Rahmi Taiqya Darmawanti
2413031006
Menurut sumber yang telah saya baca dengan penulis Muhammad Riadi (2018), neraca memiliki keterbatasan. Dimana seringkali pihak eksternal selaku pemakai laporan keuangan harus mengetahui nilai neraca sebuah perusahaan, namun neraca secara umum tidak menunjukkan nilai yang sesuai dari suatu perusahaan. Biasanya ini terjadi akibat banyaknya aktiva yang dilaporkan pada biaya historis. Selain itu karena laporan keuangan laba rugi dan neraca selalu berhubungan yang mengakibatkan jika laporan laba rugi memiliki keterbatasan, maka laporan neraca pun memiliki keterbatasan yang sama.
Beberapa keterbatasan neraca adalah sebagai berikut:
1. Biaya historis.
Sebagian besar aktiva dan kewajiban dicatat pada biaya historis atau harga perolehan. Akibatnya, informasi yang dilaporkan dalam neraca memiliki reliabilitas yang lebih tinggi di satu sisi, namun disisi lain dikecam karena nilai wajar saat ini yang lebih releven tidak dilaporkan.
2. Pertimbangan dan estimasi
yang digunakan untuk menentukan berbagai pos yang dilaporkan dalam neraca. Misalnya masa manfaat suatu aktiva, Jumlah piutang yang tak tertagih, Jumlah beban garansi yang harus dicadangkan dan lain lain.
3. Aktiva tidak berwujud
Sumberdaya manusia yang handal, produk yang unggul, pelayanan yang prima terhadap pelanggan ini jelas merupakan aktiva penting bagi perusahaan, namun neraca tidak dapat melaporkan karena tidak bisa dicatat atau diukur secara objektif.
4. Nilai tukar
Sebuah masalah yang berhubungan dengan neraca adalah ketidakstabilan nilai tukar yang mengakibatkan tidak dapat dipertahankannya daya beli yang konstan, sementara sumberdaya dan ekuitas pada neraca tidak disesuaikan terhadap perubahan didalam daya beli dari unit pengukuran.
5. Comparability
Keterbatasan lain dari neraca juga berhubungan dengan kebutuhan untuk bisa dibandingkan (comparability), yaitu bahwa tidak semua perusahaan mengklasifikasikan dan melaporkan semua unsur neracanya dengan cara yang sama. Misalnya Klasifikasi judul dan perkiraan yang beragam.
6. Off-Balance-Sheet
Meningkatnya penggunaan dari pendanaan di luar neraca (off-balance-sheet). Untuk menghindari pelaporan kewajiban dalam jumlah yang besar pada neraca perusahaan. Pada kenyataan, aspek utama dari skandal akuntansi ENRON adalah penggunaan perjanjian pendanaan yang kreatif.
Tantangan paling signifikan yang dihadapi profesi akuntansi adalah keterbatasan laporan keuangan, misalnya neraca. Sejumlah observasi menunjukkan bahwa para pemakai menentang penggantian model akuntansi berdasar historis dengan akuntansi berdasar nilai wajar. Akan tetapi, mereka menganggap bahwa informasi nilai wajar berguna untuk jenis aktiva dan kewajiban tertentu serta untuk jenis industri tertentu.