གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Ica Nuria Ilmawati IF Unila

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

Ica Nuria Ilmawati IF Unila གིས-
Nama: Ica Nuria Ilmawati
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D

A. Menurut saya, pandemi covid-19 telah memberikan dampak yang besar pada proses pendidikan di Indonesia, mengubah sistem pendidikan dari tatap muka menjadi pembelajaran daring (online). Tantangan utama yang dihadapi meliputi ketidaksetaraan ekonomi, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya keterampilan teknologi di antara guru dan siswa. Dengan adanya kebijakan physical distancing, sekolah terpaksa menerapkan pembelajaran jarak jauh secara nasional. Selain itu, pembelajaran daring menimbulkan masalah akses dan kesenjangan. Tidak semua siswa memiliki perangkat seperti laptop atau ponsel, maupun akses internet yang stabil. Ini berpotensi memperlebar kesenjangan sosial-ekonomi, terutama bagi keluarga kurang mampu. Akibatnya, angka putus sekolah diperkirakan akan meningkat, terutama di daerah terpencil dan zona merah covid-19. Pendidikan adalah kunci pembangunan sumber daya manusia, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis. Salah satunya adalah merealokasikan dana pelatihan menjadi bantuan langsung untuk keluarga terdampak, agar pendidikan anak-anak tetap berlanjut tanpa terbebani masalah ekonomi. Selain itu, perbaikan pada aspek kualitas pendidikan seperti pelatihan guru dan peningkatan kurikulum juga penting untuk menghadapi tantangan ke depan, guna mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.

B. Dengan mengalokasikan dana bantuan untuk menyediakan perangkat belajar dan akses internet bagi siswa yang membutuhkan, pemerintah dapat membantu mengurangi kesenjangan pendidikan. Ini sejalan dengan sila ke-5 (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia), yang menjamin bahwa semua siswa mendapatkan kesempatan yang adil untuk berpartisipasi dalam pendidikan, tanpa terhalang kondisi ekonomi.

C. Di lingkungan tempat tinggal saya, sedang diadakan program gotong royong untuk membangun masjid. Program ini dikoordinasikan oleh RT dan melibatkan seluruh warga. Kegiatan ini berlangsung setiap minggu pada hari minggu pagi, di mana warga membawa peralatan tukang seperti cangkul serta peralatan lainnya dan bersama-sama membangun masjid.
Kegiatan gotong royong seperti ini sangat mencerminkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ke-2, "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," dan sila ke-3, "Persatuan Indonesia." Dengan melibatkan seluruh warga, kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga. Melalui program ini, warga tidak hanya membangun masjid tetapi juga mempererat hubungan sosial.
Secara keseluruhan, contoh kasus ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata, kita dapat memperkuat rasa persatuan serta gotong royong di tengah masyarakat.

D. Hakikat Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara menuntut masyarakat untuk menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilainya dalam setiap aspek kehidupan. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya menjadi simbol, tetapi menjadi pedoman dalam membangun karakter dan identitas bangsa, serta menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan beradab. Melalui pengaktualisasian nilai-nilai ini, diharapkan dapat terwujud masyarakat Indonesia yang bersatu, sejahtera, dan berkeadilan.
Nama: Ica Nuria Ilmawati
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D

kata “filsafat” sebagai perpaduan antara cinta dan kebijaksanaan. Dalam bahasa Yunani, philosophia terdiri dari dua kata: phile yang berarti cinta yang besar atau hasrat yang tulus, dan sophia yang berarti kebijaksanaan atau kebenaran sejati. Dengan kata lain, filsafat adalah pencarian kebenaran yang penuh semangat, sebuah usaha mendalam untuk memahami kehidupan dan realitas dengan dasar kebijaksanaan. Filosofi atau filsafat ini bukan sekadar kumpulan teori, tetapi lebih seperti perjalanan panjang dan refleksi untuk memahami hakikat kehidupan dan nilai-nilai yang penting dalam hidup manusia.

