Posts made by Ica Nuria Ilmawati IF Unila

Nama: Ica Nuria Ilmawati
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D

Jurnal ini membahas tentang bagaimana proses demokrasi di Indonesia, khususnya dalam konteks Pemilu Presiden 2019, masih menghadapi banyak tantangan. Meskipun Indonesia sudah lebih dari dua dekade menjalani sistem demokrasi pasca-reformasi, kenyataannya demokrasi kita masih sebatas prosedural, belum sampai ke level yang benar-benar substansial.

Penulis menjelaskan bahwa Pilpres 2019 memperlihatkan betapa masyarakat kita terbelah secara tajam. Persaingan yang seharusnya sehat dalam demokrasi malah berubah jadi ajang saling serang, baik secara langsung maupun lewat media sosial. Apalagi isu SARA dan agama juga ikut dimainkan dalam kampanye, yang membuat suasana politik makin panas.

Di sisi lain, partai politik yang seharusnya jadi pilar utama demokrasi justru dinilai gagal menjalankan perannya. Banyak partai lebih fokus cari suara instan dengan mencalonkan selebriti, daripada membina kader yang benar-benar siap memimpin. Selain itu, birokrasi juga dinilai tidak netral karena ada banyak pejabat dan ASN yang terlihat mendukung salah satu pasangan calon. Ini tentu merusak kepercayaan publik terhadap sistem pemilu yang seharusnya adil dan transparan.

Melalui jurnal ini, penulis menunjukkan bahwa demokrasi tidak cukup hanya dengan adanya pemilu. Demokrasi yang sehat harus bisa membangun kepercayaan rakyat, menghadirkan pemerintahan yang efektif, serta memberi ruang partisipasi politik yang adil dan terbuka untuk semua kalangan. Sayangnya, semua itu belum tercapai dalam pemilu 2019. Bahkan, setelah hasil pemilu diumumkan, terjadi kerusuhan yang memperlihatkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya percaya pada proses dan hasil pemilu.

Secara keseluruhan, jurnal ini memberi pandangan yang kritis namun sangat relevan terhadap kondisi demokrasi di Indonesia. Penulis juga memberikan refleksi bahwa untuk memperkuat demokrasi, semua pihak—baik pemerintah, parpol, birokrasi, hingga masyarakat—harus punya komitmen untuk menjadikan demokrasi bukan hanya sebagai rutinitas lima tahunan, tapi benar-benar sebagai sistem yang memperjuangkan aspirasi rakyat.
Nama: Ica Nuria Ilmawati
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D

Video tersebut menjelaskan mengapa sistem demokrasi menjadi pilihan banyak negara di dunia meskipun sistem ini sering kali dianggap berisik dan penuh perdebatan. Demokrasi memberikan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan pendapatnya secara bebas, sehingga terkadang suasana politik menjadi ramai dan kompleks. Namun, kelebihan utama dari demokrasi adalah kemampuannya menjaga keamanan dan kemakmuran negara dalam jangka panjang.

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa negara-negara yang menganut demokrasi cenderung lebih baik dalam menegakkan hak asasi manusia, memiliki tingkat korupsi yang lebih rendah, serta warganya lebih sehat dan bahagia dibandingkan dengan negara yang tidak menganut demokrasi. Meski begitu, demokrasi juga menghadapi tantangan besar di era modern ini, terutama di abad ke-21, di mana berbagai dinamika sosial dan politik mulai mengguncang keyakinan banyak orang terhadap sistem ini.

Kondisi demokrasi di Indonesia pun menjadi sorotan. Berdasarkan laporan dari Freedom House, peringkat demokrasi Indonesia mengalami penurunan sejak tahun 2013. Selain itu, The Economist Intelligence Unit menempatkan Indonesia dalam kategori "cacat demokrasi" atau flawed democracy. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara lain, termasuk negara-negara yang selama ini dianggap sebagai demokrasi mapan, seperti Amerika Serikat.

