NPM : 2415061105
Kelas : PSTI-D
A. Pendapat tentang pendidikan di tengah pandemi COVID-19
Menurut saya, pendidikan selama pandemi ini benar-benar menghadapi banyak tantangan. Perubahan mendadak ke pembelajaran online bikin kaget banyak orang, termasuk guru, orang tua, dan siswa sendiri. Tidak semua orang punya fasilitas yang memadai, seperti perangkat elektronik atau internet yang stabil. Bahkan, ada orang tua yang bingung mendampingi anak belajar karena materi pelajaran juga makin sulit.
Di sisi lain, situasi ini jadi dorongan untuk berinovasi dalam pendidikan. Sekolah, pemerintah, dan masyarakat mulai memikirkan cara-cara baru biar pendidikan tetap bisa berjalan. Nilai gotong royong juga terlihat karena banyak orang yang berusaha membantu mereka yang kesulitan.
B. Cara membuat pendidikan tetap efektif dan sesuai nilai-nilai Pancasila
Agar pendidikan tetap berjalan lancar dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, ini beberapa hal yang bisa dilakukan:
Gotong Royong (Sila ke-3): Semua pihak, termasuk pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, perlu kerja sama untuk membantu siswa yang kesulitan. Misalnya, bantu anak-anak yang tidak punya perangkat belajar atau bantu akses internet.
Keadilan Sosial (Sila ke-5): Pemerintah sebaiknya lebih banyak memberikan bantuan untuk siswa yang kurang mampu agar mereka bisa ikut belajar online. Bisa dalam bentuk subsidi internet atau peminjaman perangkat belajar.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (Sila ke-2): Guru sebaiknya lebih peka dan paham kondisi siswa saat ini. Misalnya, jika ada siswa yang kesulitan, mungkin mereka bisa diberikan waktu tambahan untuk mengumpulkan tugas.
Persatuan Indonesia (Sila ke-3): Kita perlu memastikan pendidikan bisa dinikmati semua anak tanpa memandang latar belakang ekonomi, jadi nggak ada yang tertinggal.
C. Contoh pengembangan karakter Pancasilais
Ada contoh bagus tentang gotong royong di lingkungan saya. Beberapa warga bekerja sama mengumpulkan dana buat membeli paket data internet bagi anak-anak yang orang tuanya kesulitan ekonomi. Ini contoh nyata nilai gotong royong dan kepedulian. Dengan kebersamaan, warga sekitar bisa membantu anak-anak agar tetap bisa ikut belajar. Menurut saya, ini adalah contoh luar biasa dari bagaimana kita bisa membantu satu sama lain di saat yang sulit.
D. Hakikat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
Pancasila adalah dasar yang mencerminkan nilai-nilai utama bangsa Indonesia, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Pancasila bisa menjadi panduan dalam cara kita berpikir, bersikap, dan bertindak di kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam masa pandemi seperti sekarang, kita bisa mengedepankan rasa saling membantu dan gotong royong. Dengan nilai-nilai Pancasila, kita diharapkan bisa tetap bersatu dan menghadapi tantangan bersama, sehingga tercipta masyarakat yang harmonis dan saling peduli.
Pancasila bukan hanya sebagai simbol, tapi sebagai cara kita menghadapi hidup dengan nilai-nilai yang luhur, termasuk dalam situasi sulit seperti pandemi ini.