གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ DETA AMELIA

MKU PKN PSTI C DAN D 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

DETA AMELIA གིས-
Nama : Deta Amelia
Npm : 2415061120
Kelas : PSTI-C

Jurnal Penelitian Politik Vol. 16 No. 1 terbitan Juni 2019 dari LIPI mengangkat tema besar tentang dinamika sosial dan politik menjelang pelaksanaan Pemilu Serentak 2019. Edisi ini membahas berbagai isu penting seputar persiapan pemilu, termasuk penguatan sistem presidensial, peran simbolik perempuan dalam kampanye, serta netralitas aparat seperti Polri. Selain itu, jurnal ini juga menyoroti bagaimana populisme berkembang dalam politik Indonesia dan bagaimana budaya pesantren, melalui karya seperti Shalawat Badar, memiliki dimensi politik yang menarik untuk dikaji. Topik-topik ini menunjukkan kompleksitas suasana politik menjelang pemilu, terutama dalam hal komunikasi politik, mobilisasi massa, dan tantangan menjaga demokrasi tetap sehat.

Selain artikel ilmiah, jurnal ini juga memuat review buku yang mengulas penataan demokrasi dan pelaksanaan pemilu sejak era reformasi. Secara keseluruhan, jurnal ini menyajikan pandangan kritis terhadap berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan pemilu dan demokrasi di Indonesia. Isinya tidak hanya berguna bagi kalangan akademik seperti mahasiswa dan peneliti, tetapi juga bagi masyarakat umum dan pengambil kebijakan yang ingin memahami bagaimana dinamika sosial-politik memengaruhi jalannya pemilu. Dengan pendekatan yang beragam dan kajian yang mendalam, jurnal ini menjadi sumber referensi yang relevan dalam memahami tantangan dan perkembangan politik Indonesia kontemporer.

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal-2

DETA AMELIA གིས-
Nama : Deta Amelia
Npm: 2415061120
Kls :PSTI C

A. Peran Pancasila sebagai Paradigma Ilmu dalam Disiplin Ilmu yang Dipelajari

Pancasila sebagai paradigma ilmu merupakan panduan utama dalam pengembangan disiplin ilmu, termasuk pada persaingan global saat ini. Setiap sila dalam Pancasila memberikan landasan etika yang relevan untuk mendorong kemajuan ilmu tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan. Berikut rincian peran setiap sila:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kebijakan Ilmu : Mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama dan moral. Penelitian dan inovasi teknologi harus memperhatikan aspek kebermanfaatan bagi umat manusia.
- Landasan Etika: Menjunjung integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam pengembangan ilmu pengetahuan, menghindari penyalahgunaan teknologi yang merugikan masyarakat.
- Proses di Tengah Persaingan Global: Mengintegrasikan spiritualitas dengan teknologi agar menghasilkan solusi yang beretika untuk permasalahan global.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
- Kebijakan Ilmu: Menekankan pentingnya ilmu yang berfokus pada keadilan sosial, seperti teknologi ramah lingkungan, layanan kesehatan, dan pendidikan yang inklusif.
- Landasan Etika: Mengutamakan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam pengembangan dan penerapan ilmu.
-Proses di Tengah Persaingan Global: Menggunakan ilmu untuk mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi di era globalisasi.

3. Persatuan Indonesia
- Kebijakan Ilmu: Mendorong kolaborasi antar-daerah dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkuat integrasi nasional.
- Landasan Etika: Menghindari polarisasi atau konflik dalam penerapan ilmu, serta mendorong harmoni di tengah keberagaman.
- Proses di Tengah Persaingan Global: Menggunakan ilmu untuk meningkatkan daya saing nasional tanpa kehilangan identitas bangsa.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Kebijakan Ilmu: Mengembangkan ilmu melalui pendekatan partisipatif, dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
- Landasan Etika: Mengutamakan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan terkait ilmu pengetahuan.
- Proses di Tengah Persaingan Global: Menciptakan kebijakan ilmiah yang inklusif, mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam persaingan global.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
- Kebijakan Ilmu: Mengarahkan pengembangan ilmu untuk menciptakan pemerataan kesempatan, termasuk akses pendidikan dan teknologi.
- Landasan Etika: Menghindari eksploitasi sumber daya alam dan manusia, serta memastikan manfaat ilmu dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
- Proses di Tengah Persaingan Global: Menjaga keberlanjutan pembangunan melalui penerapan teknologi yang adil dan bertanggung jawab.

B. Harapan Mengenai Model Pemimpin, Warganegara, dan Ilmuwan Pancasilais di Indonesia

1. Pemimpin Pancasilais
- Memiliki visi yang berlandaskan Pancasila, menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan pemerintahan.
- Berkomitmen untuk memajukan kesejahteraan umum, menjaga keadilan sosial, serta memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan untuk kemakmuran bangsa.

2. Warganegara Pancasilais
- Aktif dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi dengan menjunjung nilai-nilai Pancasila.
- Mampu menyaring pengaruh globalisasi dengan tetap mempertahankan budaya nasional dan solidaritas sosial.

3. Ilmuwan Pancasilais
- Berperan sebagai agen perubahan dengan mengedepankan prinsip moral, etika, dan keberlanjutan dalam pengembangan ilmu.
- Berkolaborasi lintas disiplin ilmu dan negara untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia.

