གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Winanda Fara Zhavira

MKU PKn Adminitrasi Negara 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Winanda Fara Zhavira གིས-
NAMA: WINANDA FARA ZHAVIRA
NPM: 2416041048
KELAS: REG B

Analisis saya terkait jurnal tersebut adalah sebagai berikut:
Jurnal tersebut membahas tentang Pemilu Serentak 2019. Pemilihan umum serentak (pemilu serentak) yang diselenggarakan tahun 2019 di Indonesia merupakan pemilu pertama di mana PILPRES dilaksanakan bersamaan dengan PILEG.

Pemilu merupakan sarana dan momentum terbaik bagi rakyat, khususnya, untuk menyalurkan aspirasi politiknya, memilih wakil-wakil terbaiknya di lembaga legislatif dan presiden/wakil presidennya secara damai. Pada pemilu serentak 2019 menjadi test case penguatan sistem presidensial, pelembagaan parpol dan koalisi parpol yang terukur dan terformat. Dengan demikian, pemilu serentak 2019 dilaksanakan secara rasional, jujur, adil, bijak, dan beradab sesuai dengan ajaran yang tertuang di Pancasila.
Dalam artikel tersebut dijelaskan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pemilu serentak 2019 lalu. Tantangan yang cukup besar dalam menjalani
pemilu serentak 2019 membuat konsolidasi demokrasi yang berkualitas sulit terbangun. Nilai-nilai demokrasi dalam pilpres tak cukup
dikedepankan.
Namun, sampai saat ini Indonesia masih dapat menciptakan pemilu yang aman dan damai. Dibalik keruwetan dan banyaknya tantangan yang dihadapi dalam pemilu, Indonesia tetap menjunjung tinggi nilai Demokrasi sehingga minimnya terjadi kericuhan.

MKU PKn Adminitrasi Negara 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

Winanda Fara Zhavira གིས-
NAMA: Winanda Fara Zhavira
NPM: 2416041048
KELAS: REG B

Analisis saya terkait video tersebut sebagai berikut:

Sistem demokrasi adalah sistem yang bagus dijalani oleh suatu negara karena banyak sekali membawa dampak positif. Negara yang sistem demokrasinya baik lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran dalam jangka panjang. Selain itu, demokrasi kerap sekali dianggap sebagai alat atau cara untuk mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik. Contohnya dapat dilihat dari segi penegakan HAM. Banyak sekali sistem demokrasi menjunjung tinggi HAM, memberikan perlindungan terhadap individu dari penyalahgunaan kekuasaan.
Selain itu, demokrasi juga memberikan kesempatan bagi warga untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Hal tersebut tentu meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap pemerintah.

Tetapi belakangan ini sistem demokrasi justru melenceng dari apa yang diharapkan. Demokrasi mengalami krisis, mulai dari rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, penurunan jumlah anggota partai, dan regulasi pemerintah yang dianggap sudah tidak transparan.