Posts made by Naufal Fadhlirrahman

DesainB3 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Naufal Fadhlirrahman -
Nama : Naufal Fadhlirrahman
Npm : 2413053005

izin menjawab pertanyaan dari syarifah siti fatimah nayara
Jadi untuk mengukur keberhasilan dari penerapan model ASSURE, yang pertama bisa diliat yaitu apakah mencapai tujuan pembelajarannya atau tidak. Seperti yang ada di bagian komponen state objective, misalnya siswa mampu melakukan penjumlahan sampai 20 dengan menggunakan benda konkret. Jika siswa dikelas mampu mencapai itu, bisa dikatakan penerapan model ASSURE efektif.

Kemudian ada pada model ASSURE ada juga komponen evalute dan revise. Guru disini menilai apakah media dan metode pembelajaran cocok dengan karakteristik siswa. Jika sesudah revisi ada peningkatan hasil belajar maka penerapan model ASSURE dikatakan berhasil. 

DesainB3 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Naufal Fadhlirrahman -
Nama : Naufal Fadhlirrahman
Kelas : 2413053005
izin menjawab pertanyaan dari Adelia Nanda Febriani
memang bahwa banyak model desain pembelajaran, baik yang berorientasi kelas, produk, maupun sistem. Namun, pemilihan model harus disesuaikan dengan konteks permasalahan dan ruang lingkup kajian.Kasus yang kami analisis adalah kesulitan berhitung pada peserta didik Fase A di kelas 1 dan 2. Model seperti dick & carey, model morrison ross kemp, lebih bersifat sistematis skala besar dan sering digunakan untuk pengembangan kurikulum atau sistem pembelajaran secara menyeluruh. Sedangkan ASSURE memang dirancang untuk pembelajaran dikelas. Fokus pada Media dan Keterlibatan Aktif, ASSURE memiliki komponen yang sangat spesifik
-Select Methods, Media, and Materials
-Utilize Materials
-Require Learner Participation
Model seperti ADDIE memang sistematis, tetapi lebih umum dan tidak secara spesifik menekankan integrasi media dalam aktivitas kelas seperti ASSURE.

DesainB3 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Naufal Fadhlirrahman -
Nama : Naufal Fadhlirrahman
Npm : 2413053005
izin menjawab pertanyaan dari tisa
kuncinya yaitu ada pada penggunaan media pembelajaran. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa peserta didik fase A berada di tahap operasional konkret. Jadi ketika guru sudah membimbing dan menggunakan benda konkret tetapi peserta didik masih konsisten bingung pada konsep dasar bisa dikatakan ini adalah hambatan kognitif. Tetapi jika peserta didik mampu memahami saat dibimbing dan menggunakan benda konkret kemudian dikesempatan berikutnya tidak bisa ini bisa dibilang malas kurang motivasi atau kurang latihan

DesainB3 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Naufal Fadhlirrahman -
Nama : Naufal Fadhlirrahman
Npm : 2413053005
izin menjawab pertanyaan dari Farida Palupi
Berdasarkan kajian literatur dalam makalah kami, kesulitan berhitung dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Karena itu, penyelesaiannya tidak hanya dibebankan kepada guru, tapi juga kerja sama antara guru, sekolah, dan keluarga. Contoh guru seperti yg dibahas membuat sebuah desain pembelajaran ASSURE. Lalu sekolah punya peran sebagai pembuat sistem dan pendukung fasilitas, keluarga dapat memberikan motivasi dan support sebagai pembiasaan dari proses belajar karna bagian dari faktor eksternal.
Jika ketiga pihak bekerja sama, maka kesulitan berhitung bisa diminimalisir karena dari aspek akademik, lingkungan sekolah, dan lingkungan rumah sudah ditangani.