Secara keseluruhan, video ini mengajak kita untuk memahami bahwa demokrasi bukanlah sistem yang sempurna, namun tetap menjadi pilihan banyak negara karena manfaatnya dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Tantangan yang dihadapi demokrasi saat ini menjadi panggilan bagi semua pihak untuk terus memperbaiki dan memperkuat sistem tersebut agar dapat berjalan dengan lebih baik di masa depan.
Nama: Ica Nuria Ilmawati
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D

Video yang membahas peristiwa bersejarah mengenai penyerahan Jepang kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945 dan dampaknya terhadap kemerdekaan Indonesia memberikan gambaran penting tentang bagaimana momen tersebut menjadi titik balik bagi bangsa Indonesia. Dalam narasi ini, kita akan mengaitkan peristiwa tersebut dengan nilai-nilai Pancasila yang relevan.Pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, menewaskan ratusan ribu orang dan menandai akhir Perang Dunia II di wilayah Pasifik. Dampak dari peristiwa ini sangat besar, tidak hanya bagi Jepang tetapi juga bagi negara-negara yang terjajah, termasuk Indonesia. Dengan kekalahan Jepang, muncul kekosongan kekuasaan yang dimanfaatkan oleh para pemimpin Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Peristiwa pemboman di Hiroshima dan Nagasaki menunjukkan dampak mengerikan dari perang yang tidak hanya merugikan negara yang berperang, tetapi juga masyarakat sipil yang menjadi korban. Dalam konteks ini, proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah langkah menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat, memastikan bahwa hak-hak dasar manusia dihormati dan dilindungi.
Kekalahan Jepang menciptakan situasi di mana semua elemen bangsa bersatu untuk mencapai tujuan bersama: kemerdekaan. Proklamasi kemerdekaan adalah hasil dari kerja sama berbagai kelompok dan individu yang berjuang dengan satu visi untuk membangun bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Proklamasi kemerdekaan bukan hanya hasil keputusan sepihak, tetapi merupakan hasil dari proses musyawarah di antara para pemimpin bangsa. Ini mencerminkan prinsip demokrasi di mana suara rakyat diperhitungkan dalam menentukan arah masa depan negara.
Dengan memproklamirkan kemerdekaan, para pendiri bangsa berkomitmen untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mereka menyadari bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.
Peristiwa penyerahan Jepang kepada Sekutu dan proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan momen penting dalam sejarah bangsa. Kita dapat melihat bagaimana nilai-nilai tersebut terwujud dalam perjuangan rakyat Indonesia untuk meraih kebebasan. Proklamasi kemerdekaan bukan hanya sekadar pengumuman politik, tetapi juga sebuah pernyataan moral dan spiritual tentang hak asasi manusia dan keadilan sosial yang harus dijunjung tinggi oleh setiap warga negara.
Nama: Ica Nuria Ilmawati
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D

Protes ini merupakan bentuk perwujudan hak asasi manusia untuk hidup dalam lingkungan yang bersih dan sehat. Warga menuntut keadilan terhadap dampak pencemaran yang ditimbulkan oleh pabrik-pabrik tersebut. Mereka berusaha untuk memperjuangkan hak mereka sebagai manusia untuk mendapatkan lingkungan yang layak, yang mencerminkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
Warga desa menuntut keadilan sosial dengan menginginkan agar pabrik-pabrik bertanggung jawab atas limbah yang mereka hasilkan. Tindakan ini menunjukkan upaya untuk memastikan bahwa semua orang, tanpa terkecuali, dapat menikmati hak atas lingkungan yang bersih dan sehat, sesuai dengan prinsip keadilan sosial dalam Pancasila sila kelima.
Aksi protes di Pegaden Tengah tidak hanya merupakan reaksi terhadap pencemaran lingkungan, tetapi juga mencerminkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengedepankan nilai-nilai seperti kemanusiaan, persatuan, dan keadilan, warga desa berusaha untuk memperjuangkan hak mereka serta menjaga kelestarian lingkungan demi kesejahteraan bersama.