གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Dela Nur Anggraini Putri 2411011145

Nama: Dela Nur Anggraini Putri
NPM: 2411011145
Kelas: MKU PKN
Prodi:S1 Manajemen

Artikel karya Syahrul Kemal yang berjudul "Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19" menekankan bahwa bela negara bukan hanya dilakukan melalui angkat senjata, tetapi juga melalui tindakan-tindakan sederhana yang mencerminkan cinta tanah air, seperti disiplin, kepatuhan terhadap aturan pemerintah, serta kepedulian sosial. Dalam situasi krisis seperti pandemi COVID-19, masyarakat dapat berperan aktif dengan cara mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, tidak menyebarkan informasi palsu, dan membantu sesama yang terdampak. Hal ini sejalan dengan amanat UUD 1945 Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1, serta UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang menyatakan bahwa bela negara adalah hak sekaligus kewajiban seluruh warga negara.

Pandemi menjadi ujian besar bagi rasa solidaritas dan kesadaran bela negara masyarakat Indonesia. Meski banyak warga mengalami kesulitan ekonomi dan keterbatasan sosial, semangat bela negara tetap bisa diwujudkan melalui gotong royong, menyumbang kepada yang membutuhkan, memberi semangat kepada tenaga medis, serta tidak melakukan diskriminasi terhadap pasien COVID-19. Berdiam diri di rumah pun bisa menjadi bentuk kontribusi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab, seperti mematuhi aturan pemerintah dan menyebarkan semangat positif di tengah masyarakat. Dalam hal ini, solidaritas sosial menjadi wujud nyata bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis menekankan pentingnya membangun kesadaran bela negara melalui pemahaman nilai-nilai kewarganegaraan. Bela negara bukan hanya tugas militer, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan sosial seluruh masyarakat dalam menjaga keutuhan dan ketahanan bangsa. Setiap individu, dari profesi apa pun, memiliki potensi untuk berkontribusi. Semakin tinggi kesadaran bela negara, terutama di kalangan generasi muda, maka semakin kuat pula bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk krisis kesehatan global seperti pandemi COVID-19.
Nama: Dela Nur Anggraini Putri
NPM: 2411011145
Kelas: MKU PKN
Prodi: S1 Manajemen

Video tersebut membahas secara menyeluruh tentang ketahanan nasional, yaitu kemampuan bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, baik dari dalam maupun luar negeri. Ketahanan nasional sangat penting untuk menjaga keutuhan, stabilitas, dan kemajuan bangsa. Konsep ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia, termasuk mahasiswa sebagai generasi muda dan agen perubahan.

Dalam video dijelaskan bahwa ketahanan nasional memiliki dua bagian utama, yaitu Tri Gatra dan Panca Gatra. Tri Gatra mencakup tiga hal penting yang berkaitan dengan kondisi alam, yaitu letak geografis Indonesia yang strategis, kekayaan sumber daya alam, serta jumlah dan kualitas penduduk. Ketiga hal ini merupakan potensi besar bagi Indonesia, namun juga bisa menjadi tantangan jika tidak dikelola dengan baik.

Sementara itu, Panca Gatra terdiri dari lima aspek kehidupan sosial yang saling berkaitan, yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan-keamanan. Di bidang ideologi, Pancasila berperan sebagai dasar negara yang harus dijaga dari pengaruh ideologi asing. Dalam bidang politik, penting untuk menjaga kestabilan pemerintahan dan meningkatkan partisipasi warga negara. Di bidang ekonomi, ketahanan ditunjukkan dengan kemampuan untuk mandiri, adil, dan bersaing secara global. Bidang sosial budaya menekankan pentingnya melestarikan budaya lokal di tengah arus globalisasi, dan di bidang pertahanan-keamanan, Indonesia menerapkan sistem pertahanan semesta yang melibatkan seluruh rakyat dalam menjaga kedaulatan negara.

Ancaman terhadap ketahanan nasional saat ini semakin kompleks. Tidak hanya berupa serangan fisik atau militer, tetapi juga ancaman non-fisik seperti penyebaran hoaks, radikalisme, dominasi budaya asing, degradasi moral, hingga ancaman siber. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai kebangsaan, dan turut menjaga identitas serta jati diri bangsa.