Kiriman dibuat oleh Helma Amelia Putri Utomo

Nama: Helma Amelia Putri Utomo
Npm: 2416041031
Kelas: Regular A

Hasil analisis saya mengenai jurnal tersebut adalah Konsolidasi demokrasi di Indonesia belum berjalan secara regular karena pilar-pilar pentingnya (pemilu, partai politik, civil society, media massa) belum berfungsi efektif dan belum maksimal. Sebagai pilar penting demokrasi, pemilu diperlukan untuk suksesi kepemimpinan dan mengoreksi kinerja pemerintahan. Pemilu juga mensyaratkan unsur kejujuran, keadilan, transparansi dan akuntabilitas. Prasyarat untuk menciptakan hal tersebut memerlukan prakondisi dan komitmen semua elemen bangsa untuk mematuhi peraturan yang ada.

Sejauh ini Indonesia mampu melaksanakan pemilu yang aman dan damai. Pemilu 2019 yang kompleks, dengan tingkat kerumitan yang cukup tinggi dan hasilnya yang dipersoalkan menjadi pelajaran yang sangat berharga. Pemilu yang berkualitas memerlukan parpol dan koalisi parpol yang juga berkualitas. Ini penting karena pemilu tidak hanya merupakan sarana suksesi kepemimpinan yang aspiratif, adil dan damai, tapi juga menjadi taruhan bagi ketahanan sosial rakyat dan eksistensi NKRI. Tantangan yang cukup besar dalam menjalani pemilu serentak 2019 membuat konsolidasi demokrasi yang berkualitas sulit terbangun. Nilai-nilai demokrasi dalam pilpres tak cukup dikedepankan.
Nama: Helma Amelia Putri Utomo
Npm: 2416041031
Kelas: Regular A

Hasil analisis saya dari video tersebut adalah Kenapa Demokrasi Dianut Banyak Negara?
Sistem demokrasi pada dasarnya memang memberikan ruang bagi setiap orang untuk bersuara atau menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, demokrasi kerap disebut sebagai sistem yang berisik.
Meski berisik, demokrasi dipakai banyak negara. Alasannya, demokrasi bisa mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang.
Selain itu, menurut para peneliti, negara penganut demokrasi memiliki penegakan HAM tinggi, angka korupsi lebih rendah, warganya pun lebih sehat dan bahagia jika dibandingkan dengan negara-negara non-demokrasi.
Tapi, belakangan, “iman” kepada demokrasi mulai terguncang oleh banyak perkembangan situasi yang baru dan khas abad-21.
demokrasi tepat untuk negara dengan masyarakat yang berpikiran maju, dikarenakan jikalau masyarakat nya pintar pasti akan sulit untuk dipecah belah seperti yang sedang terjadi di indonesia, dari perihal suku, agama, status sosial, ekonomi, ras, dll.