གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Elwinda Putri Amalia

MKU PKN Manajemen 2024/2025 -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Elwinda Putri Amalia གིས-
Nama: Elwinda Putri Amalia
NPM: 2411011129
Kelas: Manajemen

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi Bapak Roy dan teman-teman semua. Mohon izin untuk menyampaikan hasil analisis saya terhadap jurnal yang telah ditugaskan.

Jurnal ini secara khusus membahas bagaimana nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam sila keempat Pancasila, yaitu “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”, diterapkan dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Indonesia. Dalam teori dan konstitusi, Indonesia diakui sebagai negara hukum sekaligus negara demokrasi. Namun, dalam praktiknya, penyelenggaraan pemilu di tingkat daerah masih menghadapi berbagai hambatan yang membuat implementasi demokrasi belum sepenuhnya sesuai dengan semangat Pancasila.

Idealnya, pemilihan umum menjadi sarana utama rakyat dalam menyalurkan hak politiknya serta mendorong proses regenerasi kepemimpinan secara sehat dan demokratis. Namun kenyataannya, proses ini masih menghadapi sejumlah tantangan serius, seperti konflik internal partai politik, mekanisme pencalonan yang diskriminatif terhadap calon dari luar partai, dan terbatasnya ruang bagi calon independen untuk ikut berkompetisi. Hal ini mencerminkan bahwa nilai-nilai keadilan, keterbukaan, dan musyawarah belum sepenuhnya terwujud dalam sistem pemilu yang ada.

Penelitian dalam jurnal ini menggunakan pendekatan normatif, yaitu dengan menganalisis peraturan perundang-undangan yang berlaku dan teori-teori hukum yang relevan. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai sejauh mana nilai-nilai Pancasila tercermin dalam pelaksanaan demokrasi lokal melalui Pilkada. Jurnal ini juga menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya memiliki makna sebagai dasar negara, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis yang seharusnya menjadi pedoman dalam penyelenggaraan sistem politik dan pemerintahan.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa berbagai tantangan dan konflik dalam pemilu mengindikasikan masih lemahnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai demokrasi berdasarkan Pancasila. Oleh karena itu, penulis jurnal menekankan pentingnya upaya reformasi dalam sistem pemilihan kepala daerah. Reformasi ini diharapkan dapat memperkuat integritas demokrasi, memastikan bahwa proses pemilu berlangsung secara adil dan terbuka, serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga negara untuk ikut serta, termasuk calon independen yang tidak berasal dari partai politik.

Kesimpulannya, jurnal ini memberikan pandangan kritis terhadap praktik demokrasi di Indonesia dan mengajak kita semua untuk merefleksikan kembali pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam membangun sistem demokrasi yang berkeadilan, partisipatif, dan bermartabat demi terciptanya pemerintahan yang benar-benar berpihak pada rakyat.

MKU PKN Manajemen 2024/2025 -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

Elwinda Putri Amalia གིས-
Nama : Elwinda Putri Amalia
NPM : 2411011129
Kelas : Manajemen

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Mohon izin, Pak Roy, untuk menyampaikan ringkasan Analisis Video Perkembangan Demokrasi di Indonesia.

Perkembangan demokrasi di Indonesia merupakan perjalanan panjang yang dipengaruhi oleh dinamika sosial, politik, dan ekonomi. Pada masa awal kemerdekaan (1945–1949), fokus utama bangsa adalah mempertahankan kemerdekaan, sehingga sistem demokrasi belum dapat diterapkan secara ideal.

Era Demokrasi Parlementer (1950–1959) ditandai dengan kebebasan berpendapat dan pemilu pertama tahun 1955, namun tidak stabil karena konflik antar partai. Kondisi ini mendorong munculnya Demokrasi Terpimpin (1959–1965) yang cenderung otoriter di bawah kendali penuh Presiden Soekarno.

Pada masa Orde Baru (1966–1998), stabilitas dan pertumbuhan ekonomi meningkat, namun demokrasi dibatasi dan kekuasaan bersifat sentralistik. Krisis ekonomi 1998 memicu reformasi dan kejatuhan Soeharto.

Reformasi membuka era baru dengan pemilu langsung, otonomi daerah, dan kebebasan berpendapat. Meski demikian, tantangan seperti korupsi, politik uang, dan dominasi oligarki masih menghambat demokrasi yang ideal.

Tanggapan Pribadi
Demokrasi di Indonesia adalah proses yang membutuhkan waktu dan pembelajaran. Meskipun reformasi membawa kemajuan, demokrasi sejati membutuhkan pendidikan politik, transparansi, serta partisipasi rakyat yang kritis agar benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.