologi pancasila, ini merujuk dengan pidato yg disampaikan oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 yg menegaskan "Bahwa pancasila adalah satu-satunya ideologi yg mampu menyatukan bangsa indonesia". Kandungan makna dalam pidato tersebut pancasila sebagai ideologi negara merupakan sarana pemersatu masyarakat dan pengarah motivasi bangsa indonesia mencapai cita-cita di era digital ini. Fenomena the internet of things menjadi ancaman paparan ideologi seperti liberalisme, komunisme, radikalisme, sosialisme. Serangan ideologis inilah yg dimaksud dengan perang modern, maka dari itu memeranginya dengan ketahanan ideologi pancasila di era digital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

*Siapa yg harus menjaga ketahanan ideologi pancasila di era digital
Sesuai dengan pasal 30 ayat 1 tahun 1945 yg menyatakan secara tegas bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Ketahanan ideologi harus menyasar pada generasi milenial yg rentan menjadi korban proyek misinformasi resepsi dan alat propaganda di era digital. Pada hakikatnya yg menjaga, melindungi dan memelihara ketahanan ideologi pancasila merupakan tugas bersama baik itu pemerintah maupun masyarakat.

*Ketahanan ideologi di era digital
Dengan perkembangan zaman yg penuh dinamika dan permasalahannya saat ini nilai-nilai yg terkandung dalam pancasila perlu diamalkan di kehidupan sehari-hari. Sehingga pengarusutamaan pancasila menjadi suatu keharusan baik secara strutural maupun kultural. Adapun mekanisme ketahanan ideologi di era digital yg dimaksud adalah sebagai berikut.
-Secara struktural melalui sosialisasi 4 pilar kebangsaan yg dilakukan oleh lembaga MPR diantaranya:
1. Dialog 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara,
2. Pegelaran seni dan budaya 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara,
3. Pembuatan film animasi 3D sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara,
4. Training of trainer 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara,
5. Lomba 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

-Secara kultural melalui penguatan pembelajaran pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan diantaranya:
1. Pembiasaan nilai religius dengan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan sesuai dengan keyakinan,
2. Menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan wawasan kebangsaan dengan menyayikan lagu-lagu daerah dan nasional,
3. Mengimplementasikan pendekatan Cooperative Learning untuk memupuk kebebasan berpendapat, gotong royong, toleransi, dan hidup berdampingan,
4. Mengadakan lomba video iklan layanan masyarakat tentang wawasan kebangsaan.

*Kesimpulan
Mempertahankan ideologi Pancasila di era digital bukanlah tugas yang mudah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Suksesnya upaya ini bergantung pada kolaborasi yang efektif antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat sipil, dan individu dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan mempromosikan nilai-nilai Pancasila secara konsisten dan kreatif. Keberhasilannya juga bergantung pada kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang cepat dan dinamis.

MKU Pancasila Manajemen A -> forum tanggapan video 2

by Muhammad Ma'wa Nurrahman -
Nama : Muhammad Ma'wa Nurrahman
Npm : 2451011037


Video tersebut menjelaskan tentang cara mempertahankan ideologi pancasila di era digital.

Era digital telah mengantarkan fenomena the Internet of things, mengindikasikan ancaman ideologi luar yg terasa begitu dekat yg dimana jarak dan waktu tidak lagi menjadi hambatan dan kendala. Berdasarkan data internet quotes text pengguna indonesia itu mencapai 212,35 juta pada maret 2021, dengan jumlah tersebut menunjukkan indonesia berada di urutan ke-3 dengan pengguna internet terbanyak di asia. Jumlah tersebut bukanlah jumlah yg sedikit maka dari itu indonesia harus menjaga dirinya agar tidak terjerumus ke ideologi asing yg dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Berikut dijelaskan bagaimana cara kita sebagai warga negara digital untuk mempertahankan ideologi pancasila.

*Pandangan tentang ideologi
Sebelum memahaminya lebih jauh kita harus tahu dulu yg dimaksud dengan ideologi, ideologi adalah ilmu tentang ide-ide atau gagasan ilmu tentang pikiran manusia yg mampu menunjukkan arah yg benar menuju masa depan.
Menurut De Trecy mengenai ideologi dia berpandangan bahwa ideologi adalah gagasan yg sehat atau sesuai dengan realitas sedangkan Karl Marx berpandangan bahwa ideologi adalah kesadaran palsu yg digunakan sebagai dasar pembenaran.

*Urgensi ketahanan ideologi pancasila di era digital
Suatu kewajaran bahwa perdebatan dan perselisihan ideologi besar yg berakhir pada dominannya ideologi tertentu, ini menunjukkan bahwa setiap negara memiliki cara dalam berpikir untuk mencapai cita-citanya. Ketahanan ideologi juga merupakan hal penting dalam mempertahankan ketahanan nasional, di indonesia sendiri yg dimaksud dengan ketahanan ideologi adalah ideologi pancasila, ini merujuk dengan pidato yg disampaikan oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 yg menegaskan "Bahwa pancasila adalah satu-satunya ideologi yg mampu menyatukan bangsa indonesia". Kandungan makna dalam pidato tersebut pancasila sebagai ideologi negara merupakan sarana pemersatu masyarakat dan pengarah motivasi bangsa indonesia mencapai cita-cita di era digital ini. Fenomena the internet of things menjadi ancaman paparan ideologi seperti liberalisme, komunisme, radikalisme, sosialisme. Serangan ideologis inilah yg dimaksud dengan perang modern, maka dari itu memeranginya dengan ketahanan ideologi pancasila di era digital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

*Siapa yg harus menjaga ketahanan ideologi pancasila di era digital
Sesuai dengan pasal 30 ayat 1 tahun 1945 yg menyatakan secara tegas bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Ketahanan ideologi harus menyasar pada generasi milenial yg rentan menjadi korban proyek misinformasi resepsi dan alat propaganda di era digital. Pada hakikatnya yg menjaga, melindungi dan memelihara ketahanan ideologi pancasila merupakan tugas bersama baik itu pemerintah maupun masyarakat.

*Ketahanan ideologi di era digital
Dengan perkembangan zaman yg penuh dinamika dan permasalahannya saat ini nilai-nilai yg terkandung dalam pancasila perlu diamalkan di kehidupan sehari-hari. Sehingga pengarusutamaan pancasila menjadi suatu keharusan baik secara strutural maupun kultural. Adapun mekanisme ketahanan ideologi di era digital yg dimaksud adalah sebagai berikut.
-Secara struktural melalui sosialisasi 4 pilar kebangsaan yg dilakukan oleh lembaga MPR diantaranya:
1. Dialog 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara,
2. Pegelaran seni dan budaya 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara,
3. Pembuatan film animasi 3D sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara,
4. Training of trainer 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara,
5. Lomba 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

-Secara kultural melalui penguatan pembelajaran pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan diantaranya:
1. Pembiasaan nilai religius dengan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan sesuai dengan keyakinan,
2. Menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan wawasan kebangsaan dengan menyayikan lagu-lagu daerah dan nasional,
3. Mengimplementasikan pendekatan Cooperative Learning untuk memupuk kebebasan berpendapat, gotong royong, toleransi, dan hidup berdampingan,
4. Mengadakan lomba video iklan layanan masyarakat tentang wawasan kebangsaan.

*Kesimpulan
Mempertahankan ideologi Pancasila di era digital bukanlah tugas yang mudah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Suksesnya upaya ini bergantung pada kolaborasi yang efektif antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat sipil, dan individu dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan mempromosikan nilai-nilai Pancasila secara konsisten dan kreatif. Keberhasilannya juga bergantung pada kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang cepat dan dinamis.