NAMA: WAHYUNISA SALSABILA
NPM: 2416041013
KELAS: REGULER A
Jurnal tersebut membahas tentang upaya untuk memperkuat sistem presidensial dalam pemilu yang dilakukan serentak pada 2019 tetapi, hasilnya kurang signifikan untuk meningkatkan stabilitas pemerintahan. Dalam jurnal dibahas mengenai bagaimana suara perempuan dimobilisasi dengan narasi simbolik seperti “emak-emak” dan “ibu bangsa” yang dipakai oleh kubu kandidat capres-cawapres yang terkesan menggambarkan peran perempuan tanpa upaya konkret untuk mendapatkan peran mereka di ranah publik. Jurnal ini juga berfokus pada peran polri dalam menjaga netralitas selama pemilu sebagai bentuk tanggung jawab menjalankan tugasnya untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan memastikan semua anggotanya tetap bersikap netral selama proses pemilu berlangsung. Adanya fenomena populisme dianggap banyak diinstrumentalkan oleh elite politik sebagai sarana untuk mendapatkan dukungan dari rakyat bukan sebagai alat untuk memperkuat demokrasi. Pilpres yang dilakukan di tahun 2019 dianggap belum mampu memperbaiki demokrasi karena masih banyak yang terjadi seperti politisasi identitas sehingga muncul ketidakpercayaan rakyat terhadap hasil pemilu. Hal tersebut telah membuktikan bahwa demokrasi di Indonesia masih belum stabil