Harapan Masa Depan
- Indonesia akan memiliki pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang adaptif terhadap kemajuan zaman namun tetap konsisten dengan nilai-nilai Pancasila.
- Di masa depan, mereka diharapkan menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat daya saing global, dan memanfaatkan Iptek untuk kesejahteraan bersama.

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal-1

DETA AMELIA གིས-
Nama : Deta Amelia
NPM : 2415061120
kls : PSTI F

A. Tanggapan mengenai berita dan langkah antisipasi dampak negatif hoaks
Menurut saya, berita tersebut sangat relevan dengan situasi saat ini, di mana hoaks dengan mudah menyebar melalui media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi atau latar belakang seseorang tidak selalu menjamin mereka kebal terhadap informasi palsu. Media sosial memperkuat penyebaran hoaks karena sifatnya yang cepat dan massal.
Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks, saya akan:
-Selalu memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
-Menghindari menyukai atau membagikan konten yang belum jelas kebenarannya.
-Membantu keluarga atau teman untuk memahami cara mengenali hoaks, terutama dengan memberikan contoh cara verifikasi informasi.
-Melaporkan konten hoaks kepada platform media sosial agar dapat ditindaklanjuti.
-Menyebarkan informasi yang bermanfaat dan mendidik, serta menjauhi konten provokatif.

B. Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan solusinya
Pengaruh Negatif:
Pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila di media sosial dapat menyebabkan:
-Teknologi yang mempromosikan perpecahan bertentangan dengan nilai persatuan (Sila ke-3).
-Penyalahgunaan teknologi untuk memata-matai atau menyebar ujaran kebencian bertentangan dengan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab (Sila ke-2).
-Penyebaran informasi yang tidak merata melanggar asas keadilan sosial (Sila ke-5).

Solusinya:
- Kebijakan iptek harus mengedepankan asas keadilan dan persatuan.
- Pelaku industri teknologi wajib menjamin bahwa produk mereka tidak digunakan untuk hal yang merugikan masyarakat.
- Dalam pengembangan iptek, pendidikan tentang Pancasila harus ditekankan di berbagai jenjang pendidikan formal.
- Pemerintah, akademisi, dan masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan pengembangan iptek mendukung kesejahteraan sosial.

C. Solusi Konsumerisme dalam Teknologi menurut Program Studi/Jurusan:
1. Mendorong pengembangan teknologi lokal:
-Mengembangkan produk teknologi berbasis kebutuhan lokal yang kompetitif di pasar global.
-Memberikan insentif kepada startup teknologi untuk berinovasi.

2. Peningkatan kualitas pendidikan teknologi:
-Mendorong mahasiswa untuk menguasai teknologi dan menciptakan solusi yang relevan dengan tantangan lokal.
-Memasukkan mata kuliah tentang kewirausahaan teknologi ke dalam kurikulum.

3. Membangun ekosistem teknologi yang mendukung:
- Membuat inkubator bisnis berbasis teknologi yang berkolaborasi dengan pemerintah dan swasta.
- Menyediakan pendanaan untuk proyek teknologi yang dapat dikembangkan menjadi produk lokal unggulan.

4. Peningkatan kesadaran masyarakat:
-Edukasi tentang pentingnya memilih produk teknologi lokal yang berkualitas.
-Kampanye mendukung inovasi dalam negeri sebagai bentuk cinta tanah air.

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

DETA AMELIA གིས-
NAMA : DETA AMELIA
NPM : 2415061120
KLS : PSTI C

Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Pancasila merupakan kristalisasi nilai budaya dan agama Indonesia, menjadi panduan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Penelitian ini menekankan Pancasila sebagai pedoman normatif untuk mengembangkan iptek di Indonesia agar tetap berakar pada budaya dan nilai nasional.

Pancasila adalah dasar negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, mencerminkan cita hukum negara. Sebagai ideologi, Pancasila mengintegrasikan nilai meta-yuridis ke dalam norma hukum positif, menjadi landasan nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pengembangan iptek yang tidak berlandaskan Pancasila berpotensi menimbulkan sekularisme.

Nilai Pancasila dalam Pengembangan Ilmu:
- Setiap iptek yang dikembangkan harus sesuai dengan nilai Pancasila.
- Pancasila sebagai pedoman normatif dan faktor internal dalam pengembangan iptek.
- Pengembangan iptek harus mempribumikan ilmu untuk menjaga identitas budaya.

Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Moral:
- Setiap sila Pancasila memberikan landasan moral untuk pengembangan iptek, seperti menghormati martabat manusia, meningkatkan kualitas hidup, dan menjaga
keseimbangan sosial.
- Pengembangan iptek harus menghormati keyakinan religius, mempromosikan nilai kemanusiaan, dan memperkuat identitas nasional.

Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis:
- Pancasila sebagai dasar pengembangan iptek dicantumkan dalam Pembukaan UUD 1945.
- Perguruan tinggi memainkan peran dalam mempromosikan Pancasila sebagai orientasi ilmu.
- Kebijakan politik di berbagai era menunjukkan penerapan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek

Dari jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa:
- Pancasila wajib menjadi dasar dan pedoman dalam pengembangan iptek di Indonesia.
- Iptek yang berkembang di Indonesia harus mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila agar sesuai dengan kepribadian bangsa.
- Pancasila menjamin bahwa pengembangan iptek tidak keluar dari akar budaya Indonesia, menciptakan kemajuan yang seimbang dan bermoral.