Selain itu, berbagai aliran dalam filsafat mencerminkan beragam cara pandang untuk memahami hidup. Misalnya, rasionalisme menekankan pada akal sebagai alat utama dalam mencari pengetahuan. Sementara itu, materialisme melihat materi sebagai dasar segala sesuatu, dan individualisme menghargai kebebasan dan potensi individu sebagai hal yang utama. Di sisi lain, hedonisme berfokus pada pencapaian kesenangan sebagai tujuan hidup. Filsafat Pancasila dibahas sebagai refleksi kritis atas nilai-nilai Pancasila, yang tidak hanya bertujuan menjadi panduan dasar negara, tetapi juga sebagai sistem filsafat yang menyatukan berbagai aspek kehidupan sosial, kebudayaan, dan etika bangsa. Dengan pendekatan ini, Pancasila diharapkan dapat menjadi landasan yang kokoh untuk membangun identitas dan moral bangsa yang tangguh.
Nama: Ica Nuria Ilmawati
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D

Jurnal ini mengkaji Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia melalui pendekatan filsafat ilmu, yang meliputi aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi untuk menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan dan pengamalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menunjukkan pentingnya pendekatan filsafat ilmu dalam memahami dan mengembangkan Pancasila agar dapat lebih relevan dan efektif sebagai solusi dalam menghadapi tantangan kebangsaan di Indonesia. Menekankan pentingnya penerapan Pancasila dalam pendidikan tinggi untuk memperkuat pemahaman masyarakat, terutama elit politik, terhadap nilai-nilai luhur Pancasila. Penerapan filsafat ilmu untuk Pancasila bisa menjadi cara efektif untuk mengatasi persoalan bangsa. Artinya, dengan pendekatan ilmiah dan filsafat, kita dapat mengurai tantangan implementasi Pancasila secara lebih mendalam dan objektif, sehingga Pancasila tidak hanya menjadi simbol semata tetapi menjadi pedoman hidup. Untuk itu, pendidikan, terutama di perguruan tinggi, berperan penting dalam membentuk pemahaman ilmiah tentang Pancasila bagi generasi muda, tokoh masyarakat, dan pemimpin, agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat lebih diterapkan. Pancasila diharapkan dapat berfungsi secara maksimal untuk menyatukan bangsa Indonesia, membangun karakter warga negara yang jujur dan adil, serta memperkuat fondasi moral bangsa Indonesia.

Nama: Ica Nuria Ilmawati

NPM: 2415061053

Kelas: PSTI-D

1. Menurut saya, kasus penolakan jenazah tersebut sangat menentang pengamalan sila kedua, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Dalam kasus tersebut, penduduk terlihat tidak menghargai jenazah korban covid-19 terlebih korban adalah seorang perawat yang tentunya menjadi garda terdepan dalan penanganan pasien covid-19. Seharusnya, warga dapat menerima jenazah untuk dikuburkan sebagai bentuk pengamalan sila kedua. Dan seluruh warga Indonesia sepatutnya dapat mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

2. Peningkatan kesadaran dan edukasi. Kita dapat memanfaatkan media kampus seperti majalah, radio kampus, youtube mahasiswa untuk menyuarakan pentingnya rasa kemanusiaan dalam pemakaman korban covid-19 tersebut, serta mengajak mahasiswa lain untuk terlibat dalam sosialisasi ini. Dengan demikian, kita dapat menciptakan Masyarakat yang lebih peduli dan manusiawi.

3. Penolakan jenazah tersebut termasuk pelanggaran sila kedua Pancasila, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Meskipun jenazah tersebut sudah tidak bernyawa, setiap manusia berhak mendapatkan perlakuan yang layak, termasuk dalam pemakaman. Penolakan jenazah menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap martabat orang-orang yang sudah meninggal. Sila kedua juga menekankan pentingnya keadilan, keadilan berarti memberikan hak-hak yang sama kepada semua orang. Menolak pemakaman jenazah korban covid-19 hanya karena ketakutan yang tidak berdasar adalah Tindakan diskriminatif dan tidak adil. Protokol Kesehatan telah dibuat untuk memastikan pemakaman korban covid-19 aman, sehingga tidak ada alasan rasional untuk menolak jenazah.