Kiriman dibuat oleh Akhmad Faishal Kharisma

MKU Pancasila TI A -> Tanggapan Artikel 1

oleh Akhmad Faishal Kharisma -
Nama : Akhmad Faishal Kharisma
NPM : 2415061054
Kelas : PSTI A

Pada Artikel ini membahas betapa pentingnya Pancasila sebagai etika politik untuk mengatasi tantangan era pasca-kebenaran, yang ditandai dengan banyaknya hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi, terutama di media sosial. Pancasila dianggap sebagai standar moral untuk membangun politik yang bermartabat, demokratis, dan adil.
Permasalahannya ada menurunnya moral politik sebagai akibat dari pragmatisme dan korupsi, Minimalnya literasi media yang menyebabkan penyebaran informasi yang tidak benar, Tekanan globalisasi dan kepercayaan asing menantang prinsip Pancasila.

Jadi kita harus melakukan peningkatan literasi media dan pendidikan moral, Karena generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung Pancasila. Salah satu tantangan adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang Pancasila dan kurangnya penerapan prinsip-prinsipnya dalam praktik politik. Jadi untuk memperkuat literasi media, menanamkan pendidikan karakter, dan menegakkan hukum secara tegas, pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan harus bekerja sama.

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi 2

oleh Akhmad Faishal Kharisma -
Nama : Akhmad Faishal Kharisma
NPM : 2415061054
Kelas : PSTI A

Salah satu tantangan utama dalam menjadikan Pancasila sebagai filsafat bangsa Indonesia adalah bagaimana nilai-nilainya dapat dihayati dan diwujudkan dalam setiap aspek kehidupan warga negara. Saat ini, banyak warga negara yang kurang memahami atau bahkan mengabaikan Pancasila sebagai bagian dari jati diri bangsa, menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila masih kurang internalisasi di masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.


Untuk mengatasi masalah ini, pendidikan yang berlandaskan Pancasila harus diterapkan dalam semua aspek pendidikan dan kegiatan sosial. Ini tidak hanya harus diterapkan dalam lingkup formal seperti mata pelajaran Pancasila, tetapi juga harus diintegrasikan dalam semua aspek pembelajaran dan kegiatan sosial. Melalui pendidikan karakter yang konsisten, penguatan kurikulum tersembunyi, dan teladan para pemimpin dan pendidik, diharapkan warga negara akan lebih menghargai Pancasila sebagai panduan dalam bersikap dan bertindak.

MKU Pancasila TI A -> Tanggapan Artikel 1

oleh Akhmad Faishal Kharisma -
Nama : Akhmad Faishal Kharisma
NPM : 2415061054
Kelas : PSTI A

Artikel ini membahas peran Pancasila sebagai dasar filosofi pendidikan Indonesia. Pancasila diharapkan menjadi jiwa pendidikan nasional, menekankan pembentukan karakter dan moral selain pengetahuan. Masalah utama adalah kurang optimalnya penerapan Pancasila yang sering terbatas pada mata pelajaran tertentu, sehingga bidang studi lain kurang menanamkan nilai ini. Artikel menyarankan pendekatan interdisipliner dan penggunaan hidden kurikulum agar nilai-nilai Pancasila menyatu dalam semua aspek pendidikan. Tujuannya adalah membentuk generasi berkarakter kuat, etis, dan siap menghadapi tantangan sosial.

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi

oleh Akhmad Faishal Kharisma -
Nama : Akhmad Faishal Kharisma
NPM : 2415061054
Kelas : PSTI A

Pancasila dikaitkan dengan filsafat karena ia berfungsi sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa Indonesia, mengandung nilai-nilai dasar yang menjadi pedoman hidup bagi masyarakat. Pancasila menggariskan lima nilai utama: Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Ini berfungsi sebagai filsafat yang menggali prinsip dasar kehidupan dan memberikan pedoman untuk bertindak. Pancasila, sebagai landasan filosofis, berkontribusi pada pembentukan perspektif, sikap, dan tujuan hidup bangsa dalam berbangsa dan bernegara.